MTK7-BR-TP01 · Konsep Bilangan Rasional dan Ragam Bentuknya
Materi & latihan terkait • M07Konsep Bilangan Rasional dan Ragam Bentuknya
Logo MTsN 1 Tana Toraja

KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA

KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN TANA TORAJA

MTsN 1 TANA TORAJA

Jl. Tengkobatu No. 290 Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan

Dokumen: Perangkat Ajar · Matematika Kelas VII · Kurikulum Merdeka Madrasah · TP 2026/2027 · MTK7-BR-TP01

Modul Ajar — Konsep Bilangan Rasional dan Ragam Bentuknya

BAB 2 · BILANGAN RASIONAL

A. Informasi Umum

Identitas Modul

PenyusunAmiruddin, S.Pd.
Satuan PendidikanMTsN 1 Tana Toraja
Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase D / VII (Tujuh)
Kode ModulMTK7-BR-TP01
SemesterGanjil
Bab / ElemenBab 2 — Bilangan Rasional / Bilangan
Tujuan Pembelajaran
  1. Melalui pengamatan model area, batang pecahan, garis bilangan, dan situasi kehidupan sehari-hari, peserta didik dapat mengidentifikasi bilangan rasional dalam bentuk pecahan biasa, pecahan campuran, desimal, dan persen dengan benar.
  2. Diberikan model bagian–keseluruhan dan bilangan rasional, peserta didik dapat menentukan pembilang, penyebut, nilai pecahan, dan makna setiap komponennya secara tepat.
Alokasi Waktu4 JP @ 40 menit
Model PembelajaranPembelajaran kontekstual dan terbimbing
ModaTatap muka

Karakteristik Peserta Didik

Karakteristik peserta didik dan implikasi pembelajaran — BR-TP01
AspekKarakteristik yang mungkin tampakImplikasi/Respons Guru
Tahap perkembanganPeserta didik Kelas VII umumnya berada pada awal masa remaja; kemampuan berpikir abstrak mulai berkembang tetapi masih memerlukan jembatan konkret dan visual.Gunakan urutan konkret–visual–simbolik, contoh dekat, waktu tunggu, dan pertanyaan bertahap.
Kompetensi awalMemahami bagian–keseluruhan, pembagian, dan nilai tempat desimal.Lakukan diagnostik mikro 3–5 menit dan bentuk dukungan berdasarkan bukti, bukan asumsi.
Keragaman penguasaanMelihat pecahan, desimal, persen, dan rasio sebagai representasi bilangan yang sama.Sediakan contoh berjenjang, pasangan tutor sebaya, kelompok fleksibel, serta tugas pengayaan yang tidak sekadar menambah jumlah soal.
Bahasa dan komunikasiLatar bahasa peserta didik dapat beragam; istilah matematika dan kalimat soal panjang dapat menjadi hambatan tersendiri.Gunakan kalimat ringkas, visual, glosarium, kesempatan menjelaskan dengan bahasa sendiri, lalu tegaskan istilah baku.
Sosial dan karakterPeserta didik memerlukan peran kelompok yang jelas, rasa aman untuk salah, serta umpan balik yang santun.Tetapkan fasilitator, pencatat, penjaga alat, dan penyaji; gunakan kesepakatan kelas serta rubrik kolaborasi.
Preferensi dan aksesSebagian peserta didik lebih terbantu oleh manipulatif, gambar, gerak, bacaan terstruktur, atau media digital; akses perangkat dan internet tidak selalu sama.Sediakan potongan pecahan, garis bilangan, tabel ekuivalensi, dan simbol; semua aktivitas inti tetap memiliki alternatif luring.
Kebutuhan aksesibilitasKemampuan membaca, melihat, mendengar, motorik, perhatian, dan kecepatan kerja dapat bervariasi tanpa harus diberi label diagnostik.Perbesar teks bila perlu, beri kontras cukup, alternatif teks/lisan, ruang kerja, jeda, serta waktu tambahan yang proporsional.
Pemanfaatan data diagnostikHasil diagnostik digunakan untuk menentukan titik mulai dan dukungan, bukan untuk memberi cap kemampuan tetap.Tinjau ulang kelompok dan treatment setelah bukti formatif berikutnya.

Karakteristik Materi

Bilangan rasional adalah bilangan yang dapat dinyatakan sebagai pecahan a/b dengan b ≠ 0. Bilangan rasional mencakup bilangan bulat, pecahan biasa, pecahan campuran, dan desimal. Satu nilai dapat ditulis dalam beberapa bentuk (mis. ½ = 0,5 = 50%). Konteks: berat kopi, bagian lahan, potongan harga.

Miskonsepsi Umum dan Antisipasinya

Miskonsepsi UmumAntisipasi Guru
Mengira bilangan bulat bukan bilangan rasional.Tegaskan bilangan bulat = pecahan berpenyebut 1 (mis. 3 = 3/1).
Menganggap ½ lebih kecil dari ¼ karena "2 lebih kecil dari 4".Peragakan dengan bagian benda: ½ lebih besar dari ¼.
Mengira 0,5 dan ½ adalah bilangan berbeda.Tunjukkan keduanya nilai sama, bentuk berbeda.
Mengira penyebut boleh nol.Tegaskan syarat b ≠ 0.

Miskonsepsi dan Antisipasinya

Miskonsepsi dideteksi melalui pertanyaan, gambar kerja, alasan, dan pola kesalahan. Antisipasi dilakukan sebelum memberi aturan formal; treatment dipilih berdasarkan bukti respons peserta didik.

Peta miskonsepsi, indikator, antisipasi, dan remediasi
MiskonsepsiIndikator DeteksiAntisipasi Sebelum/Saat BelajarTindak Lanjut Remedial
Pecahan dianggap dua bilangan terpisah.Siswa membandingkan pembilang dan penyebut secara terpisah.Gunakan model bagian–keseluruhan dan garis bilangan.Minta siswa menempatkan pecahan sebagai satu titik.
Penyebut boleh nol.Siswa menerima 3/0.Hubungkan penyebut dengan jumlah bagian sama besar.Gunakan pertanyaan “dibagi menjadi nol bagian” dan noncontoh.
Desimal dan persen bukan bilangan rasional.Siswa mengelompokkan bentuk berdasarkan tampilan saja.Tampilkan tabel ekuivalensi pecahan–desimal–persen.Minta siswa membuktikan dengan pembagian.
Pecahan lebih besar jika penyebut lebih besar.Siswa menyatakan 1/8 > 1/4.Bandingkan potongan dengan pembilang sama.Gunakan fraction bars.

Kompetensi Awal dan Kesiapan Belajar

KesiapanIndikatorTindakan Guru
SiapMengenal pecahan & desimal sederhanaDiberi soal ragam bentuk yang menantang
Cukup siapKenal pecahan biasaDidampingi peragaan bentuk
Perlu bantuanRagu makna pecahanDibimbing dengan peraga bagian benda

Kompetensi Awal

Peserta didik menguasai bilangan bulat (Bab 1) & mengenal pecahan sederhana dari jenjang sebelumnya.

Dimensi Profil Lulusan dan Panca Cinta

DimensiWujud dalam Pembelajaran
Beriman & bertakwaMembuka & menutup dengan doa; bersyukur atas rezeki
Bernalar kritisMengubah & menghubungkan ragam bentuk bilangan rasional
MandiriMenyelesaikan latihan mengenali bentuk mandiri
Gotong royongBerdiskusi membagi benda secara adil

Sarana, Prasarana, Aksesibilitas, dan Persiapan

  • Batang pecahan/kertas lipat, kartu bentuk, penggaris, grid 100, perangkat digital opsional.
  • Guru menyiapkan versi cetak ketika internet tidak tersedia.
  • Instruksi disajikan lisan, tertulis, visual, dan melalui manipulatif tanpa memberi label gaya belajar tetap.
  • Semua data konteks yang dibuat untuk kegiatan diberi label simulasi.

Diferensiasi Pembelajaran

Perlu Penguatan Prasyarat

Gunakan benda konkret, kertas lipat, satu utuh yang jelas, dan soal satu langkah.

Siap dengan Dukungan

Gunakan batang pecahan, grid 100, pertanyaan penuntun, dan pasangan belajar.

Siap Pengayaan

Gunakan bilangan lebih dari satu, bentuk tidak lazim, dan masalah transfer terbuka.

B. Komponen Inti

Landasan Kurikuler dan Capaian Pembelajaran

CP resmi Elemen Bilangan Fase D: peserta didik dapat membaca, menulis, dan membandingkan bilangan bulat, bilangan rasional dan irasional, bilangan desimal, bilangan berpangkat bulat dan akar, bilangan dalam notasi ilmiah; menerapkan operasi aritmetika pada bilangan real; serta memberikan estimasi/perkiraan dalam menyelesaikan masalah.

Kompetensi yang dipilih: makna bilangan rasional, bagian–keseluruhan, pembilang–penyebut, pecahan biasa, pecahan campuran, desimal, persen, dan representasi pada garis bilangan.

Lingkup modul: tidak memasukkan operasi bilangan rasional yang menjadi fokus modul berikutnya.

Tujuan Pembelajaran

  1. TP1Melalui pengamatan model area, batang pecahan, garis bilangan, dan situasi kehidupan sehari-hari, peserta didik dapat mengidentifikasi bilangan rasional dalam bentuk pecahan biasa, pecahan campuran, desimal, dan persen dengan benar.
  2. TP2Diberikan model bagian–keseluruhan dan bilangan rasional, peserta didik dapat menentukan pembilang, penyebut, nilai pecahan, dan makna setiap komponennya secara tepat.

Matriks Keselarasan

Matriks CP–TP–aktivitas–media–asesmen–KKTP
TPTujuan PembelajaranAktivitasMediaAsesmenKKTPBukti Belajar
TP1Melalui pengamatan model area, batang pecahan, garis bilangan, dan situasi kehidupan sehari-hari, peserta didik dapat mengidentifikasi bilangan rasional dalam bentuk pecahan biasa, pecahan campuran, desimal, dan persen dengan benar.Mengamati model dan mengklasifikasi bentuk.Model area, batang pecahan, kartu bentuk.LKPD, observasi, latihan formatif, formatif akhirTercapai jika skor ≥75 dan bukti esensial benarModel, jawaban, alasan, refleksi
TP2Diberikan model bagian–keseluruhan dan bilangan rasional, peserta didik dapat menentukan pembilang, penyebut, nilai pecahan, dan makna setiap komponennya secara tepat.Menganalisis komponen dan makna representasi.Batang pecahan dan garis bilangan.LKPD, observasi, latihan formatif, formatif akhirTercapai jika skor ≥75 dan bukti esensial benarModel, jawaban, alasan, refleksi

Pemahaman Bermakna dan Pertanyaan Pemantik

Bilangan rasional memungkinkan kita menyatakan bagian dari keseluruhan: setengah kilogram kopi, seperempat lahan, atau diskon 25%. Satu nilai bisa ditulis dalam beberapa bentuk yang setara.

Pertanyaan Pemantik

  • Pedagang menjual ½ kg kopi. Bagaimana menuliskannya dalam desimal?
  • Apakah bilangan 5 termasuk bilangan rasional?
  • Mengapa ½, 0,5, dan 50% bernilai sama?

Peta Konsep

Bilangan Rasional Bentuk a/b(b ≠ 0) Pecahan &campuran Desimal &persen
Bilangan rasional & ragam bentuknya.

Pembelajaran Mendalam

UnsurLetak dalam ModulAktivitas Nyata Peserta DidikBukti BelajarNilai/Panca Cinta
BerkesadaranKegiatan Awal Pertemuan 1Menyadari pecahan di sekitar (berat, harga kopi)Catatan contoh LKPDCinta ilmu
BermaknaKegiatan Inti — ragam bentukMengenali & menghubungkan bentuk bilangan rasionalTabel bentuk benarTeliti
MenggembirakanKegiatan Inti Pertemuan 2Permainan mencocokkan kartu bentuk setaraHasil pencocokanKerja sama
ReflektifKegiatan PenutupMenuliskan manfaat pecahan dalam kehidupanJurnal refleksiCinta kejujuran

Masalah Autentik, Model Pembelajaran, dan Bukti Belajar

Panitia konsumsi kegiatan madrasah menggunakan tiga label untuk volume yang sama: 3/4 liter, 0,75 liter, dan 75% dari wadah 1 liter. Peserta didik harus membuktikan apakah ketiga label tersebut setara dan memilih representasi yang paling mudah dipahami. Data merupakan simulasi pembelajaran.
Sintaks Problem Based Learning
TahapAktivitas guruAktivitas peserta didikPertanyaan pemantikMediaWaktuProdukAsesmen formatif
OrientasiMenyajikan masalah simulasi dan tujuan.Menandai informasi, bentuk bilangan, dan pertanyaan.Apakah bentuk yang berbeda selalu berbeda nilai?Kartu konteks15 menitCatatan awalPertanyaan lisan
MengorganisasiMembentuk kelompok dan menjelaskan peran.Menetapkan pembaca, pemodel, pemeriksa, penyaji.Bukti apa yang perlu dibuat?LKPD15 menitRencana kerjaCek rencana
PenyelidikanMemberi pertanyaan penuntun tanpa memberi jawaban.Membuat model, melakukan konversi, dan memeriksa kesetaraan.Bagaimana membuktikan nilai tetap?Batang pecahan, grid 100, garis bilangan55 menitModel dan solusiObservasi dan umpan balik
PenyajianMemfasilitasi presentasi dan tanggapan.Menyajikan strategi dan membandingkan efisiensi.Representasi mana paling komunikatif?Poster/slide25 menitPresentasiRubrik komunikasi
EvaluasiMenuntun refleksi dan tindak lanjut.Merevisi jawaban dan menulis kesimpulan.Bagaimana kamu memeriksa hasil?Rubrik/exit ticket10 menitRefleksiExit ticket
Matriks Pembelajaran Mendalam
TahapPengalaman BelajarAktivitas nyata peserta didikPrinsipBukti
AwalMemahamiMembaca tujuan, memeriksa pengetahuan awal, dan menuliskan prediksi.BerkesadaranPrediksi dan diagnostik mikro
EksplorasiMemahamiMembagi satu utuh secara adil, mengamati pola, dan menghubungkan model dengan simbol.BermaknaModel konkret/visual
PenyelidikanMengaplikasiMenyelesaikan masalah autentik dengan lebih dari satu representasi.Bermakna dan menggembirakanLKPD dan produk kelompok
AkhirMerefleksiMembandingkan strategi, memeriksa kesalahan, dan menetapkan langkah perbaikan.BerkesadaranRefleksi dan exit ticket
Integrasi Dimensi Profil Lulusan dan Panca Cinta
AspekAktivitas nyataIndikator perilakuBukti/Instrumen
Penalaran kritisMemeriksa kesetaraan dua representasi.Menggunakan bukti model atau perhitungan yang konsisten.LKPD dan rubrik penalaran
KolaborasiMenjalankan peran kelompok.Mendengar, berbagi tugas, dan menanggapi secara santun.Lembar observasi
KemandirianMemilih strategi dan memperbaiki kesalahan.Menggunakan umpan balik tanpa menunggu jawaban guru.Refleksi
KomunikasiMenjelaskan simbol, model, dan kesimpulan.Istilah pembilang, penyebut, desimal, dan persen digunakan tepat.Rubrik presentasi
Cinta IlmuMencari alasan dan memeriksa bukti.Teliti, ingin tahu, dan tidak puas dengan tebakan.Catatan penyelidikan
Cinta Diri dan SesamaMemberi bantuan yang tidak mengambil alih.Menghargai variasi strategi dan tempo belajar.Observasi kelompok

Langkah Pembelajaran Terperinci

Alokasi: 4 JP = 2 pertemuan, masing-masing 2 JP × 40 menit. Guru dapat menyesuaikan urutan tanpa menghilangkan salam, doa, presensi, apersepsi, tujuan, asesmen, refleksi, tindak lanjut, dan penutup.

Pertemuan 1 — membangun konsep dan penyelidikan awal (80 menit)

Kegiatan Pendahuluan
Salam, doa, presensi, dan kesiapan5 menit

Aktivitas Guru: Memberi salam; mengajak berdoa sesuai keyakinan; memeriksa kehadiran, kebersihan, kerapian, alat belajar, dan keamanan ruang; menyapa peserta didik secara positif.

Aktivitas Peserta Didik: Menjawab salam, berdoa, melaporkan kehadiran, menyiapkan alat, dan memastikan area belajar aman.

Asesmen/Bukti: Observasi kesiapan dan kebutuhan dukungan segera.

Koneksi sosial-emosional dan kesepakatan5 menit

Aktivitas Guru: Melakukan cek kondisi singkat (misalnya skala 1–5), mengingatkan bahwa salah adalah bagian dari belajar, dan menegaskan bahasa umpan balik yang santun.

Aktivitas Peserta Didik: Menunjukkan kondisi secara singkat, menyampaikan kebutuhan bantuan bila perlu, dan menyepakati aturan interaksi.

Asesmen/Bukti: Catatan nonklinis untuk dukungan pembelajaran.

Apersepsi dan diagnostik mikro10 menit

Aktivitas Guru: Mengajukan 2–3 pertanyaan prasyarat tentang memahami bagian–keseluruhan, pembagian, dan nilai tempat desimal; menampilkan contoh dan noncontoh; tidak langsung membenarkan semua jawaban.

Aktivitas Peserta Didik: Menjawab secara individu, menunjukkan cara berpikir, lalu membandingkan alasan dengan pasangan.

Asesmen/Bukti: Respons awal, strategi, dan miskonsepsi yang muncul.

Tujuan, manfaat, dan kriteria keberhasilan5 menit

Aktivitas Guru: Menyampaikan tujuan pembelajaran konsep bilangan rasional dan ragam bentuknya, manfaatnya, produk yang diharapkan, serta indikator KKTP dengan bahasa yang dapat dipahami.

Aktivitas Peserta Didik: Mengulang tujuan dengan bahasa sendiri dan menanyakan bagian yang belum jelas.

Asesmen/Bukti: Cek pemahaman tujuan melalui satu pertanyaan lisan.

Kegiatan Inti
Orientasi masalah autentik10 menit

Aktivitas Guru: Menyajikan masalah: Panitia konsumsi kegiatan madrasah menggunakan tiga label untuk volume yang sama: 3/4 liter, 0,75 liter, dan 75% dari wadah 1 liter. Peserta didik harus membuktikan apakah ketiga label tersebut setara dan memilih representasi yang paling mudah dipahami. Data merupakan simulasi pembelajaran.

Aktivitas Peserta Didik: Membaca/mengamati, menandai fakta, menulis apa yang diketahui–ditanya, dan mengajukan pertanyaan.

Asesmen/Bukti: Daftar informasi, pertanyaan, dan prediksi awal.

Organisasi dan eksplorasi konkret–visual25 menit

Aktivitas Guru: Membentuk kelompok heterogen dan membagi peran; menyediakan potongan pecahan, garis bilangan, tabel ekuivalensi, dan simbol; memberi pertanyaan penuntun tanpa mengambil alih proses.

Aktivitas Peserta Didik: Membagi peran, membangun model, mencatat pola, mencoba strategi, dan memeriksa data.

Asesmen/Bukti: LKPD, model/diagram, observasi kolaborasi.

Berbagi temuan sementara10 menit

Aktivitas Guru: Memilih beberapa strategi untuk dibandingkan, termasuk jawaban yang memuat miskonsepsi secara aman dan anonim.

Aktivitas Peserta Didik: Menyajikan temuan sementara, menanggapi bukti, dan merevisi strategi.

Asesmen/Bukti: Rubrik komunikasi dan catatan miskonsepsi.

Kegiatan Penutup
Simpulan, refleksi, exit ticket, doa, salam10 menit

Aktivitas Guru: Memfasilitasi simpulan; menghubungkan kembali ke TP; memberi exit ticket satu konsep–satu alasan; menyampaikan tindak lanjut; menutup dengan doa dan salam.

Aktivitas Peserta Didik: Menulis simpulan/refleksi, mengerjakan exit ticket, mencatat tugas perbaikan/pengayaan, berdoa, dan menjawab salam.

Asesmen/Bukti: Exit ticket dan rencana kelompok fleksibel pertemuan 2.

Pertemuan 2 — aplikasi, komunikasi, dan asesmen (80 menit)

Kegiatan Pendahuluan
Salam, doa, presensi, dan tinjau ulang8 menit

Aktivitas Guru: Memberi salam, mengajak berdoa, memeriksa kehadiran/kesiapan, lalu menampilkan dua respons exit ticket untuk ditelaah.

Aktivitas Peserta Didik: Menjawab salam, berdoa, menyiapkan diri, dan memperbaiki pemahaman awal.

Asesmen/Bukti: Cek cepat konsep pertemuan 1.

Kegiatan Inti
Pendalaman masalah dan perencanaan12 menit

Aktivitas Guru: Mengajukan variasi/ekstensi masalah dan meminta setiap kelompok menetapkan strategi, pembagian tugas, bukti, dan cara verifikasi.

Aktivitas Peserta Didik: Menyusun rencana, memilih representasi, dan memprediksi hasil.

Asesmen/Bukti: Rencana kerja kelompok.

Penyelidikan terdiferensiasi25 menit

Aktivitas Guru: Memberi scaffolding bagi yang memerlukan penguatan, pertanyaan terbuka bagi kelompok siap, dan pilihan potongan pecahan, garis bilangan, tabel ekuivalensi, dan simbol; memantau dengan konferensi singkat.

Aktivitas Peserta Didik: Menyelesaikan masalah, mendokumentasikan langkah, memeriksa satuan/label, dan melakukan verifikasi.

Asesmen/Bukti: Produk LKPD, catatan konferensi, dan cek proses.

Presentasi, kritik bukti, dan perbaikan15 menit

Aktivitas Guru: Memfasilitasi gallery walk/presentasi; meminta tanggapan menggunakan pola “saya setuju/tidak setuju karena …”.

Aktivitas Peserta Didik: Menyajikan, memberi umpan balik berbasis bukti, lalu memperbaiki produk.

Asesmen/Bukti: Rubrik produk, penalaran, komunikasi, dan kolaborasi.

Formatif individual dan umpan balik10 menit

Aktivitas Guru: Memberikan soal individual yang memetakan TP; memberi umpan balik singkat tanpa mempermalukan; mencatat kebutuhan treatment.

Aktivitas Peserta Didik: Mengerjakan mandiri, menuliskan alasan, dan menandai tingkat keyakinan.

Asesmen/Bukti: Skor per TP, jenis kesalahan, dan tingkat keyakinan.

Kegiatan Penutup
Refleksi, tindak lanjut, doa, dan salam10 menit

Aktivitas Guru: Membahas strategi efektif; menetapkan remedial/pemantapan/pengayaan; menyampaikan asesmen ulang; mengajak berdoa dan menutup dengan salam.

Aktivitas Peserta Didik: Menulis apa yang sudah dikuasai, bagian yang masih perlu bantuan, dan rencana latihan; berdoa serta menjawab salam.

Asesmen/Bukti: Jurnal refleksi dan rencana treatment individual/kelompok.

Asesmen dan Tindak Lanjut

JenisBentuk / PertanyaanTindak Lanjut
Non-kognitif"Apakah kamu suka berbagi makanan dengan adil?" (Ya/Kadang/Tidak)Kaitkan konteks pembagian
KognitifTulis ½ dalam bentuk desimal.Salah → penguatan ragam bentuk

Asesmen Formatif & Sumatif

Formatif: observasi diskusi & permainan, pengecekan tabel bentuk LKPD. Sumatif: tes tertulis pada tab Soal Latihan.

Remedial & Pengayaan

RemedialBimbingan mengenali bentuk pecahan dengan peraga; latihan 5 soal sederhana.
PengayaanMengubah antar bentuk yang lebih rumit & membuat kartu bentuk sendiri.

Refleksi Guru dan Peserta Didik

Refleksi GuruApakah peserta didik mengenali ragam bentuk? Apa yang perlu diperkuat?
Refleksi Peserta DidikAku sekarang bisa … Bagian yang sulit … Bilangan rasional berguna untuk …

C. Lampiran

Glosarium

  • Bilangan rasional: bilangan berbentuk a/b dengan b ≠ 0.
  • Pecahan biasa: bentuk pembilang/penyebut.
  • Desimal & persen: bentuk lain bilangan rasional.

Sumber dan Daftar Pustaka

  1. Kemendikbudristek. (2022). Matematika untuk SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Pusat Perbukuan.
  2. Kemendikbudristek. (2022). Buku Panduan Guru Matematika Kelas VII. Jakarta: Pusat Perbukuan.
  3. Kementerian Agama RI. (2025). KMA Nomor 1503 Tahun 2025.

Mengetahui,
Kepala Madrasah

Tanda tangan Kepala Madrasah

Drs. Sampe Baralangi, M.Sc.

NIP. -

Tana Toraja, 13 Juli 2026
Guru Mata Pelajaran

Tanda tangan Guru Mata Pelajaran

Amiruddin, S.Pd.

NIP. -

🗓️Roster