Gunakan kelompok benda, penjumlahan berulang, dan pasangan bilangan kecil.

KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN TANA TORAJA
MTsN 1 TANA TORAJA
Jl. Tengkobatu No. 290 Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan
Modul Ajar — Perbandingan Bertingkat
BAB 3 · RASIO DAN PERBANDINGANA. Informasi Umum
Identitas Modul
| Penyusun | Amiruddin, S.Pd. |
|---|---|
| Satuan Pendidikan | MTsN 1 Tana Toraja |
| Mata Pelajaran | Matematika |
| Fase / Kelas | Fase D / VII (Tujuh) |
| Kode Modul | MTK7-RS-TP05 |
| Semester | Ganjil |
| Bab / Elemen | Bab 3 — Rasio dan Perbandingan / Bilangan dan Pengukuran |
| Tujuan Pembelajaran |
|
| Alokasi Waktu | 2 JP (1 × pertemuan @ 2 JP × 40 menit) |
| Model Pembelajaran | Inquiry Learning (Pembelajaran Inkuiri) |
| Moda | Tatap muka |
Karakteristik Peserta Didik
| Aspek | Karakteristik yang mungkin tampak | Implikasi/Respons Guru |
|---|---|---|
| Tahap perkembangan | Peserta didik Kelas VII umumnya berada pada awal masa remaja; kemampuan berpikir abstrak mulai berkembang tetapi masih memerlukan jembatan konkret dan visual. | Gunakan urutan konkret–visual–simbolik, contoh dekat, waktu tunggu, dan pertanyaan bertahap. |
| Kompetensi awal | Menyederhanakan rasio dan menyamakan suku penghubung. | Lakukan diagnostik mikro 3–5 menit dan bentuk dukungan berdasarkan bukti, bukan asumsi. |
| Keragaman penguasaan | Menggabungkan dua rasio dengan referen yang sama secara benar. | Sediakan contoh berjenjang, pasangan tutor sebaya, kelompok fleksibel, serta tugas pengayaan yang tidak sekadar menambah jumlah soal. |
| Bahasa dan komunikasi | Latar bahasa peserta didik dapat beragam; istilah matematika dan kalimat soal panjang dapat menjadi hambatan tersendiri. | Gunakan kalimat ringkas, visual, glosarium, kesempatan menjelaskan dengan bahasa sendiri, lalu tegaskan istilah baku. |
| Sosial dan karakter | Peserta didik memerlukan peran kelompok yang jelas, rasa aman untuk salah, serta umpan balik yang santun. | Tetapkan fasilitator, pencatat, penjaga alat, dan penyaji; gunakan kesepakatan kelas serta rubrik kolaborasi. |
| Preferensi dan akses | Sebagian peserta didik lebih terbantu oleh manipulatif, gambar, gerak, bacaan terstruktur, atau media digital; akses perangkat dan internet tidak selalu sama. | Sediakan kartu rasio, tabel bertingkat, diagram batang, dan simbol; semua aktivitas inti tetap memiliki alternatif luring. |
| Kebutuhan aksesibilitas | Kemampuan membaca, melihat, mendengar, motorik, perhatian, dan kecepatan kerja dapat bervariasi tanpa harus diberi label diagnostik. | Perbesar teks bila perlu, beri kontras cukup, alternatif teks/lisan, ruang kerja, jeda, serta waktu tambahan yang proporsional. |
| Pemanfaatan data diagnostik | Hasil diagnostik digunakan untuk menentukan titik mulai dan dukungan, bukan untuk memberi cap kemampuan tetap. | Tinjau ulang kelompok dan treatment setelah bukti formatif berikutnya. |
Karakteristik Materi
Perbandingan bertingkat menyatakan tiga besaran dalam bentuk a : b : c. Sering diperlukan menggabungkan dua rasio dengan menyamakan besaran penghubung. Digunakan untuk membagi jumlah total sesuai rasio.
Miskonsepsi dan Antisipasinya
Miskonsepsi dideteksi melalui pertanyaan, gambar kerja, alasan, dan pola kesalahan. Antisipasi dilakukan sebelum memberi aturan formal; treatment dipilih berdasarkan bukti respons peserta didik.
| Miskonsepsi | Indikator Deteksi | Antisipasi Sebelum/Saat Belajar | Tindak Lanjut Remedial |
|---|---|---|---|
| Dua rasio langsung digabung tanpa menyamakan suku penghubung. | Siswa menulis a:b dan b:c sebagai a:b:c tanpa penyesuaian. | Samakan nilai bagian b terlebih dahulu. | Gunakan bar model dan KPK. |
| Urutan besaran tidak dijaga. | Label A, B, C tertukar. | Gunakan tabel kolom tetap. | Minta siswa menulis kalimat rasio. |
| Penyederhanaan dilakukan sebelum rasio lengkap terbentuk. | Informasi hilang. | Gabungkan lalu sederhanakan serentak. | Periksa kembali dua rasio asal. |
| Rasio bertingkat dianggap tiga pecahan terpisah. | Hubungan bersama tidak terlihat. | Gunakan diagram batang tersambung. | Minta verifikasi pasangan A:B dan B:C. |
Kompetensi Awal dan Kesiapan Belajar
Guru memberi 2 soal awal (bagi 60 dengan rasio 2:3; gabung A:B=2:3 & B:C=3:4) untuk memetakan kesiapan.
Kompetensi Awal
Peserta didik telah menguasai perbandingan senilai & rasio ekuivalen (RS-TP02 & TP03).
Dimensi Profil Lulusan dan Panca Cinta
| Dimensi | Perwujudan dalam Pembelajaran |
|---|---|
| Bernalar Kritis | Menggabungkan & menyelesaikan tiga rasio. |
| Mandiri | Membagi total sesuai rasio secara mandiri. |
| Bergotong Royong | Berdiskusi bagi hasil yang adil. |
| Beriman & Berakhlak Mulia | Adil & jujur dalam pembagian. |
Sarana, Prasarana, Aksesibilitas, dan Persiapan
- Kartu dua warna, tabel rasio, penggaris, kertas berpetak, dan perangkat digital opsional.
- Instruksi multimodal tanpa melabeli gaya belajar peserta didik secara tetap.
- Versi cetak disiapkan ketika koneksi tidak tersedia.
- Semua data buatan diberi label simulasi.
Diferensiasi Pembelajaran
Gunakan tabel rasio, pertanyaan penuntun, dan pasangan belajar suportif.
Gunakan nilai lebih besar, rasio tidak sederhana, dan masalah terbuka.
B. Komponen Inti
Landasan Kurikuler dan Capaian Pembelajaran
CP resmi Elemen Bilangan Fase D (penggalan relevan): peserta didik menggunakan pengertian rasio, skala, proporsi, dan laju perubahan dalam penyelesaian masalah.
Kompetensi terpilih: menggabungkan dua rasio yang memiliki besaran perantara, menyetarakan suku tengah, menentukan rasio tiga besaran, dan membagi jumlah berdasarkan rasio bertingkat.
Lingkup modul: kompetensi dibatasi pada tujuan di bawah agar tidak tumpang tindih dengan modul berikutnya.
Tujuan Pembelajaran
- TP1Diberikan dua rasio yang memiliki satu besaran perantara, peserta didik dapat mengidentifikasi suku penghubung dan menyetarakan nilainya dengan benar.
- TP2Diberikan dua rasio bertingkat, peserta didik dapat menentukan rasio gabungan tiga besaran menggunakan kelipatan yang sesuai secara tepat.
Matriks Keselarasan
| TP | Rumusan | Aktivitas | Media | Asesmen | KKTP | Bukti Belajar |
|---|---|---|---|---|---|---|
| TP1 | Diberikan dua rasio yang memiliki satu besaran perantara, peserta didik dapat mengidentifikasi suku penghubung dan menyetarakan nilainya dengan benar. | Model dan identifikasi | Kartu/tabel rasio | Formatif TP1 | Minimal 75 dan kompetensi TP1 tidak Belum Tercapai | Jawaban, model, dan alasan TP1 |
| TP2 | Diberikan dua rasio bertingkat, peserta didik dapat menentukan rasio gabungan tiga besaran menggunakan kelipatan yang sesuai secara tepat. | Notasi/tabel | Tabel/diagram | Formatif TP2 | Minimal 75 dan kompetensi TP2 tidak Belum Tercapai | Jawaban, model, dan alasan TP2 |
Pemahaman Bermakna dan Pertanyaan Pemantik
Perbandingan bertingkat memungkinkan membagi sesuatu secara adil ke tiga pihak atau lebih sesuai kesepakatan rasio.
Pertanyaan Pemantik
- Hasil panen 90 kg dibagi 3 pihak dengan rasio 2:3:4. Berapa masing-masing?
- Jika A:B = 2:3 dan B:C = 3:4, bagaimana A:B:C?
Pembelajaran Mendalam
| Prinsip | Wujud Nyata |
|---|---|
| Berkesadaran | Sadar pembagian adil butuh rasio. |
| Bermakna | Membagi hasil panen kopi Toraja. |
| Menggembirakan | Aktivitas simulasi bagi hasil. |
| Reflektif | Refleksi keadilan pembagian sesuai rasio. |
Masalah Autentik, Model Pembelajaran, dan Bukti Belajar
| Tahap | Aktivitas Guru | Aktivitas Peserta Didik | Pertanyaan Guru | Media | Waktu | Produk | Asesmen Formatif | Dimensi Profil Lulusan | Panca Cinta | Prinsip |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1. Orientasi pada masalah | Menyajikan masalah, tujuan, dan kriteria keberhasilan. | Mengamati, menuliskan informasi, dan membuat prediksi. | Apa dua besaran yang dibandingkan? | Kartu dua warna/tabel | 15 menit | Daftar informasi dan prediksi | Pertanyaan diagnostik mikro | Penalaran kritis, komunikasi | Cinta Ilmu | Berkesadaran |
| 2. Mengorganisasi peserta didik | Membentuk kelompok dan membagi peran. | Menetapkan pencatat, penyusun model, pemeriksa, dan penyaji. | Bagaimana urutan kerja agar semua anggota berkontribusi? | LKPD | 10 menit | Pembagian peran | Observasi kolaborasi | Kolaborasi, kemandirian | Cinta Diri dan Sesama | Menggembirakan |
| 3. Membimbing penyelidikan | Memberi pertanyaan penuntun tanpa mengambil alih strategi. | Membangun model, tabel, notasi, dan alasan. | Apakah kedua suku dibandingkan dengan referen dan satuan yang jelas? | Media rasio offline | 45 menit | Model dan tabel rasio | Umpan balik formatif | Penalaran kritis, kreativitas | Cinta Ilmu | Bermakna |
| 4. Menyajikan hasil | Memfasilitasi presentasi dan tanggapan berbasis bukti. | Menjelaskan urutan besaran, strategi, dan hasil. | Bukti apa yang menunjukkan rasiomu tepat? | Poster/tampilan digital | 25 menit | Presentasi rekomendasi | Rubrik produk dan komunikasi | Komunikasi, kolaborasi | Cinta Tanah Air melalui penggunaan konteks yang akurat | Bermakna |
| 5. Mengevaluasi proses | Menuntun refleksi strategi dan miskonsepsi. | Membandingkan strategi, memperbaiki jawaban, dan menetapkan target. | Apa yang berubah dari prediksi awalmu? | Exit ticket | 15 menit | Refleksi individual | Penilaian diri | Kemandirian, keimanan dan ketakwaan | Cinta Allah dan Rasul-Nya secara wajar melalui syukur atas keteraturan | Berkesadaran |
| Pengalaman Belajar | Perilaku Nyata Peserta Didik | Prinsip | Bukti Belajar |
|---|---|---|---|
| Memahami | Mengelompokkan benda, menyebut referen, dan menghubungkan bahasa dengan notasi. | Berkesadaran dan bermakna | Model konkret, catatan informasi, penjelasan awal |
| Mengaplikasi | Menggunakan tabel/diagram untuk menyelesaikan masalah dan memeriksa urutan atau faktor. | Bermakna dan menggembirakan | LKPD, tabel rasio, hasil media interaktif |
| Merefleksi | Menjelaskan kesalahan, membandingkan strategi, dan menetapkan target perbaikan. | Berkesadaran | Exit ticket dan penilaian diri |
| Dimensi | Aktivitas Nyata | Indikator Perilaku | Bukti/Instrumen |
|---|---|---|---|
| Keimanan dan ketakwaan | Merefleksikan keteraturan hubungan kuantitatif secara wajar. | Mengungkapkan rasa syukur tanpa memaksakan hubungan konsep. | Catatan refleksi |
| Penalaran kritis | Memeriksa referen, urutan, faktor, dan kewajaran. | Memberi alasan berbasis model atau tabel. | Rubrik penalaran |
| Kolaborasi | Berbagi peran dalam penyelidikan. | Mendengar, menanggapi, dan menyelesaikan tugas bersama. | Lembar observasi |
| Kemandirian | Memeriksa strategi dan mengelola waktu. | Menggunakan daftar periksa sebelum menyerahkan. | Self-assessment |
| Komunikasi | Menyajikan rasio dan interpretasi. | Menggunakan istilah, simbol, dan urutan secara jelas. | Rubrik komunikasi |
| Topik | Aktivitas | Perilaku yang Diharapkan | Bukti |
|---|---|---|---|
| Cinta Ilmu | Menguji model dan alasan rasio. | Teliti, ingin tahu, dan terbuka memperbaiki kesalahan. | Revisi jawaban |
| Cinta Diri dan Sesama | Kerja kelompok dan tanggapan. | Saling membantu dan menghargai strategi. | Observasi |
| Cinta Lingkungan | Menggunakan data simulasi komposisi bahan secara hemat. | Menjelaskan pilihan penggunaan bahan secara bertanggung jawab. | Kesimpulan LKPD |
| Cinta Tanah Air | Menggunakan konteks madrasah/lokal hanya secara akurat dan berlabel simulasi. | Tidak membuat klaim faktual tanpa data. | Produk |
| Cinta Allah dan Rasul-Nya | Refleksi keteraturan dan kejujuran dalam perhitungan. | Bersyukur dan jujur terhadap hasil. | Refleksi |
Langkah Pembelajaran Terperinci
Alokasi: 4 JP = 2 pertemuan, masing-masing 2 JP × 40 menit. Guru dapat menyesuaikan urutan tanpa menghilangkan salam, doa, presensi, apersepsi, tujuan, asesmen, refleksi, tindak lanjut, dan penutup.
Pertemuan 1 — membangun konsep dan penyelidikan awal (80 menit)
Kegiatan Pendahuluan
Aktivitas Guru: Memberi salam; mengajak berdoa sesuai keyakinan; memeriksa kehadiran, kebersihan, kerapian, alat belajar, dan keamanan ruang; menyapa peserta didik secara positif.
Aktivitas Peserta Didik: Menjawab salam, berdoa, melaporkan kehadiran, menyiapkan alat, dan memastikan area belajar aman.
Asesmen/Bukti: Observasi kesiapan dan kebutuhan dukungan segera.
Aktivitas Guru: Melakukan cek kondisi singkat (misalnya skala 1–5), mengingatkan bahwa salah adalah bagian dari belajar, dan menegaskan bahasa umpan balik yang santun.
Aktivitas Peserta Didik: Menunjukkan kondisi secara singkat, menyampaikan kebutuhan bantuan bila perlu, dan menyepakati aturan interaksi.
Asesmen/Bukti: Catatan nonklinis untuk dukungan pembelajaran.
Aktivitas Guru: Mengajukan 2–3 pertanyaan prasyarat tentang menyederhanakan rasio dan menyamakan suku penghubung; menampilkan contoh dan noncontoh; tidak langsung membenarkan semua jawaban.
Aktivitas Peserta Didik: Menjawab secara individu, menunjukkan cara berpikir, lalu membandingkan alasan dengan pasangan.
Asesmen/Bukti: Respons awal, strategi, dan miskonsepsi yang muncul.
Aktivitas Guru: Menyampaikan tujuan pembelajaran perbandingan bertingkat, manfaatnya, produk yang diharapkan, serta indikator KKTP dengan bahasa yang dapat dipahami.
Aktivitas Peserta Didik: Mengulang tujuan dengan bahasa sendiri dan menanyakan bagian yang belum jelas.
Asesmen/Bukti: Cek pemahaman tujuan melalui satu pertanyaan lisan.
Kegiatan Inti
Aktivitas Guru: Menyajikan masalah: Dalam data simulasi pembagian bahan, rasio A:B = 2:3 dan B:C = 4:5. Peserta didik menyetarakan bagian B, menentukan A:B:C, lalu menggunakan rasio gabungan untuk membagi jumlah tertentu.
Aktivitas Peserta Didik: Membaca/mengamati, menandai fakta, menulis apa yang diketahui–ditanya, dan mengajukan pertanyaan.
Asesmen/Bukti: Daftar informasi, pertanyaan, dan prediksi awal.
Aktivitas Guru: Membentuk kelompok heterogen dan membagi peran; menyediakan kartu rasio, tabel bertingkat, diagram batang, dan simbol; memberi pertanyaan penuntun tanpa mengambil alih proses.
Aktivitas Peserta Didik: Membagi peran, membangun model, mencatat pola, mencoba strategi, dan memeriksa data.
Asesmen/Bukti: LKPD, model/diagram, observasi kolaborasi.
Aktivitas Guru: Memilih beberapa strategi untuk dibandingkan, termasuk jawaban yang memuat miskonsepsi secara aman dan anonim.
Aktivitas Peserta Didik: Menyajikan temuan sementara, menanggapi bukti, dan merevisi strategi.
Asesmen/Bukti: Rubrik komunikasi dan catatan miskonsepsi.
Kegiatan Penutup
Aktivitas Guru: Memfasilitasi simpulan; menghubungkan kembali ke TP; memberi exit ticket satu konsep–satu alasan; menyampaikan tindak lanjut; menutup dengan doa dan salam.
Aktivitas Peserta Didik: Menulis simpulan/refleksi, mengerjakan exit ticket, mencatat tugas perbaikan/pengayaan, berdoa, dan menjawab salam.
Asesmen/Bukti: Exit ticket dan rencana kelompok fleksibel pertemuan 2.
Pertemuan 2 — aplikasi, komunikasi, dan asesmen (80 menit)
Kegiatan Pendahuluan
Aktivitas Guru: Memberi salam, mengajak berdoa, memeriksa kehadiran/kesiapan, lalu menampilkan dua respons exit ticket untuk ditelaah.
Aktivitas Peserta Didik: Menjawab salam, berdoa, menyiapkan diri, dan memperbaiki pemahaman awal.
Asesmen/Bukti: Cek cepat konsep pertemuan 1.
Kegiatan Inti
Aktivitas Guru: Mengajukan variasi/ekstensi masalah dan meminta setiap kelompok menetapkan strategi, pembagian tugas, bukti, dan cara verifikasi.
Aktivitas Peserta Didik: Menyusun rencana, memilih representasi, dan memprediksi hasil.
Asesmen/Bukti: Rencana kerja kelompok.
Aktivitas Guru: Memberi scaffolding bagi yang memerlukan penguatan, pertanyaan terbuka bagi kelompok siap, dan pilihan kartu rasio, tabel bertingkat, diagram batang, dan simbol; memantau dengan konferensi singkat.
Aktivitas Peserta Didik: Menyelesaikan masalah, mendokumentasikan langkah, memeriksa satuan/label, dan melakukan verifikasi.
Asesmen/Bukti: Produk LKPD, catatan konferensi, dan cek proses.
Aktivitas Guru: Memfasilitasi gallery walk/presentasi; meminta tanggapan menggunakan pola “saya setuju/tidak setuju karena …”.
Aktivitas Peserta Didik: Menyajikan, memberi umpan balik berbasis bukti, lalu memperbaiki produk.
Asesmen/Bukti: Rubrik produk, penalaran, komunikasi, dan kolaborasi.
Aktivitas Guru: Memberikan soal individual yang memetakan TP; memberi umpan balik singkat tanpa mempermalukan; mencatat kebutuhan treatment.
Aktivitas Peserta Didik: Mengerjakan mandiri, menuliskan alasan, dan menandai tingkat keyakinan.
Asesmen/Bukti: Skor per TP, jenis kesalahan, dan tingkat keyakinan.
Kegiatan Penutup
Aktivitas Guru: Membahas strategi efektif; menetapkan remedial/pemantapan/pengayaan; menyampaikan asesmen ulang; mengajak berdoa dan menutup dengan salam.
Aktivitas Peserta Didik: Menulis apa yang sudah dikuasai, bagian yang masih perlu bantuan, dan rencana latihan; berdoa serta menjawab salam.
Asesmen/Bukti: Jurnal refleksi dan rencana treatment individual/kelompok.
C. Lampiran
Mengetahui,
Kepala Madrasah

Drs. Sampe Baralangi, M.Sc.
NIP. -
Tana Toraja, 13 Juli 2026
Guru Mata Pelajaran

Amiruddin, S.Pd.
NIP. -
LKPD Terstruktur
Petunjuk dan pembagian peran
- Baca masalah dan tetapkan dua besaran serta urutannya.
- Pilih peran: pencatat, penyusun model, pemeriksa, dan penyaji.
- Gunakan benda/tabel sebelum simbol.
- Periksa satuan, referen, urutan, dan kewajaran.
Bahan Bacaan
Konsep inti
- Rasio bertingkat menghubungkan lebih dari dua besaran melalui satu suku perantara.
- Nilai suku perantara harus disetarakan sebelum rasio digabungkan.
- KPK dari dua nilai perantara dapat digunakan untuk menentukan faktor pengali.
- Pembagian total dilakukan dengan membagi total oleh jumlah seluruh bagian rasio, lalu mengalikan nilai satu bagian.
Contoh dan noncontoh
2 kartu kuning dan 3 kartu hijau: rasio kuning terhadap hijau = 2 : 3.
Menulis 3 : 2 tanpa mengubah kalimat menjadi hijau terhadap kuning adalah pertukaran urutan yang salah.
Miskonsepsi
- Menganggap rasio hanya selisih dua nilai.
- Tidak menyebut besaran atau referen yang dibandingkan.
- Mengalikan hanya satu suku saat membuat rasio ekuivalen.
- Mencampur besaran yang satuannya belum disetarakan.
Sumber belajar
- Buku Matematika SMP/MTs Kelas VII dan Panduan Guru.
- Capaian Pembelajaran Matematika Fase D.
- Desmos, GeoGebra, dan Polypad sebagai media tambahan.
Materi Slide Interaktif
Latihan Formatif Interaktif Terbimbing — 20 Langkah
Petunjuk muncul setelah dua percobaan. Kesempatan mencoba kembali tidak mengurangi nilai karena bagian ini untuk belajar.
0 dari 20 langkah selesai (0%)
Masalah 1
Gabungkan A:B=2:3 dan B:C=4:5.
Masalah 2
Gabungkan P:Q=3:5 dan Q:R=10:7.
Masalah 3
Rasio A:B:C=2:3:5 dan total 100. Tentukan setiap bagian.
Masalah 4
Rasio X:Y=4:7 dan Y:Z=14:9. Tentukan X:Y:Z.
Masalah 5
Rasio kelompok M:N:O=3:4:5 dengan total 144.
Terakhir disimpan: belum tersimpan
Asesmen
🧭 Mulai Diagnostik BabDiagnostik Mikro Modul
Jawab sebelum pembelajaran. Hasil digunakan guru untuk menentukan bantuan awal.
Asesmen Formatif Akhir
Dikerjakan setelah pembelajaran tanpa petunjuk otomatis dan dibandingkan dengan hasil diagnostik bab pada perangkat yang sama.
Buka Formatif AkhirAsesmen Sumatif Modul
Enam soal tanpa pembahasan otomatis. Batas ketercapaian 75 dan setiap kompetensi esensial tetap diperiksa.
Refleksi dan penilaian diri
KKTP dan Rubrik
| Kriteria | Belum Tercapai | Mulai Tercapai | Tercapai | Sangat Tercapai |
|---|---|---|---|---|
| Identifikasi besaran dan referen | Belum menunjukkan bukti yang dapat digunakan; perlu model konkret dan bimbingan langsung. | Menunjukkan sebagian bukti, tetapi masih tidak konsisten atau perlu pertanyaan penuntun. | Menunjukkan konsep/prosedur yang benar dan alasan cukup secara mandiri. | Menunjukkan bukti lengkap, membandingkan strategi, dan mentransfer konsep ke situasi baru. |
| Representasi/notasi rasio | Belum menunjukkan bukti yang dapat digunakan; perlu model konkret dan bimbingan langsung. | Menunjukkan sebagian bukti, tetapi masih tidak konsisten atau perlu pertanyaan penuntun. | Menunjukkan konsep/prosedur yang benar dan alasan cukup secara mandiri. | Menunjukkan bukti lengkap, membandingkan strategi, dan mentransfer konsep ke situasi baru. |
| Prosedur atau faktor skala | Belum menunjukkan bukti yang dapat digunakan; perlu model konkret dan bimbingan langsung. | Menunjukkan sebagian bukti, tetapi masih tidak konsisten atau perlu pertanyaan penuntun. | Menunjukkan konsep/prosedur yang benar dan alasan cukup secara mandiri. | Menunjukkan bukti lengkap, membandingkan strategi, dan mentransfer konsep ke situasi baru. |
| Alasan, pemeriksaan, dan komunikasi | Belum menunjukkan bukti yang dapat digunakan; perlu model konkret dan bimbingan langsung. | Menunjukkan sebagian bukti, tetapi masih tidak konsisten atau perlu pertanyaan penuntun. | Menunjukkan konsep/prosedur yang benar dan alasan cukup secara mandiri. | Menunjukkan bukti lengkap, membandingkan strategi, dan mentransfer konsep ke situasi baru. |
Batas ketercapaian: minimal 75 dan kompetensi esensial setiap TP tidak berada pada tingkat Belum Tercapai.
Tindak lanjut
- Belum Tercapai: model benda, pasangan kecil, dan konferensi individual.
- Mulai Tercapai: tabel rasio dan latihan paralel dengan pertanyaan penuntun.
- Tercapai: pemantapan konteks berbeda.
- Sangat Tercapai: masalah terbuka, pembuktian ekuivalensi, dan tutor sebaya terarah.
Media Interaktif — Perbandingan Bertingkat
Laboratorium Perbandingan Bertingkat Offline
Tujuan: menyetarakan suku tengah dan membentuk rasio tiga besaran.
A : B
B : C
Nilai tengah penyetara: 12
Rasio gabungan: 8 : 12 : 15
Media daring tambahan
Desmos
Tabel dan grafik hubungan dua variabel.
Buka DesmosGeoGebra Classic
Spreadsheet, grafik, dan slider.
Buka GeoGebraPolypad
Bar model, counters, dan manipulatif virtual.
Buka PolypadAlternatif cetak
Gunakan tabel berlabel, kartu faktor, penggaris, kertas berpetak, dan kalkulator sederhana sesuai materi.