Mulai dari model konkret, satu operasi, dan bahasa sederhana.

KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN TANA TORAJA
MTsN 1 TANA TORAJA
Jl. Tengkobatu No. 290 Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan
Modul Ajar — Membandingkan dan Mengurutkan Bilangan Rasional
BAB 2 · BILANGAN RASIONALA. Informasi Umum
Identitas Modul
| Penyusun | Amiruddin, S.Pd. |
|---|---|
| Satuan Pendidikan | MTsN 1 Tana Toraja |
| Mata Pelajaran | Matematika |
| Fase / Kelas | Fase D / VII (Tujuh) |
| Kode Modul | MTK7-BR-TP03 |
| Semester | Ganjil |
| Bab / Elemen | Bab 2 — Bilangan Rasional / Bilangan |
| Tujuan Pembelajaran |
|
| Alokasi Waktu | 4 JP (2 × pertemuan @ 2 JP × 40 menit) |
| Model Pembelajaran | Contextual Teaching and Learning (CTL) |
| Moda | Tatap muka |
Karakteristik Peserta Didik
| Aspek | Karakteristik yang mungkin tampak | Implikasi/Respons Guru |
|---|---|---|
| Tahap perkembangan | Peserta didik Kelas VII umumnya berada pada awal masa remaja; kemampuan berpikir abstrak mulai berkembang tetapi masih memerlukan jembatan konkret dan visual. | Gunakan urutan konkret–visual–simbolik, contoh dekat, waktu tunggu, dan pertanyaan bertahap. |
| Kompetensi awal | Mengubah pecahan ke bentuk yang sebanding dan menempatkannya pada garis bilangan. | Lakukan diagnostik mikro 3–5 menit dan bentuk dukungan berdasarkan bukti, bukan asumsi. |
| Keragaman penguasaan | Membandingkan bilangan rasional negatif dan bentuk campuran secara konsisten. | Sediakan contoh berjenjang, pasangan tutor sebaya, kelompok fleksibel, serta tugas pengayaan yang tidak sekadar menambah jumlah soal. |
| Bahasa dan komunikasi | Latar bahasa peserta didik dapat beragam; istilah matematika dan kalimat soal panjang dapat menjadi hambatan tersendiri. | Gunakan kalimat ringkas, visual, glosarium, kesempatan menjelaskan dengan bahasa sendiri, lalu tegaskan istilah baku. |
| Sosial dan karakter | Peserta didik memerlukan peran kelompok yang jelas, rasa aman untuk salah, serta umpan balik yang santun. | Tetapkan fasilitator, pencatat, penjaga alat, dan penyaji; gunakan kesepakatan kelas serta rubrik kolaborasi. |
| Preferensi dan akses | Sebagian peserta didik lebih terbantu oleh manipulatif, gambar, gerak, bacaan terstruktur, atau media digital; akses perangkat dan internet tidak selalu sama. | Sediakan benchmark 0, 1/2, 1, garis bilangan, penyebut sama, dan desimal; semua aktivitas inti tetap memiliki alternatif luring. |
| Kebutuhan aksesibilitas | Kemampuan membaca, melihat, mendengar, motorik, perhatian, dan kecepatan kerja dapat bervariasi tanpa harus diberi label diagnostik. | Perbesar teks bila perlu, beri kontras cukup, alternatif teks/lisan, ruang kerja, jeda, serta waktu tambahan yang proporsional. |
| Pemanfaatan data diagnostik | Hasil diagnostik digunakan untuk menentukan titik mulai dan dukungan, bukan untuk memberi cap kemampuan tetap. | Tinjau ulang kelompok dan treatment setelah bukti formatif berikutnya. |
Karakteristik Materi
Materi menekankan strategi membandingkan bilangan rasional: menyamakan penyebut, mengubah ke desimal, atau memakai garis bilangan. Peserta didik lalu mengurutkan sekumpulan bilangan rasional dalam berbagai bentuk.
Miskonsepsi dan Antisipasinya
Miskonsepsi dideteksi melalui pertanyaan, gambar kerja, alasan, dan pola kesalahan. Antisipasi dilakukan sebelum memberi aturan formal; treatment dipilih berdasarkan bukti respons peserta didik.
| Miskonsepsi | Indikator Deteksi | Antisipasi Sebelum/Saat Belajar | Tindak Lanjut Remedial |
|---|---|---|---|
| Membandingkan pecahan dengan membandingkan penyebut saja. | Siswa menyatakan penyebut terbesar berarti nilai terbesar. | Gunakan benchmark dan penyebut/pembilang bersama. | Minta alasan visual atau konversi. |
| Bilangan rasional negatif dibandingkan seperti positif. | Siswa menyatakan −3/4 > −1/2. | Gunakan garis bilangan dan jarak dari nol. | Minta siswa menunjuk posisi lebih kanan. |
| Desimal dengan lebih banyak digit selalu lebih besar. | Siswa menyatakan 0,45 < 0,5 karena 45<5 atau sebaliknya. | Gunakan nilai tempat dan nol pelengkap. | Tuliskan 0,50 dan 0,45. |
| Urutan campuran dilakukan tanpa bentuk pembanding yang konsisten. | Siswa berganti strategi dan membuat hasil kontradiktif. | Pilih satu strategi bersama untuk seluruh daftar. | Gunakan tabel konversi/benchmark. |
Kompetensi Awal dan Kesiapan Belajar
Guru memberi 2–3 soal awal (bandingkan 1/2 dan 2/5; urutkan 0,5 ; 40% ; 3/8) untuk memetakan kesiapan dan menyusun kelompok diferensiasi.
Kompetensi Awal
Peserta didik telah mampu mengubah bentuk bilangan rasional (BR-TP02) dan memahami nilai tempat desimal.
Dimensi Profil Lulusan dan Panca Cinta
| Dimensi | Perwujudan dalam Pembelajaran |
|---|---|
| Bernalar Kritis | Memilih strategi membandingkan yang paling efisien. |
| Mandiri | Mengurutkan bilangan secara mandiri di LKPD. |
| Bergotong Royong | Berdiskusi menyusun urutan kartu bilangan. |
| Beriman & Berakhlak Mulia | Jujur & adil dalam membandingkan hasil/harga. |
Sarana, Prasarana, Aksesibilitas, dan Persiapan
- Papan tulis, spidol, penggaris
- Kartu bilangan (pecahan/desimal/persen) untuk permainan mengurutkan
- LKPD BR-TP03, alat tulis
- Proyektor (opsional)
Diferensiasi Pembelajaran
Gunakan visual, pertanyaan penuntun, dan pasangan suportif.
Gunakan bentuk campuran, bilangan negatif, pembuktian, dan masalah terbuka.
B. Komponen Inti
Landasan Kurikuler dan Capaian Pembelajaran
CP resmi Elemen Bilangan Fase D: peserta didik membaca, menulis, membandingkan bilangan rasional, menerapkan operasi aritmetika pada bilangan real, dan menggunakan estimasi dalam penyelesaian masalah.
Kompetensi yang dipilih: membandingkan dan mengurutkan pecahan, desimal, dan persen positif maupun negatif dengan menggunakan bentuk ekuivalen, patokan, dan garis bilangan.
Lingkup modul: dibatasi pada materi judul modul dan tidak mengambil fokus modul berikutnya.
Tujuan Pembelajaran
- TP1Diberikan dua bilangan rasional dalam bentuk pecahan, desimal, atau persen, peserta didik dapat membandingkan nilainya menggunakan tanda <, >, atau = dengan benar.
- TP2Diberikan sekumpulan bilangan rasional dalam berbagai bentuk, peserta didik dapat mengurutkannya dari nilai terkecil ke terbesar atau sebaliknya secara tepat.
Matriks Keselarasan
| TP | Tujuan Pembelajaran | Aktivitas | Media | Asesmen | KKTP | Bukti Belajar |
|---|---|---|---|---|---|---|
| TP1 | Diberikan dua bilangan rasional dalam bentuk pecahan, desimal, atau persen, peserta didik dapat membandingkan nilainya menggunakan tanda <, >, atau = dengan benar. | Menganalisis representasi dan membangun model. | Batang pecahan, garis bilangan, kartu bentuk. | Diagnostik mikro, LKPD, latihan terbimbing, formatif akhir | ≥75 dan kompetensi esensial tidak Belum Tercapai | Model, prosedur, jawaban, alasan, refleksi |
| TP2 | Diberikan sekumpulan bilangan rasional dalam berbagai bentuk, peserta didik dapat mengurutkannya dari nilai terkecil ke terbesar atau sebaliknya secara tepat. | Menerapkan prosedur serta memeriksa langkah. | Tabel langkah, grid, dan laboratorium offline. | Diagnostik mikro, LKPD, latihan terbimbing, formatif akhir | ≥75 dan kompetensi esensial tidak Belum Tercapai | Model, prosedur, jawaban, alasan, refleksi |
Pemahaman Bermakna dan Pertanyaan Pemantik
Membandingkan bilangan rasional membantu mengambil keputusan nyata: memilih harga termurah, menilai hasil terbanyak, atau menentukan porsi terbesar.
Pertanyaan Pemantik
- Mana yang lebih murah: kopi Rp45.000/kg atau Rp0,045 juta/kg? Bagaimana membandingkannya?
- Mengapa 1/4 lebih besar dari 1/8 padahal 8 lebih besar dari 4?
Pembelajaran Mendalam
| Prinsip | Wujud Nyata |
|---|---|
| Berkesadaran | Sadar tujuan: dapat menyusun urutan bilangan dengan benar. |
| Bermakna | Membandingkan harga & hasil panen Toraja. |
| Menggembirakan | Permainan mengurutkan kartu bilangan. |
| Reflektif | Refleksi strategi mana yang paling cepat & tepat. |
Masalah Autentik, Model Pembelajaran, dan Bukti Belajar
| Tahap | Aktivitas guru | Aktivitas peserta didik | Pertanyaan guru | Media | Waktu | Produk | Asesmen |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Orientasi | Menyajikan masalah simulasi, tujuan, dan kriteria. | Membaca, menandai informasi, dan membuat prediksi. | Apa yang diketahui, ditanya, dan perlu dibuktikan? | Kartu konteks | 15 menit | Prediksi | Diagnostik mikro |
| Mengorganisasi | Menjelaskan peran dan produk. | Membagi peran pembaca, pemodel, pemeriksa, penyaji. | Bukti apa yang akan digunakan? | LKPD | 15 menit | Rencana kerja | Cek rencana |
| Penyelidikan | Memberi pertanyaan penuntun. | Membangun model, menghitung, dan memeriksa. | Apakah hasil wajar dan konsisten dengan model? | Media offline | 55 menit | Solusi dan model | Observasi |
| Penyajian | Memfasilitasi tanggapan berbasis bukti. | Menyajikan solusi, satuan, dan alasan. | Strategi mana paling efisien dan mengapa? | Poster/slide | 25 menit | Presentasi | Rubrik |
| Evaluasi | Menuntun revisi dan refleksi. | Memperbaiki jawaban dan menetapkan target. | Apa yang berubah dari pemikiran awal? | Exit ticket | 10 menit | Refleksi | Formatif |
| Tahap | Pengalaman | Aktivitas nyata | Prinsip | Bukti |
|---|---|---|---|---|
| Awal | Memahami | Membaca tujuan, mengaktifkan prasyarat, dan memprediksi. | Berkesadaran | Prediksi |
| Eksplorasi | Memahami | Menghubungkan konteks, model visual, dan simbol. | Bermakna | Model |
| Penyelidikan | Mengaplikasi | Memilih strategi, menghitung, dan memeriksa. | Bermakna dan menggembirakan | LKPD |
| Akhir | Merefleksi | Membandingkan strategi dan menetapkan perbaikan. | Berkesadaran | Refleksi |
| Aspek | Aktivitas | Indikator | Bukti |
|---|---|---|---|
| Penalaran kritis | Memilih representasi dan menguji kewajaran. | Alasan didukung model atau perhitungan. | LKPD/rubrik |
| Kolaborasi | Melaksanakan peran dan memberi tanggapan. | Berbagi tugas serta menghargai strategi. | Observasi |
| Kemandirian | Memperbaiki kesalahan menggunakan umpan balik. | Mencoba kembali tanpa menunggu jawaban. | Riwayat latihan |
| Komunikasi | Menjelaskan langkah, satuan, dan kesimpulan. | Bahasa matematika tepat dan runtut. | Presentasi |
| Cinta Ilmu | Mencari bukti dan memeriksa hasil. | Teliti dan bertanggung jawab terhadap data. | Catatan |
| Cinta Diri dan Sesama | Memberi bantuan proporsional. | Tidak mempermalukan kesalahan teman. | Observasi |
Langkah Pembelajaran Terperinci
Alokasi: 4 JP = 2 pertemuan, masing-masing 2 JP × 40 menit. Guru dapat menyesuaikan urutan tanpa menghilangkan salam, doa, presensi, apersepsi, tujuan, asesmen, refleksi, tindak lanjut, dan penutup.
Pertemuan 1 — membangun konsep dan penyelidikan awal (80 menit)
Kegiatan Pendahuluan
Aktivitas Guru: Memberi salam; mengajak berdoa sesuai keyakinan; memeriksa kehadiran, kebersihan, kerapian, alat belajar, dan keamanan ruang; menyapa peserta didik secara positif.
Aktivitas Peserta Didik: Menjawab salam, berdoa, melaporkan kehadiran, menyiapkan alat, dan memastikan area belajar aman.
Asesmen/Bukti: Observasi kesiapan dan kebutuhan dukungan segera.
Aktivitas Guru: Melakukan cek kondisi singkat (misalnya skala 1–5), mengingatkan bahwa salah adalah bagian dari belajar, dan menegaskan bahasa umpan balik yang santun.
Aktivitas Peserta Didik: Menunjukkan kondisi secara singkat, menyampaikan kebutuhan bantuan bila perlu, dan menyepakati aturan interaksi.
Asesmen/Bukti: Catatan nonklinis untuk dukungan pembelajaran.
Aktivitas Guru: Mengajukan 2–3 pertanyaan prasyarat tentang mengubah pecahan ke bentuk yang sebanding dan menempatkannya pada garis bilangan; menampilkan contoh dan noncontoh; tidak langsung membenarkan semua jawaban.
Aktivitas Peserta Didik: Menjawab secara individu, menunjukkan cara berpikir, lalu membandingkan alasan dengan pasangan.
Asesmen/Bukti: Respons awal, strategi, dan miskonsepsi yang muncul.
Aktivitas Guru: Menyampaikan tujuan pembelajaran membandingkan dan mengurutkan bilangan rasional, manfaatnya, produk yang diharapkan, serta indikator KKTP dengan bahasa yang dapat dipahami.
Aktivitas Peserta Didik: Mengulang tujuan dengan bahasa sendiri dan menanyakan bagian yang belum jelas.
Asesmen/Bukti: Cek pemahaman tujuan melalui satu pertanyaan lisan.
Kegiatan Inti
Aktivitas Guru: Menyajikan masalah: Panitia kegiatan mencatat tingkat keterisian tiga wadah sebagai 65%, 2/3, dan 0,70. Peserta didik harus menentukan urutan keterisian, memilih strategi pembuktian, dan menjelaskan keputusan secara matematis. Data merupakan simulasi pembelajaran.
Aktivitas Peserta Didik: Membaca/mengamati, menandai fakta, menulis apa yang diketahui–ditanya, dan mengajukan pertanyaan.
Asesmen/Bukti: Daftar informasi, pertanyaan, dan prediksi awal.
Aktivitas Guru: Membentuk kelompok heterogen dan membagi peran; menyediakan benchmark 0, 1/2, 1, garis bilangan, penyebut sama, dan desimal; memberi pertanyaan penuntun tanpa mengambil alih proses.
Aktivitas Peserta Didik: Membagi peran, membangun model, mencatat pola, mencoba strategi, dan memeriksa data.
Asesmen/Bukti: LKPD, model/diagram, observasi kolaborasi.
Aktivitas Guru: Memilih beberapa strategi untuk dibandingkan, termasuk jawaban yang memuat miskonsepsi secara aman dan anonim.
Aktivitas Peserta Didik: Menyajikan temuan sementara, menanggapi bukti, dan merevisi strategi.
Asesmen/Bukti: Rubrik komunikasi dan catatan miskonsepsi.
Kegiatan Penutup
Aktivitas Guru: Memfasilitasi simpulan; menghubungkan kembali ke TP; memberi exit ticket satu konsep–satu alasan; menyampaikan tindak lanjut; menutup dengan doa dan salam.
Aktivitas Peserta Didik: Menulis simpulan/refleksi, mengerjakan exit ticket, mencatat tugas perbaikan/pengayaan, berdoa, dan menjawab salam.
Asesmen/Bukti: Exit ticket dan rencana kelompok fleksibel pertemuan 2.
Pertemuan 2 — aplikasi, komunikasi, dan asesmen (80 menit)
Kegiatan Pendahuluan
Aktivitas Guru: Memberi salam, mengajak berdoa, memeriksa kehadiran/kesiapan, lalu menampilkan dua respons exit ticket untuk ditelaah.
Aktivitas Peserta Didik: Menjawab salam, berdoa, menyiapkan diri, dan memperbaiki pemahaman awal.
Asesmen/Bukti: Cek cepat konsep pertemuan 1.
Kegiatan Inti
Aktivitas Guru: Mengajukan variasi/ekstensi masalah dan meminta setiap kelompok menetapkan strategi, pembagian tugas, bukti, dan cara verifikasi.
Aktivitas Peserta Didik: Menyusun rencana, memilih representasi, dan memprediksi hasil.
Asesmen/Bukti: Rencana kerja kelompok.
Aktivitas Guru: Memberi scaffolding bagi yang memerlukan penguatan, pertanyaan terbuka bagi kelompok siap, dan pilihan benchmark 0, 1/2, 1, garis bilangan, penyebut sama, dan desimal; memantau dengan konferensi singkat.
Aktivitas Peserta Didik: Menyelesaikan masalah, mendokumentasikan langkah, memeriksa satuan/label, dan melakukan verifikasi.
Asesmen/Bukti: Produk LKPD, catatan konferensi, dan cek proses.
Aktivitas Guru: Memfasilitasi gallery walk/presentasi; meminta tanggapan menggunakan pola “saya setuju/tidak setuju karena …”.
Aktivitas Peserta Didik: Menyajikan, memberi umpan balik berbasis bukti, lalu memperbaiki produk.
Asesmen/Bukti: Rubrik produk, penalaran, komunikasi, dan kolaborasi.
Aktivitas Guru: Memberikan soal individual yang memetakan TP; memberi umpan balik singkat tanpa mempermalukan; mencatat kebutuhan treatment.
Aktivitas Peserta Didik: Mengerjakan mandiri, menuliskan alasan, dan menandai tingkat keyakinan.
Asesmen/Bukti: Skor per TP, jenis kesalahan, dan tingkat keyakinan.
Kegiatan Penutup
Aktivitas Guru: Membahas strategi efektif; menetapkan remedial/pemantapan/pengayaan; menyampaikan asesmen ulang; mengajak berdoa dan menutup dengan salam.
Aktivitas Peserta Didik: Menulis apa yang sudah dikuasai, bagian yang masih perlu bantuan, dan rencana latihan; berdoa serta menjawab salam.
Asesmen/Bukti: Jurnal refleksi dan rencana treatment individual/kelompok.
C. Lampiran
Mengetahui,
Kepala Madrasah

Drs. Sampe Baralangi, M.Sc.
NIP. -
Tana Toraja, 13 Juli 2026
Guru Mata Pelajaran

Amiruddin, S.Pd.
NIP. -
LKPD Terstruktur
Nama, kelas, nomor absen, jawaban, dan refleksi hanya tersimpan pada perangkat ini dan tidak dikirim ke server.
Petunjuk dan peran
- Tetapkan pembaca, pemodel, pemeriksa, dan penyaji.
- Tulis prediksi dan estimasi sebelum prosedur.
- Gunakan model atau representasi yang sesuai.
- Tuliskan langkah, satuan, dan pemeriksaan.
- Revisi jawaban setelah menerima tanggapan.
Bahan Bacaan
1. Gagasan Inti
Bandingkan bilangan dalam bentuk yang sama atau gunakan patokan 0, 1/2, dan 1.
2. Gagasan Inti
Pada garis bilangan, nilai yang lebih besar terletak lebih ke kanan.
3. Gagasan Inti
Untuk bilangan negatif, nilai yang lebih dekat ke nol lebih besar.
4. Gagasan Inti
Pengurutan yang kuat disertai bukti berupa bentuk ekuivalen, garis bilangan, atau perkalian silang yang sah.
Contoh dan noncontoh
Setiap langkah mempertahankan nilai dan diakhiri pemeriksaan.
Menerapkan aturan tanpa menyamakan representasi, mengabaikan urutan operasi, atau kehilangan satuan.
Cek Pemahaman
Materi Slide Interaktif
Latihan Formatif Interaktif Terbimbing — 20 Langkah
Petunjuk terbuka setelah minimal dua percobaan. Percobaan ulang tidak mengurangi nilai karena bagian ini bersifat formatif.
0 dari 20 langkah selesai (0%)
Bandingkan 1/2 dan 0,45.
Bandingkan 3/4 dan 70%.
Urutkan 0,20; 1/4; dan 30% dari terkecil.
Bandingkan −1/2 dan −0,40.
Urutkan 65%; 2/3; dan 0,70 dari terkecil.
Terakhir disimpan: belum tersimpan
Asesmen
🧭 Diagnostik BabDiagnostik Mikro Modul
Formatif Akhir
Butir paralel tanpa petunjuk otomatis; hasil dipetakan per TP dan dibandingkan dengan diagnostik.
Buka Formatif AkhirSumatif Modul
KKTP dan Rubrik
| Kriteria | Belum Tercapai | Mulai Tercapai | Tercapai | Sangat Tercapai |
|---|---|---|---|---|
| Ketepatan konsep | Bukti belum dapat digunakan; perlu model dan bimbingan langsung. | Bukti sebagian benar tetapi belum konsisten atau masih memerlukan pertanyaan penuntun. | Konsep, prosedur, dan alasan benar secara mandiri. | Bukti lengkap, membandingkan strategi, dan mentransfer ke konteks baru. |
| Prosedur dan efisiensi | Bukti belum dapat digunakan; perlu model dan bimbingan langsung. | Bukti sebagian benar tetapi belum konsisten atau masih memerlukan pertanyaan penuntun. | Konsep, prosedur, dan alasan benar secara mandiri. | Bukti lengkap, membandingkan strategi, dan mentransfer ke konteks baru. |
| Pemeriksaan dan alasan | Bukti belum dapat digunakan; perlu model dan bimbingan langsung. | Bukti sebagian benar tetapi belum konsisten atau masih memerlukan pertanyaan penuntun. | Konsep, prosedur, dan alasan benar secara mandiri. | Bukti lengkap, membandingkan strategi, dan mentransfer ke konteks baru. |
| Komunikasi dan satuan | Bukti belum dapat digunakan; perlu model dan bimbingan langsung. | Bukti sebagian benar tetapi belum konsisten atau masih memerlukan pertanyaan penuntun. | Konsep, prosedur, dan alasan benar secara mandiri. | Bukti lengkap, membandingkan strategi, dan mentransfer ke konteks baru. |
Batas ketercapaian: skor minimal 75 dan tidak ada kompetensi esensial pada tingkat Belum Tercapai.
Tindak lanjut
- Belum Tercapai: kembali ke model konkret dan soal satu tahap.
- Mulai Tercapai: visual–simbolik, contoh paralel, dan umpan balik spesifik.
- Tercapai: pemantapan dalam variasi konteks.
- Sangat Tercapai: pembuktian, masalah terbuka, dan tutor sebaya terarah.
Media Interaktif
Media offline berikut dirancang khusus untuk fokus modul dan bekerja tanpa internet.
Laboratorium Perbandingan
Media daring langsung
Math Learning Center Fractions
Model pecahan dan representasi visual.
Buka langsungPolypad Fraction Bars
Manipulatif batang pecahan dan model operasi.
Buka langsungGeoGebra Calculator Suite
Garis bilangan, perhitungan, dan representasi.
Buka langsung