Perangkat Ajar Matematika VII
Logo MTsN 1 Tana Toraja

KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA

MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 1 TANA TORAJA

Jl. Tengkobatu No. 290 Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan

Administrasi Perangkat Ajar Final

Tujuan Pembelajaran

Daftar 40 modul yang diturunkan dari analisis CP.

No. Dok: ADM-TP-MTK-FD-K7Rev. Final • 2026/2027Matematika VII • Fase D

Prinsip perumusan

Setiap tujuan menggunakan struktur Condition–Audience–Behavior–Material–Degree. Degree ditempatkan pada bagian akhir, misalnya “dengan benar”, “secara tepat”, atau “secara logis dan benar”.
40modul/kelompok TP
6bab
144 JPalokasi tahunan
100%terhubung ke modul

Daftar Tujuan Pembelajaran

Daftar lengkap TP Matematika Kelas VII
KodeBabMateriRumusan TP ABCDAlokasiModul
BB-TP01Bilangan BulatKonsep Bilangan Bulat dan Garis Bilangan
  1. Melalui pengamatan gambar, termometer, dan situasi kehidupan sehari-hari, peserta didik dapat mengidentifikasi bilangan bulat negatif, nol, dan bilangan bulat positif dengan benar.
  2. Dengan menggunakan garis bilangan, peserta didik dapat menentukan letak bilangan bulat negatif, nol, dan bilangan bulat positif secara tepat.
4 JP @ 40 menitBuka
BB-TP02Bilangan BulatMembandingkan dan Mengurutkan Bilangan Bulat
  1. Diberikan dua bilangan bulat dalam berbagai konteks, peserta didik dapat membandingkan nilai kedua bilangan tersebut dengan benar.
  2. Diberikan sekumpulan bilangan bulat, peserta didik dapat mengurutkan bilangan dari nilai terkecil ke terbesar atau sebaliknya secara tepat.
  3. Melalui penyelesaian masalah kontekstual tentang suhu, lantai gedung, keadaan keuangan, atau ketinggian relatif, peserta didik dapat menjelaskan makna dan alasan perbandingan bilangan bulat secara logis dan benar.
4 JP @ 40 menitBuka
BB-TP03Bilangan BulatPenjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat
  1. Peserta didik mampu melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat (termasuk yang melibatkan bilangan negatif) menggunakan garis bilangan dan aturan tanda, serta menerapkannya pada masalah untung-rugi, secara teliti dan logis.
4 JP @ 40 menitBuka
BB-TP04Bilangan BulatPerkalian dan Pembagian Bilangan Bulat
  1. Peserta didik mampu melakukan perkalian dan pembagian bilangan bulat dengan menerapkan aturan tanda (sama tanda positif, beda tanda negatif), serta menerapkannya pada masalah kontekstual, secara teliti dan logis.
4 JP @ 40 menitBuka
BB-TP05Bilangan BulatOperasi Hitung Campuran Bilangan Bulat
  1. Peserta didik mampu menyelesaikan operasi hitung campuran bilangan bulat dengan menerapkan aturan urutan operasi (kurung, kali/bagi, tambah/kurang) secara tepat, teliti, dan disiplin.
2 JP @ 40 menitBuka
BB-TP06Bilangan BulatPenerapan Bilangan Bulat dalam Kehidupan
  1. Peserta didik mampu menerapkan konsep & operasi bilangan bulat untuk menyelesaikan masalah kontekstual (untung-rugi, suhu, ketinggian) dan menunjukkan penguasaan Bab 1 melalui asesmen sumatif, secara teliti, logis, dan jujur.
4 JP @ 40 menitBuka
BR-TP01Bilangan RasionalKonsep Bilangan Rasional dan Ragam Bentuknya
  1. Melalui pengamatan model area, batang pecahan, garis bilangan, dan situasi kehidupan sehari-hari, peserta didik dapat mengidentifikasi bilangan rasional dalam bentuk pecahan biasa, pecahan campuran, desimal, dan persen dengan benar.
  2. Diberikan model bagian–keseluruhan dan bilangan rasional, peserta didik dapat menentukan pembilang, penyebut, nilai pecahan, dan makna setiap komponennya secara tepat.
  3. Dengan menggunakan model visual dan garis bilangan, peserta didik dapat merepresentasikan satu bilangan rasional dalam sekurang-kurangnya dua bentuk yang ekuivalen secara tepat.
4 JP @ 40 menitBuka
BR-TP02Bilangan RasionalMengubah Bentuk Bilangan Rasional
  1. Diberikan pecahan biasa atau pecahan campuran, peserta didik dapat mengubahnya menjadi bentuk desimal sesuai dengan prosedur yang benar.
  2. Diberikan bilangan desimal atau persen, peserta didik dapat mengubahnya menjadi pecahan paling sederhana secara tepat.
  3. Melalui penyelesaian masalah kontekstual tentang bagian, ukuran, atau persentase, peserta didik dapat memilih bentuk bilangan rasional yang sesuai dan menjelaskan kesetaraannya secara logis dan benar.
4 JP (2 × pertemuan @ 2 JP × 40 menit)Buka
BR-TP03Bilangan RasionalMembandingkan dan Mengurutkan Bilangan Rasional
  1. Peserta didik dapat membandingkan dan mengurutkan bilangan rasional (pecahan, desimal, persen) dari yang terkecil hingga terbesar dengan tepat.
4 JP (2 × pertemuan @ 2 JP × 40 menit)Buka
BR-TP04Bilangan RasionalPenjumlahan dan Pengurangan Bilangan Rasional
  1. Peserta didik dapat melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan rasional (pecahan & desimal), termasuk yang berpenyebut berbeda, dengan tepat.
4 JP (2 × pertemuan @ 2 JP × 40 menit)Buka
BR-TP05Bilangan RasionalPerkalian dan Pembagian Bilangan Rasional
  1. Peserta didik dapat melakukan perkalian dan pembagian bilangan rasional (pecahan & desimal) dengan tepat.
4 JP (2 × pertemuan @ 2 JP × 40 menit)Buka
BR-TP06Bilangan RasionalOperasi Campuran Bilangan Rasional
  1. Peserta didik dapat menyelesaikan operasi campuran bilangan rasional dengan memperhatikan urutan operasi (kurung, kali/bagi, tambah/kurang).
2 JP (1 × pertemuan @ 2 JP × 40 menit)Buka
BR-TP07Bilangan RasionalPenerapan Bilangan Rasional dalam Kehidupan
  1. Peserta didik dapat menerapkan konsep & operasi bilangan rasional untuk menyelesaikan masalah kontekstual, sekaligus mengukur ketercapaian seluruh TP Bab 2 (asesmen sumatif).
4 JP (2 × pertemuan @ 2 JP × 40 menit)Buka
RS-TP01Rasio dan PerbandinganKonsep Dasar Rasio dan Notasinya
  1. Melalui pengamatan kelompok benda, gambar, atau data simulasi, peserta didik dapat mengidentifikasi dua besaran yang dibandingkan dan jenis rasio bagian terhadap bagian atau bagian terhadap keseluruhan dengan benar.
  2. Diberikan representasi konkret atau tabel sederhana, peserta didik dapat menyatakan rasio dalam bentuk a : b, a/b, dan kalimat perbandingan secara tepat.
  3. Melalui penyelesaian masalah kontekstual tentang komposisi kelompok atau campuran, peserta didik dapat menafsirkan makna rasio beserta urutan besaran yang dibandingkan secara logis dan benar.
4 JP (2 × pertemuan @ 2 JP × 40 menit)Buka
RS-TP02Rasio dan PerbandinganRasio Ekuivalen dan Bentuk Sederhana
  1. Diberikan suatu rasio, peserta didik dapat menghasilkan rasio ekuivalen dengan mengalikan atau membagi kedua sukunya menggunakan faktor yang sama dengan benar.
  2. Diberikan rasio dua besaran sejenis, peserta didik dapat menyederhanakannya menggunakan faktor persekutuan terbesar secara tepat.
  3. Melalui tabel atau masalah komposisi, peserta didik dapat menentukan nilai yang belum diketahui pada rasio ekuivalen dan menjelaskan faktor skalanya secara logis dan benar.
4 JP (2 × pertemuan @ 2 JP × 40 menit)Buka
RS-TP03Rasio dan PerbandinganPerbandingan Senilai
  1. Diberikan tabel atau situasi dua besaran, peserta didik dapat mengidentifikasi hubungan perbandingan senilai berdasarkan rasio atau nilai satuan yang tetap dengan benar.
  2. Diberikan pasangan nilai pada hubungan senilai, peserta didik dapat menentukan nilai yang belum diketahui menggunakan rasio ekuivalen atau nilai satuan secara tepat.
  3. Melalui masalah kontekstual dan representasi tabel atau grafik, peserta didik dapat menjelaskan hubungan senilai serta memeriksa kewajaran hasil secara logis dan benar.
4 JP (2 × pertemuan @ 2 JP × 40 menit)Buka
RS-TP04Rasio dan PerbandinganPerbandingan Berbalik Nilai
  1. Diberikan tabel atau situasi dua besaran, peserta didik dapat mengidentifikasi hubungan berbalik nilai berdasarkan perubahan berlawanan dan hasil kali yang tetap dengan benar.
  2. Diberikan pasangan nilai pada hubungan berbalik nilai, peserta didik dapat menentukan nilai yang belum diketahui menggunakan konstanta hasil kali secara tepat.
  3. Melalui masalah kontekstual dengan asumsi laju kerja tetap, peserta didik dapat menjelaskan model berbalik nilai dan memeriksa kewajaran hasil secara logis dan benar.
4 JP (2 × pertemuan @ 2 JP × 40 menit)Buka
RS-TP05Rasio dan PerbandinganPerbandingan Bertingkat
  1. Diberikan dua rasio yang memiliki satu besaran perantara, peserta didik dapat mengidentifikasi suku penghubung dan menyetarakan nilainya dengan benar.
  2. Diberikan dua rasio bertingkat, peserta didik dapat menentukan rasio gabungan tiga besaran menggunakan kelipatan yang sesuai secara tepat.
  3. Melalui masalah pembagian jumlah berdasarkan rasio bertingkat, peserta didik dapat menentukan setiap bagian dan menjelaskan pemeriksaan jumlah secara runtut dan benar.
2 JP (1 × pertemuan @ 2 JP × 40 menit)Buka
RS-TP06Rasio dan PerbandinganSkala sebagai Aplikasi Perbandingan Senilai
  1. Diberikan skala dan dua besaran panjang, peserta didik dapat mengidentifikasi makna skala serta menyetarakan satuan yang digunakan dengan benar.
  2. Diberikan dua dari tiga unsur skala, jarak pada gambar, dan jarak sebenarnya, peserta didik dapat menentukan unsur yang belum diketahui menggunakan perbandingan senilai secara tepat.
  3. Melalui denah atau peta simulasi, peserta didik dapat menafsirkan hasil perhitungan skala dan memeriksa kewajaran satuan serta ukuran secara logis dan benar.
4 JP (2 × pertemuan @ 2 JP × 40 menit)Buka
RS-TP07Rasio dan PerbandinganPenerapan Rasio dan Perbandingan
  1. Diberikan masalah kontekstual, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis hubungan rasio, senilai, berbalik nilai, bertingkat, atau skala beserta informasi yang relevan dengan benar.
  2. Diberikan masalah multi-langkah, peserta didik dapat memilih dan menerapkan strategi perbandingan yang sesuai untuk memperoleh hasil secara tepat.
  3. Melalui perbandingan beberapa alternatif, peserta didik dapat menyusun rekomendasi, menyatakan asumsi, dan memeriksa kewajaran hasil secara logis dan benar.
2 JP (1 × pertemuan @ 2 JP × 40 menit)Buka
ALJ-TP01Bentuk AljabarKonsep dan Unsur-unsur Bentuk Aljabar
  1. Melalui pengamatan pola benda, kartu konteks, dan ubin aljabar, peserta didik dapat mengidentifikasi variabel, koefisien, konstanta, dan suku pada bentuk aljabar dengan benar.
  2. Diberikan situasi kehidupan sehari-hari yang memuat besaran tetap dan berubah, peserta didik dapat menyatakan situasi tersebut dalam bentuk aljabar dengan tepat.
  3. Diberikan beberapa bentuk aljabar, peserta didik dapat mengklasifikasikan suku sejenis dan tidak sejenis beserta alasannya secara logis dan benar.
4 JP (2 × pertemuan @ 2 JP × 40 menit)Buka
ALJ-TP02Bentuk AljabarPenjumlahan dan Pengurangan Bentuk Aljabar
  1. Diberikan dua atau lebih bentuk aljabar, peserta didik dapat mengidentifikasi dan mengelompokkan suku sejenis sebelum melakukan operasi dengan benar.
  2. Dengan menggunakan ubin aljabar atau tabel pengelompokan, peserta didik dapat menjumlahkan dan mengurangkan bentuk aljabar sesuai dengan prosedur yang benar.
  3. Melalui penyelesaian masalah kontekstual, peserta didik dapat menyederhanakan hasil penjumlahan atau pengurangan bentuk aljabar dan memeriksa ekuivalensinya secara logis dan tepat.
4 JP (2 × pertemuan @ 2 JP × 40 menit)Buka
ALJ-TP03Bentuk AljabarPerkalian Bentuk Aljabar dengan Sifat Distributif
  1. Melalui pengamatan model luas dan ubin aljabar, peserta didik dapat menjelaskan hubungan antara perkalian dan sifat distributif pada bentuk aljabar dengan benar.
  2. Diberikan monomial dan bentuk aljabar dua suku, peserta didik dapat menentukan hasil perkaliannya menggunakan sifat distributif sesuai dengan prosedur yang benar.
  3. Melalui penyelesaian masalah kontekstual tentang luas atau biaya, peserta didik dapat membangun dan memeriksa bentuk aljabar ekuivalen secara logis dan tepat.
4 JP (2 × pertemuan @ 2 JP × 40 menit)Buka
ALJ-TP04Bentuk AljabarPembagian Bentuk Aljabar Sederhana
  1. Melalui pengamatan pengelompokan benda dan ubin aljabar, peserta didik dapat menjelaskan pembagian bentuk aljabar sebagai pembagian setiap suku dengan benar.
  2. Diberikan bentuk aljabar dan pembagi bilangan atau monomial sederhana, peserta didik dapat menentukan hasil pembagiannya sesuai dengan prosedur yang benar.
  3. Diberikan hasil pembagian bentuk aljabar, peserta didik dapat memeriksa kebenarannya melalui perkalian balik secara runtut dan benar.
4 JP (2 × pertemuan @ 2 JP × 40 menit)Buka
ALJ-TP05Bentuk AljabarFaktorisasi Bentuk Aljabar Sederhana
  1. Melalui pengamatan model persegi panjang dan ubin aljabar, peserta didik dapat menjelaskan faktorisasi sebagai kebalikan sifat distributif dengan benar.
  2. Diberikan bentuk aljabar dua suku, peserta didik dapat menentukan faktor persekutuan dan menuliskan bentuk faktornya sesuai dengan prosedur yang benar.
  3. Diberikan bentuk hasil faktorisasi, peserta didik dapat memeriksa ekuivalensinya dengan mengembangkan kembali secara logis dan tepat.
4 JP (2 × pertemuan @ 2 JP × 40 menit)Buka
ALJ-TP06Bentuk AljabarSubstitusi dan Menghitung Nilai Bentuk Aljabar
  1. Melalui pengamatan mesin fungsi dan tabel nilai, peserta didik dapat menjelaskan makna substitusi variabel pada bentuk aljabar dengan benar.
  2. Diberikan bentuk aljabar dan nilai variabel, peserta didik dapat menghitung nilai bentuk tersebut dengan mengikuti urutan operasi secara tepat.
  3. Melalui masalah kontekstual, peserta didik dapat menafsirkan hasil substitusi dan memeriksa kewajarannya secara logis dan benar.
2 JP (1 × pertemuan @ 2 JP × 40 menit)Buka
ALJ-TP07Bentuk AljabarPenerapan Bentuk Aljabar
  1. Diberikan masalah kontekstual, peserta didik dapat menentukan besaran tetap, besaran berubah, dan definisi variabel dengan tepat.
  2. Melalui tabel, diagram, atau model geometris, peserta didik dapat menyusun bentuk aljabar yang mewakili hubungan antarbesaran dengan benar.
  3. Diberikan nilai atau batasan dalam konteks, peserta didik dapat menggunakan model aljabar untuk menentukan solusi dan menjelaskan kewajarannya secara logis dan tepat.
4 JP (2 × pertemuan @ 2 JP × 40 menit)Buka
KSB-TP01Sudut dan KesebangunanHubungan Antar Sudut
  1. Melalui pengamatan diagram perpotongan garis, busur derajat, dan situasi kontekstual, peserta didik dapat mengidentifikasi sudut berpenyiku, berpelurus, bertolak belakang, sehadap, berseberangan, dan sepihak dengan benar.
  2. Diberikan ukuran satu sudut dan hubungan antar sudut, peserta didik dapat menentukan besar sudut yang belum diketahui menggunakan hubungan yang sesuai dengan tepat.
  3. Melalui penyelesaian masalah kontekstual tentang persimpangan, pola bangunan, atau rancangan lintasan, peserta didik dapat menjelaskan hubungan antar sudut dan alasan perhitungannya secara logis dan benar.
4 JP (2 × pertemuan @ 2 JP × 40 menit)Buka
KSB-TP02Sudut dan KesebangunanKonsep dan Arti Kesebangunan Bangun Datar
  1. Melalui pengamatan pasangan gambar, foto, dan bangun pada kertas berpetak, peserta didik dapat mengidentifikasi bangun datar yang sebangun dan tidak sebangun berdasarkan sudut bersesuaian serta perbandingan sisi dengan benar.
  2. Diberikan dua bangun datar, peserta didik dapat menentukan pasangan titik dan sisi bersesuaian serta faktor skalanya secara tepat.
  3. Melalui penyelesaian masalah kontekstual tentang pembesaran poster, denah, atau foto, peserta didik dapat menjelaskan alasan kesebangunan dan menentukan ukuran yang belum diketahui secara logis dan tepat.
4 JP (2 × pertemuan @ 2 JP × 40 menit)Buka
KSB-TP03Sudut dan KesebangunanSyarat Khusus Kesebangunan pada Segitiga
  1. Melalui pengamatan pasangan segitiga pada diagram, peserta didik dapat mengidentifikasi pasangan sudut dan sisi bersesuaian dengan benar.
  2. Diberikan informasi sudut dan panjang sisi dua segitiga, peserta didik dapat menentukan terpenuhi atau tidaknya kriteria kesebangunan AA, SAS, atau SSS secara tepat.
  3. Melalui penyelesaian masalah geometri, peserta didik dapat menyusun alasan pembuktian kesebangunan segitiga berdasarkan korespondensi dan kriteria yang relevan secara runtut dan benar.
4 JP (2 × pertemuan @ 2 JP × 40 menit)Buka
KSB-TP04Sudut dan KesebangunanMenghitung Panjang Sisi Segitiga Sebangun
  1. Diberikan dua segitiga sebangun, peserta didik dapat menentukan pasangan sisi bersesuaian berdasarkan urutan titik dengan benar.
  2. Dengan menggunakan faktor skala atau proporsi, peserta didik dapat menghitung panjang sisi segitiga yang belum diketahui sesuai dengan prosedur yang benar.
  3. Melalui penyelesaian masalah kontekstual, peserta didik dapat memeriksa kewajaran hasil panjang dan menjelaskan strategi perhitungannya secara logis dan tepat.
4 JP (2 × pertemuan @ 2 JP × 40 menit)Buka
KSB-TP05Sudut dan KesebangunanKesebangunan pada Segitiga Siku-Siku Khusus
  1. Melalui pengamatan diagram segitiga siku-siku yang ditarik tinggi ke hipotenusanya, peserta didik dapat mengidentifikasi tiga segitiga yang sebangun dan pasangan sisi bersesuaian dengan benar.
  2. Diberikan panjang dua ruas pada hipotenusa, peserta didik dapat menentukan tinggi, sisi siku-siku, atau hipotenusa menggunakan relasi kesebangunan sesuai dengan prosedur yang benar.
  3. Melalui penyelesaian masalah geometri, peserta didik dapat memeriksa hasil menggunakan relasi kuadrat atau Teorema Pythagoras dan menjelaskan alasannya secara logis dan tepat.
2 JP (1 × pertemuan @ 2 JP × 40 menit)Buka
KSB-TP06Sudut dan KesebangunanPenerapan Kesebangunan
  1. Melalui pengamatan diagram bayangan, cermin, foto, atau model, peserta didik dapat mengidentifikasi pasangan segitiga atau sisi bersesuaian yang membentuk model kesebangunan dengan benar.
  2. Diberikan data pengukuran langsung yang relevan, peserta didik dapat menentukan panjang atau tinggi yang tidak dapat diukur secara langsung menggunakan proporsi secara tepat.
  3. Melalui penyelesaian masalah kontekstual, peserta didik dapat mengevaluasi asumsi, satuan, kewajaran hasil, dan menyajikan rekomendasi pengukuran secara runtut dan benar.
4 JP (2 × pertemuan @ 2 JP × 40 menit)Buka
DTA-TP01Data dan StatistikaKonsep Data dan Metode Pengumpulan Data
  1. Melalui pengamatan situasi, catatan, dan hasil pengukuran, peserta didik dapat mengidentifikasi datum, kumpulan data, variabel, populasi, dan sampel dengan benar.
  2. Diberikan beberapa contoh informasi, peserta didik dapat mengklasifikasikan data kualitatif atau kuantitatif serta data primer atau sekunder secara tepat.
  3. Melalui perencanaan penyelidikan kontekstual, peserta didik dapat memilih metode pengumpulan data yang sesuai dan menjelaskan keterwakilan, etika, serta keterbatasannya secara logis dan tepat.
4 JP (2 × pertemuan @ 2 JP × 40 menit)Buka
DTA-TP02Data dan StatistikaPenyajian Data dalam Tabel Frekuensi
  1. Diberikan sekumpulan data mentah, peserta didik dapat mengelompokkan nilai atau kategori dan mencatatnya menggunakan turus dengan benar.
  2. Dengan menggunakan hasil pengelompokan, peserta didik dapat menyusun tabel frekuensi yang memuat kategori, turus, frekuensi, dan total data secara tepat.
  3. Melalui pembacaan tabel frekuensi, peserta didik dapat menentukan kategori paling sering, menghitung frekuensi relatif sederhana, dan memeriksa konsistensi data secara logis dan tepat.
4 JP (2 × pertemuan @ 2 JP × 40 menit)Buka
DTA-TP03Data dan StatistikaPenyajian Data dalam Diagram Batang dan Diagram Garis
  1. Diberikan tabel frekuensi atau data berurutan, peserta didik dapat memilih diagram batang atau diagram garis sesuai dengan tujuan penyajian data dengan benar.
  2. Dengan menggunakan skala, sumbu, label, dan data yang tersedia, peserta didik dapat membuat diagram batang atau diagram garis secara tepat.
  3. Melalui pembacaan diagram, peserta didik dapat membandingkan kategori atau menjelaskan perubahan data serta memeriksa potensi visual yang menyesatkan secara logis dan tepat.
4 JP (2 × pertemuan @ 2 JP × 40 menit)Buka
DTA-TP04Data dan StatistikaPenyajian Data dalam Diagram Lingkaran
  1. Diberikan tabel frekuensi, peserta didik dapat menentukan bagian terhadap keseluruhan dalam bentuk pecahan, desimal, atau persen dengan benar.
  2. Dengan menggunakan frekuensi relatif, peserta didik dapat menghitung besar sudut pusat dan membuat diagram lingkaran secara tepat.
  3. Melalui pembacaan diagram lingkaran, peserta didik dapat membandingkan proporsi, memeriksa jumlah 100% atau 360°, dan menjelaskan keterbatasan representasinya secara logis dan tepat.
2 JP (1 × pertemuan @ 2 JP × 40 menit)Buka
DTA-TP05Data dan StatistikaUkuran Pemusatan: Mean, Median, dan Modus
  1. Diberikan sekumpulan data, peserta didik dapat menghitung mean, median, dan modus dengan benar.
  2. Melalui perbandingan beberapa kumpulan data, peserta didik dapat menentukan ukuran pemusatan yang paling sesuai berdasarkan bentuk data dan keberadaan pencilan secara tepat.
  3. Melalui penyelesaian masalah kontekstual, peserta didik dapat menafsirkan mean, median, atau modus serta memeriksa kewajaran hasil secara logis dan tepat.
4 JP (2 × pertemuan @ 2 JP × 40 menit)Buka
DTA-TP06Data dan StatistikaUkuran Penyebaran: Jangkauan dan Kuartil
  1. Diberikan sekumpulan data, peserta didik dapat menentukan nilai minimum, maksimum, dan jangkauan dengan benar.
  2. Dengan menggunakan data yang telah diurutkan, peserta didik dapat menentukan median, kuartil bawah, kuartil atas, dan jangkauan antarkuartil sesuai dengan metode yang ditetapkan secara tepat.
  3. Melalui perbandingan dua kumpulan data, peserta didik dapat menjelaskan tingkat penyebaran dan keterbatasan ukuran yang digunakan secara logis dan tepat.
2 JP (1 × pertemuan @ 2 JP × 40 menit)Buka
DTA-TP07Data dan StatistikaMembaca, Menganalisis, dan Menafsirkan Data
  1. Diberikan tabel, diagram, dan ringkasan statistik, peserta didik dapat mengekstraksi informasi faktual serta membandingkan dua kelompok dengan benar.
  2. Melalui analisis beberapa representasi data, peserta didik dapat memilih ukuran atau bukti yang relevan untuk mendukung atau menolak suatu klaim secara tepat.
  3. Melalui penyelesaian masalah kontekstual, peserta didik dapat menyusun kesimpulan, rekomendasi, dan keterbatasan berdasarkan data secara logis, bertanggung jawab, dan tepat.
4 JP (2 × pertemuan @ 2 JP × 40 menit)Buka

Mengetahui,
Kepala MTsN 1 Tana Toraja

Tanda tangan Kepala Madrasah

Drs. Sampe Baralangi, M.Sc.

NIP. ................................

Makale, Juli 2026
Guru Mata Pelajaran

Tanda tangan Guru Mata Pelajaran

Amiruddin, S.Pd.

NIP. ................................

🗓️Roster