Gunakan sudut konkret, lipatan kertas, pengukuran langsung, dan kisi satuan.

KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN TANA TORAJA
MTsN 1 TANA TORAJA
Jl. Tengkobatu No. 290 Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan
Modul Ajar — Hubungan Antar Sudut
BAB 5 · SUDUT DAN KESEBANGUNANA. Informasi Umum
Identitas Modul
| Penyusun | Amiruddin, S.Pd. |
|---|---|
| Satuan Pendidikan | MTsN 1 Tana Toraja |
| Mata Pelajaran | Matematika |
| Fase / Kelas | Fase D / VII (Tujuh) |
| Kode Modul | MTK7-KSB-TP01 |
| Semester | Genap |
| Bab / Elemen | Bab 5 — Sudut dan Kesebangunan / Geometri dan Pengukuran |
| Tujuan Pembelajaran |
|
| Alokasi Waktu | 4 JP (2 × pertemuan @ 2 JP × 40 menit) |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Moda | Tatap muka |
Karakteristik Peserta Didik
| Aspek | Karakteristik yang mungkin tampak | Implikasi/Respons Guru |
|---|---|---|
| Tahap perkembangan | Peserta didik Kelas VII umumnya berada pada awal masa remaja; kemampuan berpikir abstrak mulai berkembang tetapi masih memerlukan jembatan konkret dan visual. | Gunakan urutan konkret–visual–simbolik, contoh dekat, waktu tunggu, dan pertanyaan bertahap. |
| Kompetensi awal | Mengenali titik, garis, sinar, dan mengukur sudut dasar. | Lakukan diagnostik mikro 3–5 menit dan bentuk dukungan berdasarkan bukti, bukan asumsi. |
| Keragaman penguasaan | Membedakan pasangan sudut dan menggunakan syarat garis sejajar. | Sediakan contoh berjenjang, pasangan tutor sebaya, kelompok fleksibel, serta tugas pengayaan yang tidak sekadar menambah jumlah soal. |
| Bahasa dan komunikasi | Latar bahasa peserta didik dapat beragam; istilah matematika dan kalimat soal panjang dapat menjadi hambatan tersendiri. | Gunakan kalimat ringkas, visual, glosarium, kesempatan menjelaskan dengan bahasa sendiri, lalu tegaskan istilah baku. |
| Sosial dan karakter | Peserta didik memerlukan peran kelompok yang jelas, rasa aman untuk salah, serta umpan balik yang santun. | Tetapkan fasilitator, pencatat, penjaga alat, dan penyaji; gunakan kesepakatan kelas serta rubrik kolaborasi. |
| Preferensi dan akses | Sebagian peserta didik lebih terbantu oleh manipulatif, gambar, gerak, bacaan terstruktur, atau media digital; akses perangkat dan internet tidak selalu sama. | Sediakan busur derajat, lipatan, diagram berwarna, dan persamaan sudut; semua aktivitas inti tetap memiliki alternatif luring. |
| Kebutuhan aksesibilitas | Kemampuan membaca, melihat, mendengar, motorik, perhatian, dan kecepatan kerja dapat bervariasi tanpa harus diberi label diagnostik. | Perbesar teks bila perlu, beri kontras cukup, alternatif teks/lisan, ruang kerja, jeda, serta waktu tambahan yang proporsional. |
| Pemanfaatan data diagnostik | Hasil diagnostik digunakan untuk menentukan titik mulai dan dukungan, bukan untuk memberi cap kemampuan tetap. | Tinjau ulang kelompok dan treatment setelah bukti formatif berikutnya. |
Karakteristik Materi
Hubungan antar sudut: dua sudut berpelurus berjumlah 180°, berpenyiku berjumlah 90°, bertolak belakang sama besar. Pada dua garis sejajar dipotong garis lain terbentuk sudut sehadap (sama), dalam berseberangan (sama), & dalam sepihak (berjumlah 180°).
Miskonsepsi dan Antisipasinya
Miskonsepsi dideteksi melalui pertanyaan, gambar kerja, alasan, dan pola kesalahan. Antisipasi dilakukan sebelum memberi aturan formal; treatment dipilih berdasarkan bukti respons peserta didik.
| Miskonsepsi | Indikator Deteksi | Antisipasi Sebelum/Saat Belajar | Tindak Lanjut Remedial |
|---|---|---|---|
| Sudut bertolak belakang disamakan dengan sudut berdekatan. | Siswa salah memilih pasangan. | Gunakan warna dan titik potong. | Minta siswa menelusuri kaki sudut. |
| Sudut berpelurus dan berpenyiku tertukar. | Jumlah 180° dan 90° tertukar. | Gunakan garis lurus dan sudut siku-siku fisik. | Buat kartu klasifikasi. |
| Sudut sehadap/dalam berseberangan dianggap sama tanpa garis sejajar. | Syarat sejajar diabaikan. | Selalu tandai simbol garis sejajar. | Tanya “syarat apa yang diperlukan?”. |
| Besar sudut ditebak dari gambar. | Siswa mengandalkan tampilan tidak berskala. | Gunakan informasi simbolik/ukur dengan busur. | Berikan diagram sengaja tidak berskala. |
Kompetensi Awal dan Kesiapan Belajar
Guru memberi 2 soal awal (jumlah sudut lurus; ukur sudut dengan busur) untuk memetakan kesiapan.
Kompetensi Awal
Peserta didik telah mengenal sudut & cara mengukurnya dengan busur derajat.
Dimensi Profil Lulusan dan Panca Cinta
| Dimensi | Perwujudan dalam Pembelajaran |
|---|---|
| Bernalar Kritis | Menghitung sudut dari hubungannya. |
| Mandiri | Mengukur & menghitung sudut sendiri. |
| Bergotong Royong | Kolaboratif dalam proyek pengamatan. |
| Cinta Tanah Air | Mengenal geometri arsitektur Tongkonan. |
Sarana, Prasarana, Aksesibilitas, dan Persiapan
- Busur derajat, penggaris, dua stik berengsel, kertas berpetak, bangun karton, dan perangkat digital opsional.
- Instruksi multimodal tanpa memberi label gaya belajar secara permanen.
- Warna selalu disertai label atau pola agar informasi tidak hanya bergantung pada warna.
- Versi cetak disiapkan ketika koneksi tidak tersedia.
Diferensiasi Pembelajaran
Gunakan diagram berwarna, tabel korespondensi, dan pertanyaan penuntun.
Gunakan bangun diputar, data tidak langsung, dan masalah pembuktian sederhana.
B. Komponen Inti
Landasan Kurikuler dan Capaian Pembelajaran
CP resmi Elemen Geometri Fase D (penggalan relevan): peserta didik menggunakan hubungan antar-sudut pada garis berpotongan serta garis sejajar yang dipotong transversal, dan menjelaskan serta menggunakan sifat kekongruenan dan kesebangunan pada segitiga dan segiempat untuk menyelesaikan masalah.
Kompetensi terpilih: sudut berpenyiku, berpelurus, bertolak belakang, sudut pada dua garis sejajar yang dipotong transversal, dan penentuan sudut belum diketahui.
Lingkup modul: dibatasi pada tujuan di bawah agar tidak tumpang tindih dengan syarat kesebangunan segitiga pada KSB-TP03.
Tujuan Pembelajaran
- TP1Melalui pengamatan diagram perpotongan garis, busur derajat, dan situasi kontekstual, peserta didik dapat mengidentifikasi sudut berpenyiku, berpelurus, bertolak belakang, sehadap, berseberangan, dan sepihak dengan benar.
- TP2Diberikan ukuran satu sudut dan hubungan antar sudut, peserta didik dapat menentukan besar sudut yang belum diketahui menggunakan hubungan yang sesuai dengan tepat.
Matriks Keselarasan
| TP | Rumusan | Aktivitas | Media | Asesmen | KKTP | Bukti Belajar |
|---|---|---|---|---|---|---|
| TP1 | Melalui pengamatan diagram perpotongan garis, busur derajat, dan situasi kontekstual, peserta didik dapat mengidentifikasi sudut berpenyiku, berpelurus, bertolak belakang, sehadap, berseberangan, dan sepihak dengan benar. | Identifikasi dan anotasi diagram | Kartu sudut/kertas berpetak | Formatif TP1 | Minimal 75 dan TP1 tidak Belum Tercapai | Diagram, jawaban, dan alasan TP1 |
| TP2 | Diberikan ukuran satu sudut dan hubungan antar sudut, peserta didik dapat menentukan besar sudut yang belum diketahui menggunakan hubungan yang sesuai dengan tepat. | Perhitungan/korespondensi dan pemeriksaan | Diagram interaktif dan alat ukur | Formatif TP2 | Minimal 75 dan TP2 tidak Belum Tercapai | Diagram, jawaban, dan alasan TP2 |
Pemahaman Bermakna dan Pertanyaan Pemantik
Memahami hubungan antar sudut membantu menghitung sudut yang tak terukur langsung, penting dalam desain bangunan seperti atap Tongkonan.
Pertanyaan Pemantik
- Jika satu sudut atap Tongkonan 55°, berapa sudut pelurusnya?
- Mengapa dua sudut bertolak belakang selalu sama besar?
Pembelajaran Mendalam
| Prinsip | Wujud Nyata |
|---|---|
| Berkesadaran | Sadar sudut ada di bangunan sekitar. |
| Bermakna | Menyelidiki sudut pada Tongkonan. |
| Menggembirakan | Proyek mengukur sudut nyata. |
| Reflektif | Refleksi hubungan antar sudut. |
Masalah Autentik, Model Pembelajaran, dan Bukti Belajar
| Tahap | Aktivitas Guru | Aktivitas Peserta Didik | Pertanyaan Guru | Media | Waktu | Produk | Asesmen Formatif | Dimensi Profil Lulusan | Panca Cinta | Prinsip |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1. Orientasi pada masalah | Menyajikan rancangan/gambar, tujuan, dan kriteria keberhasilan. | Mengamati, menandai informasi, dan membuat prediksi. | Hubungan atau ukuran apa yang perlu dibuktikan? | Diagram, kartu sudut, atau kertas berpetak | 15 menit | Informasi dan prediksi | Diagnostik mikro | Penalaran kritis, komunikasi | Cinta Ilmu | Berkesadaran |
| 2. Mengorganisasi peserta didik | Membentuk kelompok dan membagi peran. | Menetapkan pengukur, pencatat, pemeriksa, dan penyaji. | Bagaimana memastikan setiap ukuran dan pasangan dicatat konsisten? | LKPD dan alat ukur | 10 menit | Pembagian peran | Observasi kolaborasi | Kolaborasi, kemandirian | Cinta Diri dan Sesama | Menggembirakan |
| 3. Membimbing penyelidikan | Memberi pertanyaan penuntun dan meminta bukti. | Membuat diagram, mengukur, menulis persamaan/rasio, dan memeriksa. | Posisi atau korespondensi mana yang mendukung hubunganmu? | Media geometri offline | 45 menit | Model, tabel, dan perhitungan | Umpan balik formatif | Penalaran kritis, kreativitas | Cinta Ilmu | Bermakna |
| 4. Menyajikan hasil | Memfasilitasi presentasi dan tanggapan berbasis bukti. | Menjelaskan hubungan, prosedur, hasil, dan rekomendasi. | Bukti apa yang menunjukkan solusi konsisten? | Poster/tampilan digital | 25 menit | Presentasi solusi | Rubrik produk dan komunikasi | Komunikasi, kolaborasi | Cinta Tanah Air melalui konteks akurat | Bermakna |
| 5. Mengevaluasi proses | Menuntun refleksi strategi dan miskonsepsi. | Membandingkan strategi, memperbaiki korespondensi, dan menetapkan target. | Apa yang berubah dari prediksi awalmu? | Exit ticket | 15 menit | Refleksi individual | Penilaian diri | Kemandirian, keimanan dan ketakwaan | Cinta Allah dan Rasul-Nya secara wajar | Berkesadaran |
| Pengalaman Belajar | Perilaku Nyata Peserta Didik | Prinsip | Bukti Belajar |
|---|---|---|---|
| Memahami | Menandai posisi sudut atau korespondensi titik dan menjelaskan hubungan secara verbal. | Berkesadaran dan bermakna | Diagram beranotasi dan penjelasan awal |
| Mengaplikasi | Menggunakan jumlah sudut, kesamaan sudut, atau rasio sisi untuk menyelesaikan masalah. | Bermakna dan menggembirakan | LKPD, media interaktif, solusi masalah |
| Merefleksi | Memeriksa korespondensi, satuan, hasil, dan alasan serta memperbaiki miskonsepsi. | Berkesadaran | Exit ticket dan penilaian diri |
| Dimensi | Aktivitas Nyata | Indikator Perilaku | Bukti/Instrumen |
|---|---|---|---|
| Keimanan dan ketakwaan | Merefleksikan keteraturan bentuk dan kejujuran pengukuran secara wajar. | Jujur pada hasil dan bersedia memperbaiki kesalahan. | Catatan refleksi |
| Penalaran kritis | Memeriksa posisi sudut, korespondensi, rasio, dan kewajaran hasil. | Memberi alasan berbasis diagram atau pengukuran. | Rubrik penalaran |
| Kolaborasi | Berbagi peran mengukur, mencatat, memeriksa, dan menyajikan. | Mendengar, menanggapi, dan menyelesaikan tugas bersama. | Lembar observasi |
| Kemandirian | Menggunakan daftar periksa posisi, satuan, dan korespondensi. | Memeriksa pekerjaan sebelum menyerahkan. | Self-assessment |
| Komunikasi | Menjelaskan hubungan geometri menggunakan istilah dan simbol. | Menyebut pasangan yang tepat dan menyusun alasan runtut. | Rubrik komunikasi |
| Topik | Aktivitas | Perilaku yang Diharapkan | Bukti |
|---|---|---|---|
| Cinta Ilmu | Menguji hubungan sudut atau rasio dengan lebih dari satu cara. | Teliti, ingin tahu, dan terbuka memperbaiki kesalahan. | Revisi jawaban |
| Cinta Diri dan Sesama | Kerja kelompok dan tanggapan terhadap presentasi. | Saling membantu dan menghargai strategi. | Observasi |
| Cinta Lingkungan | Menganalisis rancangan ruang atau bahan secara efisien menggunakan data simulasi. | Menjelaskan pilihan secara bertanggung jawab. | Kesimpulan LKPD |
| Cinta Tanah Air | Menggunakan konteks lingkungan madrasah/lokal secara akurat. | Tidak membuat klaim faktual tanpa data. | Produk |
| Cinta Allah dan Rasul-Nya | Refleksi keteraturan dan kejujuran pengukuran. | Bersyukur dan jujur terhadap proses. | Refleksi |
Langkah Pembelajaran Terperinci
Alokasi: 4 JP = 2 pertemuan, masing-masing 2 JP × 40 menit. Guru dapat menyesuaikan urutan tanpa menghilangkan salam, doa, presensi, apersepsi, tujuan, asesmen, refleksi, tindak lanjut, dan penutup.
Pertemuan 1 — membangun konsep dan penyelidikan awal (80 menit)
Kegiatan Pendahuluan
Aktivitas Guru: Memberi salam; mengajak berdoa sesuai keyakinan; memeriksa kehadiran, kebersihan, kerapian, alat belajar, dan keamanan ruang; menyapa peserta didik secara positif.
Aktivitas Peserta Didik: Menjawab salam, berdoa, melaporkan kehadiran, menyiapkan alat, dan memastikan area belajar aman.
Asesmen/Bukti: Observasi kesiapan dan kebutuhan dukungan segera.
Aktivitas Guru: Melakukan cek kondisi singkat (misalnya skala 1–5), mengingatkan bahwa salah adalah bagian dari belajar, dan menegaskan bahasa umpan balik yang santun.
Aktivitas Peserta Didik: Menunjukkan kondisi secara singkat, menyampaikan kebutuhan bantuan bila perlu, dan menyepakati aturan interaksi.
Asesmen/Bukti: Catatan nonklinis untuk dukungan pembelajaran.
Aktivitas Guru: Mengajukan 2–3 pertanyaan prasyarat tentang mengenali titik, garis, sinar, dan mengukur sudut dasar; menampilkan contoh dan noncontoh; tidak langsung membenarkan semua jawaban.
Aktivitas Peserta Didik: Menjawab secara individu, menunjukkan cara berpikir, lalu membandingkan alasan dengan pasangan.
Asesmen/Bukti: Respons awal, strategi, dan miskonsepsi yang muncul.
Aktivitas Guru: Menyampaikan tujuan pembelajaran hubungan antar sudut, manfaatnya, produk yang diharapkan, serta indikator KKTP dengan bahasa yang dapat dipahami.
Aktivitas Peserta Didik: Mengulang tujuan dengan bahasa sendiri dan menanyakan bagian yang belum jelas.
Asesmen/Bukti: Cek pemahaman tujuan melalui satu pertanyaan lisan.
Kegiatan Inti
Aktivitas Guru: Menyajikan masalah: Panitia keselamatan kegiatan madrasah membuat rancangan lintasan simulasi yang memuat dua jalur sejajar dan sebuah jalur penghubung. Peserta didik menentukan posisi rambu, menghitung sudut yang belum diketahui, dan memberikan alasan agar rancangan dapat dibaca secara konsisten.
Aktivitas Peserta Didik: Membaca/mengamati, menandai fakta, menulis apa yang diketahui–ditanya, dan mengajukan pertanyaan.
Asesmen/Bukti: Daftar informasi, pertanyaan, dan prediksi awal.
Aktivitas Guru: Membentuk kelompok heterogen dan membagi peran; menyediakan busur derajat, lipatan, diagram berwarna, dan persamaan sudut; memberi pertanyaan penuntun tanpa mengambil alih proses.
Aktivitas Peserta Didik: Membagi peran, membangun model, mencatat pola, mencoba strategi, dan memeriksa data.
Asesmen/Bukti: LKPD, model/diagram, observasi kolaborasi.
Aktivitas Guru: Memilih beberapa strategi untuk dibandingkan, termasuk jawaban yang memuat miskonsepsi secara aman dan anonim.
Aktivitas Peserta Didik: Menyajikan temuan sementara, menanggapi bukti, dan merevisi strategi.
Asesmen/Bukti: Rubrik komunikasi dan catatan miskonsepsi.
Kegiatan Penutup
Aktivitas Guru: Memfasilitasi simpulan; menghubungkan kembali ke TP; memberi exit ticket satu konsep–satu alasan; menyampaikan tindak lanjut; menutup dengan doa dan salam.
Aktivitas Peserta Didik: Menulis simpulan/refleksi, mengerjakan exit ticket, mencatat tugas perbaikan/pengayaan, berdoa, dan menjawab salam.
Asesmen/Bukti: Exit ticket dan rencana kelompok fleksibel pertemuan 2.
Pertemuan 2 — aplikasi, komunikasi, dan asesmen (80 menit)
Kegiatan Pendahuluan
Aktivitas Guru: Memberi salam, mengajak berdoa, memeriksa kehadiran/kesiapan, lalu menampilkan dua respons exit ticket untuk ditelaah.
Aktivitas Peserta Didik: Menjawab salam, berdoa, menyiapkan diri, dan memperbaiki pemahaman awal.
Asesmen/Bukti: Cek cepat konsep pertemuan 1.
Kegiatan Inti
Aktivitas Guru: Mengajukan variasi/ekstensi masalah dan meminta setiap kelompok menetapkan strategi, pembagian tugas, bukti, dan cara verifikasi.
Aktivitas Peserta Didik: Menyusun rencana, memilih representasi, dan memprediksi hasil.
Asesmen/Bukti: Rencana kerja kelompok.
Aktivitas Guru: Memberi scaffolding bagi yang memerlukan penguatan, pertanyaan terbuka bagi kelompok siap, dan pilihan busur derajat, lipatan, diagram berwarna, dan persamaan sudut; memantau dengan konferensi singkat.
Aktivitas Peserta Didik: Menyelesaikan masalah, mendokumentasikan langkah, memeriksa satuan/label, dan melakukan verifikasi.
Asesmen/Bukti: Produk LKPD, catatan konferensi, dan cek proses.
Aktivitas Guru: Memfasilitasi gallery walk/presentasi; meminta tanggapan menggunakan pola “saya setuju/tidak setuju karena …”.
Aktivitas Peserta Didik: Menyajikan, memberi umpan balik berbasis bukti, lalu memperbaiki produk.
Asesmen/Bukti: Rubrik produk, penalaran, komunikasi, dan kolaborasi.
Aktivitas Guru: Memberikan soal individual yang memetakan TP; memberi umpan balik singkat tanpa mempermalukan; mencatat kebutuhan treatment.
Aktivitas Peserta Didik: Mengerjakan mandiri, menuliskan alasan, dan menandai tingkat keyakinan.
Asesmen/Bukti: Skor per TP, jenis kesalahan, dan tingkat keyakinan.
Kegiatan Penutup
Aktivitas Guru: Membahas strategi efektif; menetapkan remedial/pemantapan/pengayaan; menyampaikan asesmen ulang; mengajak berdoa dan menutup dengan salam.
Aktivitas Peserta Didik: Menulis apa yang sudah dikuasai, bagian yang masih perlu bantuan, dan rencana latihan; berdoa serta menjawab salam.
Asesmen/Bukti: Jurnal refleksi dan rencana treatment individual/kelompok.
C. Lampiran
Mengetahui,
Kepala Madrasah

Drs. Sampe Baralangi, M.Sc.
NIP. -
Tana Toraja, 13 Juli 2026
Guru Mata Pelajaran

Amiruddin, S.Pd.
NIP. -
LKPD Terstruktur
Petunjuk dan pembagian peran
- Baca masalah dan tandai objek, sudut, titik, atau sisi yang bersesuaian.
- Pilih peran: pengukur, pencatat, pemeriksa, dan penyaji.
- Buat prediksi sebelum mengukur atau menghitung.
- Gunakan satuan, korespondensi, dan hubungan secara konsisten.
Bahan Bacaan
Konsep inti
- Sudut berpenyiku berjumlah 90° dan sudut berpelurus berjumlah 180°.
- Sudut bertolak belakang pada dua garis berpotongan sama besar.
- Pada dua garis sejajar yang dipotong transversal, sudut sehadap dan berseberangan sama besar, sedangkan sudut sepihak berjumlah 180°.
- Nama hubungan harus ditentukan dari posisi sudut, bukan hanya dari angka.
Contoh dan noncontoh
Contoh: hubungan ditentukan dengan posisi atau korespondensi, kemudian diperiksa melalui jumlah sudut atau rasio.
Noncontoh: menyatakan dua bangun sebangun hanya karena tampak sama, atau menamai sudut sehadap tanpa menandai garis sejajar dan transversal.
Miskonsepsi yang perlu dihindari
- Nama hubungan sudut ditentukan oleh posisi, bukan besar sudut saja.
- Sisi terpanjang tidak selalu bersesuaian jika urutan titik tidak diperiksa.
- Faktor skala harus sama untuk seluruh sisi bersesuaian.
- Rotasi atau refleksi tidak otomatis mengubah kesebangunan.
Cek pemahaman
- Apa perbedaan bertolak belakang dan berpelurus?
- Mengapa korespondensi titik perlu ditulis sebelum rasio?
- Mengapa “tampak mirip” belum membuktikan kesebangunan?
Sumber belajar
CP Matematika Fase D pada portal Kemendikdasmen, buku Matematika SMP/MTs Kelas VII, panduan guru, alat ukur, dan sumber media pada tab Media Interaktif.
Materi Slide Interaktif
Latihan Formatif Interaktif Terbimbing — 20 Langkah
Petunjuk terbuka setelah minimal dua percobaan. Percobaan tidak mengurangi nilai karena bagian ini merupakan latihan formatif.
Masalah 1: Sudut pada perpotongan jalur
Langkah 1 TP1
Langkah 2 TP1
Langkah 3 TP1
Langkah 4 TP1
Masalah 2: Sudut berpelurus pada rambu
Langkah 1 TP2
Langkah 2 TP2
Langkah 3 TP2
Langkah 4 TP2
Masalah 3: Dua arah pada sudut siku-siku
Langkah 1 TP2
Langkah 2 TP2
Langkah 3 TP2
Langkah 4 TP2
Masalah 4: Dua jalur sejajar dipotong transversal
Langkah 1 TP1
Langkah 2 TP1
Langkah 3 TP1
Langkah 4 TP1
Masalah 5: Rekomendasi rancangan lintasan
Langkah 1 TP3
Langkah 2 TP3
Langkah 3 TP3
Langkah 4 TP3
Terakhir disimpan: belum tersimpan
Asesmen
Diagnostik Mikro Modul
- Tandai satu pasangan sudut atau sisi bersesuaian.
- Tuliskan satu hubungan jumlah sudut atau rasio yang menjadi prasyarat.
- Jelaskan satu alasan singkat.
Gunakan hasilnya untuk menentukan penguatan prasyarat, dukungan, atau pengayaan.
Asesmen Sumatif Modul — tanpa petunjuk otomatis
1. Sebutkan hubungan dua sudut yang saling berhadapan pada dua garis berpotongan.
2. Pada dua garis sejajar, sudut sehadap dengan sudut 75° besarnya berapa?
3. Satu sudut berpelurus dengan 137°. Tentukan besar sudut lainnya.
4. Dua sudut berpenyiku. Jika satu sudut 28°, tentukan sudut lainnya.
5. Jelaskan mengapa sudut sepihak pada dua garis sejajar berjumlah 180° dalam diagram yang sesuai.
6. Sebuah jalur transversal memotong dua jalur sejajar. Susun langkah menentukan semua sudut jika satu sudut 64°.
KKTP dan Rubrik
| Tingkat | Deskripsi Perilaku yang Dapat Diamati | Bukti Belajar | Tindak Lanjut |
|---|---|---|---|
| Belum Tercapai | Belum dapat menandai pasangan atau memilih hubungan yang sesuai meskipun dengan alat bantu. | Diagram/pasangan tidak sesuai atau jawaban kosong. | Penguatan konkret, pengukuran langsung, dan konferensi singkat. |
| Mulai Tercapai | Dapat menyelesaikan bagian dasar dengan bantuan, tetapi masih keliru pada posisi, korespondensi, satuan, atau alasan. | Sebagian diagram dan prosedur tepat. | Latihan bertahap dan umpan balik spesifik. |
| Tercapai | Dapat menyelesaikan tugas sesuai TP secara mandiri dengan diagram, prosedur, hasil, dan alasan tepat. | Bukti konsisten; skor ≥75. | Pemantapan dan aplikasi baru. |
| Sangat Tercapai | Dapat mentransfer konsep, membandingkan strategi, dan menjelaskan generalisasi atau pembuktian sederhana. | Solusi alternatif atau masalah terbuka. | Pengayaan dan tutor sebaya terarah. |
| Aspek | Belum Tercapai | Mulai Tercapai | Tercapai | Sangat Tercapai |
|---|---|---|---|---|
| Diagram/korespondensi | Tidak menunjukkan pasangan relevan. | Sebagian pasangan benar. | Semua pasangan dan label benar. | Label benar serta menunjukkan alternatif orientasi. |
| Prosedur | Hubungan/rasio tidak sesuai. | Prosedur sebagian benar dengan bantuan. | Prosedur runtut dan benar. | Membandingkan dua strategi yang valid. |
| Alasan | Tidak ada alasan atau tidak terkait. | Alasan masih umum. | Alasan mengacu pada posisi, jumlah sudut, atau rasio. | Alasan mencakup pemeriksaan dan generalisasi. |
| Komunikasi | Istilah/simbol tidak jelas. | Sebagian istilah benar. | Istilah, simbol, dan satuan jelas. | Penjelasan ringkas, tepat, dan menanggapi pertanyaan. |
Media Interaktif
Tujuan media: membangun hubungan melalui manipulasi dan pemeriksaan, bukan menggantikan alasan matematis.
Laboratorium Hubungan Sudut
GeoGebra Geometry
Mengonstruksi, mengukur, dan menggerakkan titik untuk memeriksa hubungan sudut atau kesebangunan.
Buka GeoGebra GeometryDesmos Geometry
Membuat garis, sudut, poligon, dan korespondensi secara interaktif.
Buka Desmos GeometryMath Learning Center Geoboard
Membangun bangun datar pada kisi untuk membandingkan bentuk dan skala.
Buka Geoboard