MTK7-BR-TP02 · Mengubah Bentuk Bilangan Rasional
Materi & latihan terkait • M08Mengubah Bentuk Bilangan Rasional Konversi
Logo MTsN 1 Tana Toraja

KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA

KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN TANA TORAJA

MTsN 1 TANA TORAJA

Jl. Tengkobatu No. 290 Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan

Dokumen: Perangkat Ajar · Matematika Kelas VII · Kurikulum Merdeka Madrasah · TP 2026/2027 · MTK7-BR-TP02

Modul Ajar — Mengubah Bentuk Bilangan Rasional

BAB 2 · BILANGAN RASIONAL

A. Informasi Umum

Identitas Modul

PenyusunAmiruddin, S.Pd.
Satuan PendidikanMTsN 1 Tana Toraja
Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase D / VII (Tujuh)
Kode ModulMTK7-BR-TP02
SemesterGanjil
Bab / ElemenBab 2 — Bilangan Rasional / Bilangan
Tujuan Pembelajaran
  1. Diberikan pecahan biasa atau pecahan campuran, peserta didik dapat mengubahnya menjadi bentuk desimal sesuai dengan prosedur yang benar.
  2. Diberikan bilangan desimal atau persen, peserta didik dapat mengubahnya menjadi pecahan paling sederhana secara tepat.
Alokasi Waktu4 JP (2 × pertemuan @ 2 JP × 40 menit)
Model PembelajaranContextual Teaching and Learning (CTL)
ModaTatap muka

Karakteristik Peserta Didik

Karakteristik peserta didik dan implikasi pembelajaran — BR-TP02
AspekKarakteristik yang mungkin tampakImplikasi/Respons Guru
Tahap perkembanganPeserta didik Kelas VII umumnya berada pada awal masa remaja; kemampuan berpikir abstrak mulai berkembang tetapi masih memerlukan jembatan konkret dan visual.Gunakan urutan konkret–visual–simbolik, contoh dekat, waktu tunggu, dan pertanyaan bertahap.
Kompetensi awalMemahami pecahan senilai, nilai tempat, dan makna persen.Lakukan diagnostik mikro 3–5 menit dan bentuk dukungan berdasarkan bukti, bukan asumsi.
Keragaman penguasaanMengubah bentuk tanpa mengubah nilai serta menjaga ketepatan pembulatan.Sediakan contoh berjenjang, pasangan tutor sebaya, kelompok fleksibel, serta tugas pengayaan yang tidak sekadar menambah jumlah soal.
Bahasa dan komunikasiLatar bahasa peserta didik dapat beragam; istilah matematika dan kalimat soal panjang dapat menjadi hambatan tersendiri.Gunakan kalimat ringkas, visual, glosarium, kesempatan menjelaskan dengan bahasa sendiri, lalu tegaskan istilah baku.
Sosial dan karakterPeserta didik memerlukan peran kelompok yang jelas, rasa aman untuk salah, serta umpan balik yang santun.Tetapkan fasilitator, pencatat, penjaga alat, dan penyaji; gunakan kesepakatan kelas serta rubrik kolaborasi.
Preferensi dan aksesSebagian peserta didik lebih terbantu oleh manipulatif, gambar, gerak, bacaan terstruktur, atau media digital; akses perangkat dan internet tidak selalu sama.Sediakan model pecahan, tabel nilai tempat, garis bilangan, dan prosedur simbolik; semua aktivitas inti tetap memiliki alternatif luring.
Kebutuhan aksesibilitasKemampuan membaca, melihat, mendengar, motorik, perhatian, dan kecepatan kerja dapat bervariasi tanpa harus diberi label diagnostik.Perbesar teks bila perlu, beri kontras cukup, alternatif teks/lisan, ruang kerja, jeda, serta waktu tambahan yang proporsional.
Pemanfaatan data diagnostikHasil diagnostik digunakan untuk menentukan titik mulai dan dukungan, bukan untuk memberi cap kemampuan tetap.Tinjau ulang kelompok dan treatment setelah bukti formatif berikutnya.

Karakteristik Materi

Materi ini menekankan kesetaraan nilai antarbentuk bilangan rasional. Peserta didik belajar bahwa satu bilangan yang sama dapat dituliskan sebagai pecahan biasa, pecahan campuran, desimal, atau persen, dan mampu berpindah bentuk sesuai kebutuhan. Konsep kunci: pecahan sebagai pembagian, desimal sebagai nilai tempat, dan persen sebagai "per seratus".

Miskonsepsi dan Antisipasinya

Miskonsepsi dideteksi melalui pertanyaan, gambar kerja, alasan, dan pola kesalahan. Antisipasi dilakukan sebelum memberi aturan formal; treatment dipilih berdasarkan bukti respons peserta didik.

Peta miskonsepsi, indikator, antisipasi, dan remediasi
MiskonsepsiIndikator DeteksiAntisipasi Sebelum/Saat BelajarTindak Lanjut Remedial
Mengubah pecahan senilai cukup mengubah pembilang atau penyebut.Nilai berubah tetapi dianggap ekuivalen.Tekankan faktor yang sama pada pembilang dan penyebut.Periksa dengan model/hasil desimal.
Persen diubah ke desimal dengan menggeser koma tanpa makna.Siswa keliru pada 5% atau 125%.Hubungkan persen dengan per seratus.Gunakan tabel nilai tempat dan 100-grid.
Desimal berakhir selalu lebih kecil daripada pecahan.Siswa membandingkan bentuk, bukan nilai.Tempatkan semua bentuk pada garis bilangan.Minta konversi ke bentuk bersama.
Pembulatan dianggap sama dengan nilai tepat.Siswa menulis tanda = pada hasil pendekatan.Gunakan simbol ≈ dan sebutkan tingkat ketelitian.Bedakan kolom nilai tepat dan pendekatan.

Kompetensi Awal dan Kesiapan Belajar

Guru melakukan asesmen awal singkat (2–3 soal lisan/tulis) untuk memetakan kesiapan: (a) menyederhanakan pecahan, (b) membaca nilai desimal, (c) memahami arti persen. Hasilnya dipakai untuk pengelompokan diferensiasi.

Kompetensi Awal

Peserta didik telah memahami konsep bilangan rasional dan mampu mengenali pembilang serta penyebut (prasyarat dari BR-TP01).

Dimensi Profil Lulusan dan Panca Cinta

DimensiPerwujudan dalam Pembelajaran
Bernalar KritisMenganalisis kesetaraan bentuk bilangan dan memeriksa kebenaran konversi.
MandiriMenyelesaikan LKPD konversi bentuk secara bertanggung jawab.
Bergotong RoyongBerdiskusi dan saling memeriksa hasil dalam kelompok.
Beriman & Berakhlak MuliaJujur dalam menghitung takaran/pembagian hasil, mensyukuri hasil bumi Toraja.
Cinta Allah & Rasul Cinta Ilmu Cinta Diri & Sesama Cinta Lingkungan Cinta Tanah Air

Sarana, Prasarana, Aksesibilitas, dan Persiapan

  • Batang pecahan/kertas lipat, kartu bentuk, penggaris, grid 100, perangkat digital opsional.
  • Guru menyiapkan versi cetak ketika internet tidak tersedia.
  • Instruksi disajikan lisan, tertulis, visual, dan melalui manipulatif tanpa memberi label gaya belajar tetap.
  • Semua data konteks yang dibuat untuk kegiatan diberi label simulasi.

Diferensiasi Pembelajaran

Perlu Penguatan Prasyarat

Gunakan benda konkret, kertas lipat, satu utuh yang jelas, dan soal satu langkah.

Siap dengan Dukungan

Gunakan batang pecahan, grid 100, pertanyaan penuntun, dan pasangan belajar.

Siap Pengayaan

Gunakan bilangan lebih dari satu, bentuk tidak lazim, dan masalah transfer terbuka.

B. Komponen Inti

Landasan Kurikuler dan Capaian Pembelajaran

CP resmi Elemen Bilangan Fase D: peserta didik dapat membaca, menulis, dan membandingkan bilangan bulat, bilangan rasional dan irasional, bilangan desimal, bilangan berpangkat bulat dan akar, bilangan dalam notasi ilmiah; menerapkan operasi aritmetika pada bilangan real; serta memberikan estimasi/perkiraan dalam menyelesaikan masalah.

Kompetensi yang dipilih: konversi pecahan, pecahan campuran, desimal, dan persen dengan mempertahankan kesetaraan nilai.

Lingkup modul: tidak memasukkan operasi bilangan rasional yang menjadi fokus modul berikutnya.

Tujuan Pembelajaran

  1. TP1Diberikan pecahan biasa atau pecahan campuran, peserta didik dapat mengubahnya menjadi bentuk desimal sesuai dengan prosedur yang benar.
  2. TP2Diberikan bilangan desimal atau persen, peserta didik dapat mengubahnya menjadi pecahan paling sederhana secara tepat.

Matriks Keselarasan

Matriks CP–TP–aktivitas–media–asesmen–KKTP
TPTujuan PembelajaranAktivitasMediaAsesmenKKTPBukti Belajar
TP1Diberikan pecahan biasa atau pecahan campuran, peserta didik dapat mengubahnya menjadi bentuk desimal sesuai dengan prosedur yang benar.Mengamati model dan mengklasifikasi bentuk.Model area, batang pecahan, kartu bentuk.LKPD, observasi, latihan formatif, formatif akhirTercapai jika skor ≥75 dan bukti esensial benarModel, jawaban, alasan, refleksi
TP2Diberikan bilangan desimal atau persen, peserta didik dapat mengubahnya menjadi pecahan paling sederhana secara tepat.Menganalisis komponen dan makna representasi.Batang pecahan dan garis bilangan.LKPD, observasi, latihan formatif, formatif akhirTercapai jika skor ≥75 dan bukti esensial benarModel, jawaban, alasan, refleksi

Pemahaman Bermakna dan Pertanyaan Pemantik

Satu nilai bilangan dapat disajikan dalam berbagai bentuk; memilih bentuk yang tepat memudahkan perhitungan dalam kehidupan nyata (harga, diskon, takaran).

Pertanyaan Pemantik

  • Kalau harga kopi turun 25%, berapa bagian harga yang berkurang dalam bentuk pecahan?
  • Mengapa 0,75 sama dengan 3/4? Bagaimana membuktikannya?

Pembelajaran Mendalam

PrinsipWujud Nyata
BerkesadaranPeserta didik sadar tujuan: dapat berpindah bentuk bilangan sesuai kebutuhan.
BermaknaKonversi dikaitkan dengan diskon pasar & takaran hasil bumi Toraja.
MenggembirakanAktivitas memotong kertas & permainan mencocokkan bentuk setara.
ReflektifRefleksi di akhir: bentuk mana yang paling mudah untuk tiap situasi.

Masalah Autentik, Model Pembelajaran, dan Bukti Belajar

Koperasi madrasah menampilkan potongan harga dalam tiga bentuk: 1/4 harga, 0,25 dari harga, dan 25%. Peserta didik harus memeriksa kesetaraan, memilih bentuk yang paling komunikatif, dan menjelaskan prosedur konversinya. Data merupakan simulasi pembelajaran.
Sintaks Problem Based Learning
TahapAktivitas guruAktivitas peserta didikPertanyaan pemantikMediaWaktuProdukAsesmen formatif
OrientasiMenyajikan masalah simulasi dan tujuan.Menandai informasi, bentuk bilangan, dan pertanyaan.Apakah bentuk yang berbeda selalu berbeda nilai?Kartu konteks15 menitCatatan awalPertanyaan lisan
MengorganisasiMembentuk kelompok dan menjelaskan peran.Menetapkan pembaca, pemodel, pemeriksa, penyaji.Bukti apa yang perlu dibuat?LKPD15 menitRencana kerjaCek rencana
PenyelidikanMemberi pertanyaan penuntun tanpa memberi jawaban.Membuat model, melakukan konversi, dan memeriksa kesetaraan.Bagaimana membuktikan nilai tetap?Batang pecahan, grid 100, garis bilangan55 menitModel dan solusiObservasi dan umpan balik
PenyajianMemfasilitasi presentasi dan tanggapan.Menyajikan strategi dan membandingkan efisiensi.Representasi mana paling komunikatif?Poster/slide25 menitPresentasiRubrik komunikasi
EvaluasiMenuntun refleksi dan tindak lanjut.Merevisi jawaban dan menulis kesimpulan.Bagaimana kamu memeriksa hasil?Rubrik/exit ticket10 menitRefleksiExit ticket
Matriks Pembelajaran Mendalam
TahapPengalaman BelajarAktivitas nyata peserta didikPrinsipBukti
AwalMemahamiMembaca tujuan, memeriksa pengetahuan awal, dan menuliskan prediksi.BerkesadaranPrediksi dan diagnostik mikro
EksplorasiMemahamiMembagi satu utuh secara adil, mengamati pola, dan menghubungkan model dengan simbol.BermaknaModel konkret/visual
PenyelidikanMengaplikasiMenyelesaikan masalah autentik dengan lebih dari satu representasi.Bermakna dan menggembirakanLKPD dan produk kelompok
AkhirMerefleksiMembandingkan strategi, memeriksa kesalahan, dan menetapkan langkah perbaikan.BerkesadaranRefleksi dan exit ticket
Integrasi Dimensi Profil Lulusan dan Panca Cinta
AspekAktivitas nyataIndikator perilakuBukti/Instrumen
Penalaran kritisMemeriksa kesetaraan dua representasi.Menggunakan bukti model atau perhitungan yang konsisten.LKPD dan rubrik penalaran
KolaborasiMenjalankan peran kelompok.Mendengar, berbagi tugas, dan menanggapi secara santun.Lembar observasi
KemandirianMemilih strategi dan memperbaiki kesalahan.Menggunakan umpan balik tanpa menunggu jawaban guru.Refleksi
KomunikasiMenjelaskan simbol, model, dan kesimpulan.Istilah pembilang, penyebut, desimal, dan persen digunakan tepat.Rubrik presentasi
Cinta IlmuMencari alasan dan memeriksa bukti.Teliti, ingin tahu, dan tidak puas dengan tebakan.Catatan penyelidikan
Cinta Diri dan SesamaMemberi bantuan yang tidak mengambil alih.Menghargai variasi strategi dan tempo belajar.Observasi kelompok

Langkah Pembelajaran Terperinci

Alokasi: 4 JP = 2 pertemuan, masing-masing 2 JP × 40 menit. Guru dapat menyesuaikan urutan tanpa menghilangkan salam, doa, presensi, apersepsi, tujuan, asesmen, refleksi, tindak lanjut, dan penutup.

Pertemuan 1 — membangun konsep dan penyelidikan awal (80 menit)

Kegiatan Pendahuluan
Salam, doa, presensi, dan kesiapan5 menit

Aktivitas Guru: Memberi salam; mengajak berdoa sesuai keyakinan; memeriksa kehadiran, kebersihan, kerapian, alat belajar, dan keamanan ruang; menyapa peserta didik secara positif.

Aktivitas Peserta Didik: Menjawab salam, berdoa, melaporkan kehadiran, menyiapkan alat, dan memastikan area belajar aman.

Asesmen/Bukti: Observasi kesiapan dan kebutuhan dukungan segera.

Koneksi sosial-emosional dan kesepakatan5 menit

Aktivitas Guru: Melakukan cek kondisi singkat (misalnya skala 1–5), mengingatkan bahwa salah adalah bagian dari belajar, dan menegaskan bahasa umpan balik yang santun.

Aktivitas Peserta Didik: Menunjukkan kondisi secara singkat, menyampaikan kebutuhan bantuan bila perlu, dan menyepakati aturan interaksi.

Asesmen/Bukti: Catatan nonklinis untuk dukungan pembelajaran.

Apersepsi dan diagnostik mikro10 menit

Aktivitas Guru: Mengajukan 2–3 pertanyaan prasyarat tentang memahami pecahan senilai, nilai tempat, dan makna persen; menampilkan contoh dan noncontoh; tidak langsung membenarkan semua jawaban.

Aktivitas Peserta Didik: Menjawab secara individu, menunjukkan cara berpikir, lalu membandingkan alasan dengan pasangan.

Asesmen/Bukti: Respons awal, strategi, dan miskonsepsi yang muncul.

Tujuan, manfaat, dan kriteria keberhasilan5 menit

Aktivitas Guru: Menyampaikan tujuan pembelajaran mengubah bentuk bilangan rasional, manfaatnya, produk yang diharapkan, serta indikator KKTP dengan bahasa yang dapat dipahami.

Aktivitas Peserta Didik: Mengulang tujuan dengan bahasa sendiri dan menanyakan bagian yang belum jelas.

Asesmen/Bukti: Cek pemahaman tujuan melalui satu pertanyaan lisan.

Kegiatan Inti
Orientasi masalah autentik10 menit

Aktivitas Guru: Menyajikan masalah: Koperasi madrasah menampilkan potongan harga dalam tiga bentuk: 1/4 harga, 0,25 dari harga, dan 25%. Peserta didik harus memeriksa kesetaraan, memilih bentuk yang paling komunikatif, dan menjelaskan prosedur konversinya. Data merupakan simulasi pembelajaran.

Aktivitas Peserta Didik: Membaca/mengamati, menandai fakta, menulis apa yang diketahui–ditanya, dan mengajukan pertanyaan.

Asesmen/Bukti: Daftar informasi, pertanyaan, dan prediksi awal.

Organisasi dan eksplorasi konkret–visual25 menit

Aktivitas Guru: Membentuk kelompok heterogen dan membagi peran; menyediakan model pecahan, tabel nilai tempat, garis bilangan, dan prosedur simbolik; memberi pertanyaan penuntun tanpa mengambil alih proses.

Aktivitas Peserta Didik: Membagi peran, membangun model, mencatat pola, mencoba strategi, dan memeriksa data.

Asesmen/Bukti: LKPD, model/diagram, observasi kolaborasi.

Berbagi temuan sementara10 menit

Aktivitas Guru: Memilih beberapa strategi untuk dibandingkan, termasuk jawaban yang memuat miskonsepsi secara aman dan anonim.

Aktivitas Peserta Didik: Menyajikan temuan sementara, menanggapi bukti, dan merevisi strategi.

Asesmen/Bukti: Rubrik komunikasi dan catatan miskonsepsi.

Kegiatan Penutup
Simpulan, refleksi, exit ticket, doa, salam10 menit

Aktivitas Guru: Memfasilitasi simpulan; menghubungkan kembali ke TP; memberi exit ticket satu konsep–satu alasan; menyampaikan tindak lanjut; menutup dengan doa dan salam.

Aktivitas Peserta Didik: Menulis simpulan/refleksi, mengerjakan exit ticket, mencatat tugas perbaikan/pengayaan, berdoa, dan menjawab salam.

Asesmen/Bukti: Exit ticket dan rencana kelompok fleksibel pertemuan 2.

Pertemuan 2 — aplikasi, komunikasi, dan asesmen (80 menit)

Kegiatan Pendahuluan
Salam, doa, presensi, dan tinjau ulang8 menit

Aktivitas Guru: Memberi salam, mengajak berdoa, memeriksa kehadiran/kesiapan, lalu menampilkan dua respons exit ticket untuk ditelaah.

Aktivitas Peserta Didik: Menjawab salam, berdoa, menyiapkan diri, dan memperbaiki pemahaman awal.

Asesmen/Bukti: Cek cepat konsep pertemuan 1.

Kegiatan Inti
Pendalaman masalah dan perencanaan12 menit

Aktivitas Guru: Mengajukan variasi/ekstensi masalah dan meminta setiap kelompok menetapkan strategi, pembagian tugas, bukti, dan cara verifikasi.

Aktivitas Peserta Didik: Menyusun rencana, memilih representasi, dan memprediksi hasil.

Asesmen/Bukti: Rencana kerja kelompok.

Penyelidikan terdiferensiasi25 menit

Aktivitas Guru: Memberi scaffolding bagi yang memerlukan penguatan, pertanyaan terbuka bagi kelompok siap, dan pilihan model pecahan, tabel nilai tempat, garis bilangan, dan prosedur simbolik; memantau dengan konferensi singkat.

Aktivitas Peserta Didik: Menyelesaikan masalah, mendokumentasikan langkah, memeriksa satuan/label, dan melakukan verifikasi.

Asesmen/Bukti: Produk LKPD, catatan konferensi, dan cek proses.

Presentasi, kritik bukti, dan perbaikan15 menit

Aktivitas Guru: Memfasilitasi gallery walk/presentasi; meminta tanggapan menggunakan pola “saya setuju/tidak setuju karena …”.

Aktivitas Peserta Didik: Menyajikan, memberi umpan balik berbasis bukti, lalu memperbaiki produk.

Asesmen/Bukti: Rubrik produk, penalaran, komunikasi, dan kolaborasi.

Formatif individual dan umpan balik10 menit

Aktivitas Guru: Memberikan soal individual yang memetakan TP; memberi umpan balik singkat tanpa mempermalukan; mencatat kebutuhan treatment.

Aktivitas Peserta Didik: Mengerjakan mandiri, menuliskan alasan, dan menandai tingkat keyakinan.

Asesmen/Bukti: Skor per TP, jenis kesalahan, dan tingkat keyakinan.

Kegiatan Penutup
Refleksi, tindak lanjut, doa, dan salam10 menit

Aktivitas Guru: Membahas strategi efektif; menetapkan remedial/pemantapan/pengayaan; menyampaikan asesmen ulang; mengajak berdoa dan menutup dengan salam.

Aktivitas Peserta Didik: Menulis apa yang sudah dikuasai, bagian yang masih perlu bantuan, dan rencana latihan; berdoa serta menjawab salam.

Asesmen/Bukti: Jurnal refleksi dan rencana treatment individual/kelompok.

C. Lampiran

Mengetahui,
Kepala Madrasah

Tanda tangan Kepala Madrasah

Drs. Sampe Baralangi, M.Sc.

NIP. -

Tana Toraja, 13 Juli 2026
Guru Mata Pelajaran

Tanda tangan Guru Mata Pelajaran

Amiruddin, S.Pd.

NIP. -

🗓️Roster