MTK7-KSB-TP06 · Penerapan Kesebangunan
Materi & latihan terkait • M33Penerapan Kesebangunan dalam Masalah Kontekstual
Logo MTsN 1 Tana Toraja

KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA

KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN TANA TORAJA

MTsN 1 TANA TORAJA

Jl. Tengkobatu No. 290 Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan

Dokumen: Perangkat Ajar · Matematika Kelas VII · Kurikulum Merdeka Madrasah · TP 2026/2027 · MTK7-KSB-TP06

Modul Ajar — Penerapan Kesebangunan

BAB 5 · SUDUT DAN KESEBANGUNAN

A. Informasi Umum

Identitas Modul

PenyusunAmiruddin, S.Pd.
Satuan PendidikanMTsN 1 Tana Toraja
Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase D / VII (Tujuh)
Kode ModulMTK7-KSB-TP06
SemesterGenap
Bab / ElemenBab 5 — Sudut dan Kesebangunan / Geometri dan Pengukuran
Tujuan Pembelajaran
  1. Melalui pengamatan diagram bayangan, cermin, foto, atau model, peserta didik dapat mengidentifikasi pasangan segitiga atau sisi bersesuaian yang membentuk model kesebangunan dengan benar.
  2. Diberikan data pengukuran langsung yang relevan, peserta didik dapat menentukan panjang atau tinggi yang tidak dapat diukur secara langsung menggunakan proporsi secara tepat.
Alokasi Waktu4 JP (2 × pertemuan @ 2 JP × 40 menit)
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL) kontekstual dengan empat instrumen kelompok berbeda
ModaTatap muka

Karakteristik Peserta Didik

Karakteristik peserta didik dan implikasi pembelajaran — KSB-TP06
AspekKarakteristik yang mungkin tampakImplikasi/Respons Guru
Tahap perkembanganPeserta didik Kelas VII umumnya berada pada awal masa remaja; kemampuan berpikir abstrak mulai berkembang tetapi masih memerlukan jembatan konkret dan visual.Gunakan urutan konkret–visual–simbolik, contoh dekat, waktu tunggu, dan pertanyaan bertahap.
Kompetensi awalMemahami rasio, kesebangunan, pengukuran, dan satuan.Lakukan diagnostik mikro 3–5 menit dan bentuk dukungan berdasarkan bukti, bukan asumsi.
Keragaman penguasaanMenjamin kondisi pengukuran sebanding serta memperhitungkan galat.Sediakan contoh berjenjang, pasangan tutor sebaya, kelompok fleksibel, serta tugas pengayaan yang tidak sekadar menambah jumlah soal.
Bahasa dan komunikasiLatar bahasa peserta didik dapat beragam; istilah matematika dan kalimat soal panjang dapat menjadi hambatan tersendiri.Gunakan kalimat ringkas, visual, glosarium, kesempatan menjelaskan dengan bahasa sendiri, lalu tegaskan istilah baku.
Sosial dan karakterPeserta didik memerlukan peran kelompok yang jelas, rasa aman untuk salah, serta umpan balik yang santun.Tetapkan fasilitator, pencatat, penjaga alat, dan penyaji; gunakan kesepakatan kelas serta rubrik kolaborasi.
Preferensi dan aksesSebagian peserta didik lebih terbantu oleh manipulatif, gambar, gerak, bacaan terstruktur, atau media digital; akses perangkat dan internet tidak selalu sama.Sediakan tongkat dan bayangan, sketsa, tabel pengukuran, dan proporsi; semua aktivitas inti tetap memiliki alternatif luring.
Kebutuhan aksesibilitasKemampuan membaca, melihat, mendengar, motorik, perhatian, dan kecepatan kerja dapat bervariasi tanpa harus diberi label diagnostik.Perbesar teks bila perlu, beri kontras cukup, alternatif teks/lisan, ruang kerja, jeda, serta waktu tambahan yang proporsional.
Pemanfaatan data diagnostikHasil diagnostik digunakan untuk menentukan titik mulai dan dukungan, bukan untuk memberi cap kemampuan tetap.Tinjau ulang kelompok dan treatment setelah bukti formatif berikutnya.

Karakteristik Materi

Materi mengintegrasikan seluruh kompetensi Bab 5, diterapkan pada masalah kontekstual pengukuran tak langsung: menghitung tinggi bangunan/pohon lewat bayangan & kesebangunan segitiga.

Miskonsepsi dan Antisipasinya

Miskonsepsi dideteksi melalui pertanyaan, gambar kerja, alasan, dan pola kesalahan. Antisipasi dilakukan sebelum memberi aturan formal; treatment dipilih berdasarkan bukti respons peserta didik.

Peta miskonsepsi, indikator, antisipasi, dan remediasi
MiskonsepsiIndikator DeteksiAntisipasi Sebelum/Saat BelajarTindak Lanjut Remedial
Bayangan yang diukur pada waktu berbeda tetap sebanding.Siswa mengabaikan perubahan sudut matahari.Ukur objek dan pembanding pada waktu hampir sama.Catat waktu dan kondisi.
Tanah miring dianggap tidak memengaruhi model.Hasil bias tanpa catatan.Pilih permukaan relatif datar atau nyatakan keterbatasan.Gunakan sketsa kondisi.
Satuan panjang bercampur.cm dan m langsung diproporsikan.Samakan satuan.Gunakan tabel konversi.
Hasil pengukuran dianggap eksak.Tidak ada toleransi galat.Lakukan pengukuran ulang dan laporkan rentang.Bandingkan dua percobaan.

Kompetensi Awal dan Kesiapan Belajar

Guru meninjau hasil formatif TP01–TP05 untuk menentukan kelompok & tingkat kesulitan proyek/soal sumatif.

Kompetensi Awal

Peserta didik telah menguasai seluruh kompetensi Bab 5 (KSB-TP01 sampai KSB-TP05).

Dimensi Profil Lulusan dan Panca Cinta

DimensiPerwujudan dalam Pembelajaran
Bernalar KritisMemilih & menerapkan konsep kesebangunan.
MandiriMenyelesaikan asesmen sumatif secara jujur.
Bergotong RoyongBerkolaborasi pada proyek pengukuran.
Cinta Tanah AirMenghargai geometri bangunan Toraja.
Cinta Allah & Rasul Cinta Ilmu Cinta Diri & Sesama Cinta Lingkungan Cinta Tanah Air

Sarana, Prasarana, Aksesibilitas, dan Persiapan

  • Busur derajat, penggaris, dua stik berengsel, kertas berpetak, bangun karton, dan perangkat digital opsional.
  • Instruksi multimodal tanpa memberi label gaya belajar secara permanen.
  • Warna selalu disertai label atau pola agar informasi tidak hanya bergantung pada warna.
  • Versi cetak disiapkan ketika koneksi tidak tersedia.

Diferensiasi Pembelajaran

Perlu Penguatan Prasyarat

Gunakan sudut konkret, lipatan kertas, pengukuran langsung, dan kisi satuan.

Siap dengan Dukungan

Gunakan diagram berwarna, tabel korespondensi, dan pertanyaan penuntun.

Siap Pengayaan

Gunakan bangun diputar, data tidak langsung, dan masalah pembuktian sederhana.

B. Komponen Inti

Landasan Kurikuler dan Capaian Pembelajaran

CP resmi Elemen Geometri Fase D (penggalan relevan): peserta didik menggunakan hubungan antar-sudut pada garis berpotongan serta garis sejajar yang dipotong transversal, dan menjelaskan serta menggunakan sifat kekongruenan dan kesebangunan pada segitiga dan segiempat untuk menyelesaikan masalah.

Kompetensi terpilih: pengukuran tidak langsung, bayangan, cermin, model dan foto, perencanaan skala, interpretasi hasil, serta rekomendasi berbasis bukti.

Lingkup modul: mengintegrasikan konsep kesebangunan pada masalah nyata/simulasi tanpa menambahkan konsep baru di luar lingkup bab.

Tujuan Pembelajaran

  1. TP1Melalui pengamatan diagram bayangan, cermin, foto, atau model, peserta didik dapat mengidentifikasi pasangan segitiga atau sisi bersesuaian yang membentuk model kesebangunan dengan benar.
  2. TP2Diberikan data pengukuran langsung yang relevan, peserta didik dapat menentukan panjang atau tinggi yang tidak dapat diukur secara langsung menggunakan proporsi secara tepat.

Matriks Keselarasan

Matriks Keselarasan CP–TP–Aktivitas–Asesmen–KKTP
TPRumusanAktivitasMediaAsesmenKKTPBukti Belajar
TP1Melalui pengamatan diagram bayangan, cermin, foto, atau model, peserta didik dapat mengidentifikasi pasangan segitiga atau sisi bersesuaian yang membentuk model kesebangunan dengan benar.Identifikasi dan anotasi diagramKartu sudut/kertas berpetakFormatif TP1Minimal 75 dan TP1 tidak Belum TercapaiDiagram, jawaban, dan alasan TP1
TP2Diberikan data pengukuran langsung yang relevan, peserta didik dapat menentukan panjang atau tinggi yang tidak dapat diukur secara langsung menggunakan proporsi secara tepat.Perhitungan/korespondensi dan pemeriksaanDiagram interaktif dan alat ukurFormatif TP2Minimal 75 dan TP2 tidak Belum TercapaiDiagram, jawaban, dan alasan TP2

Pemahaman Bermakna dan Pertanyaan Pemantik

Kesebangunan adalah alat untuk mengukur objek yang sulit dijangkau: tinggi bangunan, pohon, atau lebar sungai, tanpa mengukur langsung.

Pertanyaan Pemantik

  • Bagaimana mengukur tinggi bangunan sekolah tanpa memanjatnya?
  • Kapan kita menggunakan bayangan, kapan segitiga bersusun?

Pembelajaran Mendalam

PrinsipWujud Nyata
BerkesadaranSadar kesebangunan alat ukur tak langsung.
BermaknaProyek mengukur tinggi objek di sekolah.
MenggembirakanProyek lapangan terintegrasi.
ReflektifRefleksi seluruh perjalanan belajar Bab 5.

Masalah Autentik, Model Pembelajaran, dan Bukti Belajar

Kelompok siswa ingin memperkirakan tinggi sebuah objek di lingkungan madrasah tanpa memanjat. Mereka menggunakan tongkat 1,5 m dengan bayangan 2 m dan mengukur bayangan objek 8 m. Semua data diberi label simulasi sampai pengukuran lapangan dilakukan.
Sintaks Problem Based Learning
TahapAktivitas GuruAktivitas Peserta DidikPertanyaan GuruMediaWaktuProdukAsesmen FormatifDimensi Profil LulusanPanca CintaPrinsip
1. Orientasi pada masalahMenyajikan rancangan/gambar, tujuan, dan kriteria keberhasilan.Mengamati, menandai informasi, dan membuat prediksi.Hubungan atau ukuran apa yang perlu dibuktikan?Diagram, kartu sudut, atau kertas berpetak15 menitInformasi dan prediksiDiagnostik mikroPenalaran kritis, komunikasiCinta IlmuBerkesadaran
2. Mengorganisasi peserta didikMembentuk kelompok dan membagi peran.Menetapkan pengukur, pencatat, pemeriksa, dan penyaji.Bagaimana memastikan setiap ukuran dan pasangan dicatat konsisten?LKPD dan alat ukur10 menitPembagian peranObservasi kolaborasiKolaborasi, kemandirianCinta Diri dan SesamaMenggembirakan
3. Membimbing penyelidikanMemberi pertanyaan penuntun dan meminta bukti.Membuat diagram, mengukur, menulis persamaan/rasio, dan memeriksa.Posisi atau korespondensi mana yang mendukung hubunganmu?Media geometri offline45 menitModel, tabel, dan perhitunganUmpan balik formatifPenalaran kritis, kreativitasCinta IlmuBermakna
4. Menyajikan hasilMemfasilitasi presentasi dan tanggapan berbasis bukti.Menjelaskan hubungan, prosedur, hasil, dan rekomendasi.Bukti apa yang menunjukkan solusi konsisten?Poster/tampilan digital25 menitPresentasi solusiRubrik produk dan komunikasiKomunikasi, kolaborasiCinta Tanah Air melalui konteks akuratBermakna
5. Mengevaluasi prosesMenuntun refleksi strategi dan miskonsepsi.Membandingkan strategi, memperbaiki korespondensi, dan menetapkan target.Apa yang berubah dari prediksi awalmu?Exit ticket15 menitRefleksi individualPenilaian diriKemandirian, keimanan dan ketakwaanCinta Allah dan Rasul-Nya secara wajarBerkesadaran
Pembelajaran Mendalam
Pengalaman BelajarPerilaku Nyata Peserta DidikPrinsipBukti Belajar
MemahamiMenandai posisi sudut atau korespondensi titik dan menjelaskan hubungan secara verbal.Berkesadaran dan bermaknaDiagram beranotasi dan penjelasan awal
MengaplikasiMenggunakan jumlah sudut, kesamaan sudut, atau rasio sisi untuk menyelesaikan masalah.Bermakna dan menggembirakanLKPD, media interaktif, solusi masalah
MerefleksiMemeriksa korespondensi, satuan, hasil, dan alasan serta memperbaiki miskonsepsi.BerkesadaranExit ticket dan penilaian diri
Dimensi Profil Lulusan
DimensiAktivitas NyataIndikator PerilakuBukti/Instrumen
Keimanan dan ketakwaanMerefleksikan keteraturan bentuk dan kejujuran pengukuran secara wajar.Jujur pada hasil dan bersedia memperbaiki kesalahan.Catatan refleksi
Penalaran kritisMemeriksa posisi sudut, korespondensi, rasio, dan kewajaran hasil.Memberi alasan berbasis diagram atau pengukuran.Rubrik penalaran
KolaborasiBerbagi peran mengukur, mencatat, memeriksa, dan menyajikan.Mendengar, menanggapi, dan menyelesaikan tugas bersama.Lembar observasi
KemandirianMenggunakan daftar periksa posisi, satuan, dan korespondensi.Memeriksa pekerjaan sebelum menyerahkan.Self-assessment
KomunikasiMenjelaskan hubungan geometri menggunakan istilah dan simbol.Menyebut pasangan yang tepat dan menyusun alasan runtut.Rubrik komunikasi
Integrasi Panca Cinta
TopikAktivitasPerilaku yang DiharapkanBukti
Cinta IlmuMenguji hubungan sudut atau rasio dengan lebih dari satu cara.Teliti, ingin tahu, dan terbuka memperbaiki kesalahan.Revisi jawaban
Cinta Diri dan SesamaKerja kelompok dan tanggapan terhadap presentasi.Saling membantu dan menghargai strategi.Observasi
Cinta LingkunganMenganalisis rancangan ruang atau bahan secara efisien menggunakan data simulasi.Menjelaskan pilihan secara bertanggung jawab.Kesimpulan LKPD
Cinta Tanah AirMenggunakan konteks lingkungan madrasah/lokal secara akurat.Tidak membuat klaim faktual tanpa data.Produk
Cinta Allah dan Rasul-NyaRefleksi keteraturan dan kejujuran pengukuran.Bersyukur dan jujur terhadap proses.Refleksi

Langkah Pembelajaran Terperinci

Alokasi: 4 JP = 2 pertemuan, masing-masing 2 JP × 40 menit. Guru dapat menyesuaikan urutan tanpa menghilangkan salam, doa, presensi, apersepsi, tujuan, asesmen, refleksi, tindak lanjut, dan penutup.

Pertemuan 1 — membangun konsep dan penyelidikan awal (80 menit)

Kegiatan Pendahuluan
Salam, doa, presensi, dan kesiapan5 menit

Aktivitas Guru: Memberi salam; mengajak berdoa sesuai keyakinan; memeriksa kehadiran, kebersihan, kerapian, alat belajar, dan keamanan ruang; menyapa peserta didik secara positif.

Aktivitas Peserta Didik: Menjawab salam, berdoa, melaporkan kehadiran, menyiapkan alat, dan memastikan area belajar aman.

Asesmen/Bukti: Observasi kesiapan dan kebutuhan dukungan segera.

Koneksi sosial-emosional dan kesepakatan5 menit

Aktivitas Guru: Melakukan cek kondisi singkat (misalnya skala 1–5), mengingatkan bahwa salah adalah bagian dari belajar, dan menegaskan bahasa umpan balik yang santun.

Aktivitas Peserta Didik: Menunjukkan kondisi secara singkat, menyampaikan kebutuhan bantuan bila perlu, dan menyepakati aturan interaksi.

Asesmen/Bukti: Catatan nonklinis untuk dukungan pembelajaran.

Apersepsi dan diagnostik mikro10 menit

Aktivitas Guru: Mengajukan 2–3 pertanyaan prasyarat tentang memahami rasio, kesebangunan, pengukuran, dan satuan; menampilkan contoh dan noncontoh; tidak langsung membenarkan semua jawaban.

Aktivitas Peserta Didik: Menjawab secara individu, menunjukkan cara berpikir, lalu membandingkan alasan dengan pasangan.

Asesmen/Bukti: Respons awal, strategi, dan miskonsepsi yang muncul.

Tujuan, manfaat, dan kriteria keberhasilan5 menit

Aktivitas Guru: Menyampaikan tujuan pembelajaran penerapan kesebangunan, manfaatnya, produk yang diharapkan, serta indikator KKTP dengan bahasa yang dapat dipahami.

Aktivitas Peserta Didik: Mengulang tujuan dengan bahasa sendiri dan menanyakan bagian yang belum jelas.

Asesmen/Bukti: Cek pemahaman tujuan melalui satu pertanyaan lisan.

Kegiatan Inti
Orientasi masalah autentik10 menit

Aktivitas Guru: Menyajikan masalah: Kelompok siswa ingin memperkirakan tinggi sebuah objek di lingkungan madrasah tanpa memanjat. Mereka menggunakan tongkat 1,5 m dengan bayangan 2 m dan mengukur bayangan objek 8 m. Semua data diberi label simulasi sampai pengukuran lapangan dilakukan.

Aktivitas Peserta Didik: Membaca/mengamati, menandai fakta, menulis apa yang diketahui–ditanya, dan mengajukan pertanyaan.

Asesmen/Bukti: Daftar informasi, pertanyaan, dan prediksi awal.

Organisasi dan eksplorasi konkret–visual25 menit

Aktivitas Guru: Membentuk kelompok heterogen dan membagi peran; menyediakan tongkat dan bayangan, sketsa, tabel pengukuran, dan proporsi; memberi pertanyaan penuntun tanpa mengambil alih proses.

Aktivitas Peserta Didik: Membagi peran, membangun model, mencatat pola, mencoba strategi, dan memeriksa data.

Asesmen/Bukti: LKPD, model/diagram, observasi kolaborasi.

Berbagi temuan sementara10 menit

Aktivitas Guru: Memilih beberapa strategi untuk dibandingkan, termasuk jawaban yang memuat miskonsepsi secara aman dan anonim.

Aktivitas Peserta Didik: Menyajikan temuan sementara, menanggapi bukti, dan merevisi strategi.

Asesmen/Bukti: Rubrik komunikasi dan catatan miskonsepsi.

Kegiatan Penutup
Simpulan, refleksi, exit ticket, doa, salam10 menit

Aktivitas Guru: Memfasilitasi simpulan; menghubungkan kembali ke TP; memberi exit ticket satu konsep–satu alasan; menyampaikan tindak lanjut; menutup dengan doa dan salam.

Aktivitas Peserta Didik: Menulis simpulan/refleksi, mengerjakan exit ticket, mencatat tugas perbaikan/pengayaan, berdoa, dan menjawab salam.

Asesmen/Bukti: Exit ticket dan rencana kelompok fleksibel pertemuan 2.

Pertemuan 2 — aplikasi, komunikasi, dan asesmen (80 menit)

Kegiatan Pendahuluan
Salam, doa, presensi, dan tinjau ulang8 menit

Aktivitas Guru: Memberi salam, mengajak berdoa, memeriksa kehadiran/kesiapan, lalu menampilkan dua respons exit ticket untuk ditelaah.

Aktivitas Peserta Didik: Menjawab salam, berdoa, menyiapkan diri, dan memperbaiki pemahaman awal.

Asesmen/Bukti: Cek cepat konsep pertemuan 1.

Kegiatan Inti
Pendalaman masalah dan perencanaan12 menit

Aktivitas Guru: Mengajukan variasi/ekstensi masalah dan meminta setiap kelompok menetapkan strategi, pembagian tugas, bukti, dan cara verifikasi.

Aktivitas Peserta Didik: Menyusun rencana, memilih representasi, dan memprediksi hasil.

Asesmen/Bukti: Rencana kerja kelompok.

Penyelidikan terdiferensiasi25 menit

Aktivitas Guru: Memberi scaffolding bagi yang memerlukan penguatan, pertanyaan terbuka bagi kelompok siap, dan pilihan tongkat dan bayangan, sketsa, tabel pengukuran, dan proporsi; memantau dengan konferensi singkat.

Aktivitas Peserta Didik: Menyelesaikan masalah, mendokumentasikan langkah, memeriksa satuan/label, dan melakukan verifikasi.

Asesmen/Bukti: Produk LKPD, catatan konferensi, dan cek proses.

Presentasi, kritik bukti, dan perbaikan15 menit

Aktivitas Guru: Memfasilitasi gallery walk/presentasi; meminta tanggapan menggunakan pola “saya setuju/tidak setuju karena …”.

Aktivitas Peserta Didik: Menyajikan, memberi umpan balik berbasis bukti, lalu memperbaiki produk.

Asesmen/Bukti: Rubrik produk, penalaran, komunikasi, dan kolaborasi.

Formatif individual dan umpan balik10 menit

Aktivitas Guru: Memberikan soal individual yang memetakan TP; memberi umpan balik singkat tanpa mempermalukan; mencatat kebutuhan treatment.

Aktivitas Peserta Didik: Mengerjakan mandiri, menuliskan alasan, dan menandai tingkat keyakinan.

Asesmen/Bukti: Skor per TP, jenis kesalahan, dan tingkat keyakinan.

Kegiatan Penutup
Refleksi, tindak lanjut, doa, dan salam10 menit

Aktivitas Guru: Membahas strategi efektif; menetapkan remedial/pemantapan/pengayaan; menyampaikan asesmen ulang; mengajak berdoa dan menutup dengan salam.

Aktivitas Peserta Didik: Menulis apa yang sudah dikuasai, bagian yang masih perlu bantuan, dan rencana latihan; berdoa serta menjawab salam.

Asesmen/Bukti: Jurnal refleksi dan rencana treatment individual/kelompok.

C. Lampiran

Mengetahui,
Kepala Madrasah

Tanda tangan Kepala Madrasah

Drs. Sampe Baralangi, M.Sc.

NIP. -

Tana Toraja, 13 Juli 2026
Guru Mata Pelajaran

Tanda tangan Guru Mata Pelajaran

Amiruddin, S.Pd.

NIP. -

🧭

Pembelajaran Proyek Bab

Proyek dilaksanakan pada KSB-TP06 — Penerapan Kesebangunan selama 4 JP. Empat kelompok mengerjakan konteks berbeda, tetapi menguasai konsep inti yang sama.

Kelompok 1Mengukur Tinggi Objek dengan Bayangan
Kelompok 2Mengukur Tinggi Objek dengan Metode Cermin
Kelompok 3Memperbesar Motif dengan Kertas Berpetak
Kelompok 4Model Berskala Papan Nama atau Fasad Sederhana

Buka tab Proyek Kelompok Instrumen lengkap

🗓️Roster