MTK7-BB-TP01 · Konsep Bilangan Bulat dan Garis Bilangan
Logo MTsN 1 Tana Toraja

KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA

KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN TANA TORAJA

MTsN 1 TANA TORAJA

Jl. Tengkobatu No. 290 Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan

Dokumen: Perangkat Ajar · Matematika Kelas VII · Kurikulum Merdeka Madrasah · TP 2026/2027 · MTK7-BB-TP01
Materi & latihan terkait • M01Konsep Bilangan Bulat dan Garis Bilangan

Modul Ajar — Konsep Bilangan Bulat dan Garis Bilangan

BAB 1 · BILANGAN BULAT

A. Informasi Umum

Identitas Modul

PenyusunAmiruddin, S.Pd.
Satuan PendidikanMTsN 1 Tana Toraja
Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase D / VII (Tujuh)
Kode ModulMTK7-BB-TP01
SemesterGanjil
Bab / ElemenBab 1 — Bilangan Bulat / Bilangan
Tujuan Pembelajaran
  1. Melalui pengamatan gambar, termometer, dan situasi kehidupan sehari-hari, peserta didik dapat mengidentifikasi bilangan bulat negatif, nol, dan bilangan bulat positif dengan benar.
  2. Dengan menggunakan garis bilangan, peserta didik dapat menentukan letak bilangan bulat negatif, nol, dan bilangan bulat positif secara tepat.
Alokasi Waktu4 JP @ 40 menit
Model PembelajaranPembelajaran kontekstual dan terbimbing
ModaTatap muka

Karakteristik Peserta Didik

Karakteristik peserta didik dan implikasi pembelajaran — BB-TP01
AspekKarakteristik yang mungkin tampakImplikasi/Respons Guru
Tahap perkembanganPeserta didik Kelas VII umumnya berada pada awal masa remaja; kemampuan berpikir abstrak mulai berkembang tetapi masih memerlukan jembatan konkret dan visual.Gunakan urutan konkret–visual–simbolik, contoh dekat, waktu tunggu, dan pertanyaan bertahap.
Kompetensi awalMembaca bilangan cacah, mengenali kiri–kanan, dan memahami titik acuan sederhana.Lakukan diagnostik mikro 3–5 menit dan bentuk dukungan berdasarkan bukti, bukan asumsi.
Keragaman penguasaanMenghubungkan tanda negatif, nol, dan positif dengan posisi serta makna konteks.Sediakan contoh berjenjang, pasangan tutor sebaya, kelompok fleksibel, serta tugas pengayaan yang tidak sekadar menambah jumlah soal.
Bahasa dan komunikasiLatar bahasa peserta didik dapat beragam; istilah matematika dan kalimat soal panjang dapat menjadi hambatan tersendiri.Gunakan kalimat ringkas, visual, glosarium, kesempatan menjelaskan dengan bahasa sendiri, lalu tegaskan istilah baku.
Sosial dan karakterPeserta didik memerlukan peran kelompok yang jelas, rasa aman untuk salah, serta umpan balik yang santun.Tetapkan fasilitator, pencatat, penjaga alat, dan penyaji; gunakan kesepakatan kelas serta rubrik kolaborasi.
Preferensi dan aksesSebagian peserta didik lebih terbantu oleh manipulatif, gambar, gerak, bacaan terstruktur, atau media digital; akses perangkat dan internet tidak selalu sama.Sediakan benda konkret, garis bilangan lantai, garis bilangan gambar, lalu simbol; semua aktivitas inti tetap memiliki alternatif luring.
Kebutuhan aksesibilitasKemampuan membaca, melihat, mendengar, motorik, perhatian, dan kecepatan kerja dapat bervariasi tanpa harus diberi label diagnostik.Perbesar teks bila perlu, beri kontras cukup, alternatif teks/lisan, ruang kerja, jeda, serta waktu tambahan yang proporsional.
Pemanfaatan data diagnostikHasil diagnostik digunakan untuk menentukan titik mulai dan dukungan, bukan untuk memberi cap kemampuan tetap.Tinjau ulang kelompok dan treatment setelah bukti formatif berikutnya.

Karakteristik Materi

Bilangan bulat mencakup bilangan bulat positif, nol, dan bilangan bulat negatif, yang dapat digambarkan pada garis bilangan. Konsep ini menjadi fondasi seluruh operasi hitung pada Bab 1. Bilangan negatif sering dijumpai dalam kehidupan: suhu di bawah nol pada dataran tinggi Toraja, kedalaman, utang, dan selisih ketinggian. Garis bilangan membantu memvisualkan urutan dan letak bilangan bulat.

Miskonsepsi Umum dan Antisipasinya

Miskonsepsi UmumAntisipasi Guru
Menganggap −5 lebih besar dari −2 karena "angka 5 lebih besar dari 2".Tunjukkan pada garis bilangan: makin ke kiri makin kecil; −5 di kiri −2.
Mengira bilangan negatif bukan bilangan bulat.Tegaskan bilangan bulat = negatif, nol, dan positif.
Mengira nol adalah bilangan positif atau negatif.Jelaskan nol bersifat netral, bukan positif maupun negatif.
Keliru meletakkan bilangan negatif di kanan nol.Latih meletakkan bilangan pada garis bilangan berskala tetap.

Miskonsepsi dan Antisipasinya

Miskonsepsi dideteksi melalui pertanyaan, gambar kerja, alasan, dan pola kesalahan. Antisipasi dilakukan sebelum memberi aturan formal; treatment dipilih berdasarkan bukti respons peserta didik.

Peta miskonsepsi, indikator, antisipasi, dan remediasi
MiskonsepsiIndikator DeteksiAntisipasi Sebelum/Saat BelajarTindak Lanjut Remedial
Bilangan negatif dianggap selalu sebagai operasi pengurangan.Siswa membaca −5 sebagai “kurangi lima” meskipun berdiri sendiri.Gunakan konteks titik acuan dan kartu posisi sebelum simbol.Minta siswa menyebutkan “lima satuan di bawah/kiri titik acuan” lalu menempatkannya.
Nol dianggap tidak memiliki posisi atau nilai.Siswa melewati 0 pada garis bilangan.Tegaskan 0 sebagai titik acuan dan bilangan bulat.Gunakan garis bilangan lantai dan minta siswa berdiri tepat di 0.
Semakin besar angka pada bilangan negatif, semakin besar nilainya.Siswa menyatakan −8 > −3.Bandingkan posisi pada garis bilangan, bukan besar angka saja.Gunakan kalimat “lebih ke kanan berarti lebih besar”.
Interval garis bilangan boleh berubah-ubah.Jarak antartitik tidak konsisten.Latih menentukan skala sebelum menempatkan angka.Berikan garis kosong dan cek interval dengan penggaris.

Kompetensi Awal dan Kesiapan Belajar

Kompetensi prasyarat
  • Membaca dan menulis bilangan cacah.
  • Mengenali urutan kiri–kanan dan atas–bawah.
  • Menggunakan titik acuan dalam situasi sederhana.
  • Mengenali simbol positif dan negatif secara awal.
Variasi kebutuhan dan preferensi belajar

Guru menyediakan representasi konkret, visual, verbal, dan simbolik tanpa memberi label gaya belajar permanen. Dukungan ditentukan dari hasil diagnostik bab dan diagnostik mikro.

Memeriksa data diagnostik pada perangkat…

Dimensi Profil Lulusan

Dimensi yang benar-benar dikembangkan
DimensiAktivitas NyataIndikator PerilakuBukti/Instrumen
Keimanan dan ketakwaanMensyukuri keteraturan representasi bilangan tanpa memaksakan hubungan konsep.Mengikuti doa dan menunjukkan sikap jujur/teliti.Lembar observasi sikap
Penalaran kritisMenguji posisi, tanda, dan alasan matematis.Menggunakan bukti garis bilangan.LKPD dan jawaban tertulis
KolaborasiMembagi peran dan menyepakati representasi kelompok.Mendengar, berkontribusi, dan menghargai pendapat.Rubrik kolaborasi
KemandirianMenyelesaikan cek individu dan refleksi.Mencoba strategi sebelum meminta bantuan.Jurnal dan hasil formatif
KomunikasiMenjelaskan hasil dengan istilah matematis yang tepat.Menyampaikan alasan secara runtut.Presentasi dan rubrik komunikasi

Panca Cinta dan Kurikulum Berbasis Cinta

Integrasi Panca Cinta secara relevan
Topik Panca CintaAktivitasPerilaku yang DiharapkanBukti
Cinta Allah dan Rasul-NyaDoa, kejujuran, dan rasa syukur secara wajar.Jujur mencatat hasil dan menghargai keteraturan.Observasi
Cinta IlmuMenyelidiki posisi dan memberikan alasan.Teliti, ingin tahu, dan memeriksa jawaban.LKPD
Cinta Diri dan SesamaKerja kelompok dan umpan balik.Saling membantu tanpa merendahkan.Rubrik kolaborasi
Cinta LingkunganMenggunakan data simulasi jelajah lingkungan secara bertanggung jawab.Membedakan data nyata dan simulasi.Kesimpulan LKPD
Cinta Tanah AirMenggunakan konteks lokal Toraja secara akurat dan tidak mengada-ada.Menghargai lingkungan setempat.Presentasi

Sarana, Prasarana, Aksesibilitas, dan Persiapan

Sarana & MediaGaris bilangan besar (tali/lantai), kartu bilangan, termometer peraga, LCD/proyektor, media SVG, serta media digital yang langsung menuju aktivitas garis bilangan.
Sumber BelajarBuku Matematika SMP/MTs Kelas VII (Puskurbuk, 2022), Buku Panduan Guru, LKPD BB-TP01, data suhu dataran tinggi Toraja.

🔗 Media digital yang digunakan dalam modul ini

Tombol berikut langsung membuka alat atau aktivitas yang sesuai dengan materi bilangan bulat dan garis bilangan, bukan halaman depan situs.

Penggunaan utama: MLC untuk menempatkan dan membandingkan bilangan; MathsBot untuk latihan garis bilangan tersembunyi; GeoGebra untuk konteks suhu di bawah dan di atas nol.
Persiapan GuruUji seluruh tautan sebelum pembelajaran, siapkan proyektor atau satu gawai per kelompok, dan buka media pada tab browser sebelum kelas dimulai.
Aksesibilitas & CadanganSediakan garis bilangan cetak, kartu bilangan berukuran besar, instruksi lisan, serta media bawaan HTML apabila jaringan internet tidak tersedia.

Diferensiasi Pembelajaran

AspekBentuk Diferensiasi
KontenBilangan sederhana untuk perlu bantuan; konteks suhu/utang untuk mahir
ProsesKelompok bantuan pakai garis bilangan fisik; mahir langsung menalar
ProdukKartu urutan bilangan, garis bilangan buatan, atau laporan
LingkunganGaris bilangan di lantai kelas; papan garis bilangan di depan

B. Komponen Inti

Landasan Kurikuler dan Capaian Pembelajaran

CP resmi — Elemen Bilangan Fase D

“Di akhir fase D, peserta didik dapat membaca, menulis, dan membandingkan bilangan bulat, bilangan rasional dan irasional, bilangan desimal, bilangan berpangkat bulat dan akar, bilangan dalam notasi ilmiah. Mereka dapat menerapkan operasi aritmetika pada bilangan real, dan memberikan estimasi/perkiraan dalam menyelesaikan masalah (termasuk berkaitan dengan literasi finansial).”

Sumber: Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 dan laman CP Matematika Fase D.

Kompetensi yang dipilih

Membaca dan merepresentasikan bilangan bulat negatif, nol, dan positif pada garis bilangan.

Lingkup materi modul

Bilangan bulat negatif, nol, positif, titik acuan, serta posisi pada garis bilangan.

Batasan: operasi hitung bilangan bulat belum menjadi target utama modul ini.

Tujuan Pembelajaran

TP1
Melalui pengamatan gambar, termometer, dan situasi kehidupan sehari-hari, peserta didik dapat mengidentifikasi bilangan bulat negatif, nol, dan bilangan bulat positif dengan benar.
TP2
Dengan menggunakan garis bilangan, peserta didik dapat menentukan letak bilangan bulat negatif, nol, dan bilangan bulat positif secara tepat.
Catatan progresi: TP Bab Bilangan Bulat didistribusikan agar tidak tumpang tindih. BB-TP01 mengukur TP1–TP2; BB-TP02 mengukur TP3–TP5.

Matriks Keselarasan

Pemetaan TP–materi–aktivitas–media–asesmen–KKTP–bukti belajar
TPMateriAktivitasMediaAsesmenKKTPBukti Belajar
TP1Konsep bilangan bulat dan titik acuanKlasifikasi konteks dan contoh/noncontohGambar, kartu bilangan, termometerObservasi, LKPD, cek pemahaman, formatif akhirTercapai jika bukti esensial benar ≥75% dan tidak ada kompetensi inti yang kosong.Klasifikasi dan alasan
TP2Posisi pada garis bilanganEksplorasi garis bilangan konkret–digitalGaris bilangan lantai dan digitalObservasi, LKPD, cek pemahaman, formatif akhirTercapai jika bukti esensial benar ≥75% dan tidak ada kompetensi inti yang kosong.Garis bilangan berskala tepat

Pemahaman Bermakna dan Pertanyaan Pemantik

Pemahaman bermakna

Bilangan bertanda memperoleh makna melalui titik acuan; tanda negatif dan positif tidak dapat ditafsirkan tanpa mengetahui acuannya.

Pertanyaan pemantik
  • Apa yang harus ditentukan sebelum memberi tanda positif atau negatif?
  • Bagaimana garis bilangan membuktikan jawaban?
  • Bagaimana data simulasi dibedakan dari data faktual?

Peta Konsep

Bilangan Bulat Negatif / Nol / Positif Garis bilangan Bandingkan & urutkan
Bilangan bulat, letaknya pada garis bilangan, serta pembandingannya.

Pembelajaran Mendalam

Matriks pengalaman belajar dan prinsip Pembelajaran Mendalam
TahapPengalaman BelajarAktivitas Peserta DidikPrinsipBukti Belajar
OrientasiMemahamiMenyatakan tujuan dengan bahasa sendiri dan mengidentifikasi informasi masalah.BerkesadaranCatatan tujuan dan pertanyaan awal
EksplorasiMemahamiMemanipulasi kartu/garis bilangan untuk membangun konsep.Menggembirakan dan bermaknaModel konkret serta hasil pengamatan
PenyelidikanMengaplikasiMenerapkan konsep pada data simulasi posisi terhadap basecamp.BermaknaLKPD dan tabel posisi
PresentasiMengaplikasiMenyajikan hasil, menanggapi alasan kelompok lain secara santun.Berkesadaran dan menggembirakanPresentasi serta rubrik komunikasi
EvaluasiMerefleksiMemeriksa strategi, mengoreksi miskonsepsi, dan merencanakan perbaikan.BerkesadaranRefleksi dan exit ticket
Olah pikir

Menganalisis posisi, representasi, perbandingan, dan alasan.

Olah hati dan rasa

Jujur pada data, menghargai penjelasan, dan berempati saat memberi umpan balik.

Aktivitas kinestetik

Bergerak pada garis bilangan lantai dengan aman dan tertib.

Masalah Autentik, Model Pembelajaran, dan Bukti Belajar

Masalah utama: Panitia jelajah lingkungan membuat peta posisi beberapa titik terhadap basecamp sebagai titik acuan 0. Data simulasi menunjukkan Depot Air −4, Pos Pengamatan +6, Area Istirahat +12, dan Titik Cek −2. Peserta didik harus merepresentasikan setiap posisi pada garis bilangan dan menjelaskan maknanya.

Produk akhir: Garis bilangan berskala −6 sampai 18, tabel posisi, dan penjelasan makna setiap bilangan terhadap basecamp.

Orientasi
Organisasi
Penyelidikan
Presentasi
Evaluasi
Rincian sintaks PBL dua pertemuan
TahapSintaksAktivitas GuruAktivitas Peserta DidikPertanyaan GuruMediaWaktuProdukAsesmen FormatifDimensiPanca CintaPrinsip
1Orientasi pada masalahMenyajikan masalah utama dan menegaskan bahwa data posisi adalah simulasi.Membaca masalah, menandai informasi, dan menuliskan pertanyaan.Apa titik acuannya? Apa arti tanda setiap posisi?Peta simulasi, slide15 menitDaftar informasi dan pertanyaanPertanyaan diagnostik lisanPenalaran kritis; komunikasiCinta IlmuBerkesadaran
2Mengorganisasi peserta didikMembentuk kelompok heterogen dan menjelaskan peran.Membagi peran: fasilitator, pencatat, penjaga alat, penyaji.Bagaimana kelompok memastikan semua anggota berperan?Kartu peran, LKPD10 menitPembagian peranObservasi kolaborasiKolaborasi; kemandirianCinta Diri dan SesamaMenggembirakan
3Membimbing penyelidikanMemberi pertanyaan penuntun tanpa memberi jawaban.Membangun garis bilangan, mengolah data, dan memeriksa interval.Bukti apa yang menunjukkan posisi atau urutan itu benar?Garis bilangan, kartu, media digital35 menitGaris bilangan berskala −6 sampai 18, tabel posisi, dan penjelasan makna setiap bilangan terhadap basecamp.Cek LKPD dan konferensi singkatPenalaran kritis; kreativitasCinta Ilmu; Cinta LingkunganBermakna
4Mengembangkan dan menyajikan hasilMemfasilitasi presentasi dan tanggapan antarkelompok.Menyajikan produk dan menanggapi dengan bahasa santun.Apakah alasan kelompok lain konsisten dengan garis bilangan?Poster/slide hasil25 menitPresentasi rekomendasiRubrik produk dan komunikasiKomunikasi; kolaborasiCinta Diri dan Sesama; Cinta Tanah AirMenggembirakan
5Menganalisis dan mengevaluasi prosesMengangkat miskonsepsi, merangkum konsep, dan memberi exit ticket.Mengoreksi, menulis kesimpulan, dan merefleksikan strategi.Strategi mana paling dapat dipercaya? Apa yang akan diperbaiki?Exit ticket, jurnal15 menitKesimpulan dan refleksiExit ticket dan penilaian diriKemandirian; penalaran kritisCinta IlmuBerkesadaran

Langkah Pembelajaran Terperinci

Alokasi: 4 JP = 2 pertemuan, masing-masing 2 JP × 40 menit. Guru dapat menyesuaikan urutan tanpa menghilangkan salam, doa, presensi, apersepsi, tujuan, asesmen, refleksi, tindak lanjut, dan penutup.

Pertemuan 1 — membangun konsep dan penyelidikan awal (80 menit)

Kegiatan Pendahuluan
Salam, doa, presensi, dan kesiapan5 menit

Aktivitas Guru: Memberi salam; mengajak berdoa sesuai keyakinan; memeriksa kehadiran, kebersihan, kerapian, alat belajar, dan keamanan ruang; menyapa peserta didik secara positif.

Aktivitas Peserta Didik: Menjawab salam, berdoa, melaporkan kehadiran, menyiapkan alat, dan memastikan area belajar aman.

Asesmen/Bukti: Observasi kesiapan dan kebutuhan dukungan segera.

Koneksi sosial-emosional dan kesepakatan5 menit

Aktivitas Guru: Melakukan cek kondisi singkat (misalnya skala 1–5), mengingatkan bahwa salah adalah bagian dari belajar, dan menegaskan bahasa umpan balik yang santun.

Aktivitas Peserta Didik: Menunjukkan kondisi secara singkat, menyampaikan kebutuhan bantuan bila perlu, dan menyepakati aturan interaksi.

Asesmen/Bukti: Catatan nonklinis untuk dukungan pembelajaran.

Apersepsi dan diagnostik mikro10 menit

Aktivitas Guru: Mengajukan 2–3 pertanyaan prasyarat tentang membaca bilangan cacah, mengenali kiri–kanan, dan memahami titik acuan sederhana; menampilkan contoh dan noncontoh; tidak langsung membenarkan semua jawaban.

Aktivitas Peserta Didik: Menjawab secara individu, menunjukkan cara berpikir, lalu membandingkan alasan dengan pasangan.

Asesmen/Bukti: Respons awal, strategi, dan miskonsepsi yang muncul.

Tujuan, manfaat, dan kriteria keberhasilan5 menit

Aktivitas Guru: Menyampaikan tujuan pembelajaran konsep bilangan bulat dan garis bilangan, manfaatnya, produk yang diharapkan, serta indikator KKTP dengan bahasa yang dapat dipahami.

Aktivitas Peserta Didik: Mengulang tujuan dengan bahasa sendiri dan menanyakan bagian yang belum jelas.

Asesmen/Bukti: Cek pemahaman tujuan melalui satu pertanyaan lisan.

Kegiatan Inti
Orientasi masalah autentik10 menit

Aktivitas Guru: Menyajikan masalah: Masalah utama: Panitia jelajah lingkungan membuat peta posisi beberapa titik terhadap basecamp sebagai titik acuan 0. Data simulasi menunjukkan Depot Air −4, Pos Pengamatan +6, Area Istirahat +12, dan Titik Cek −2. Peserta didik harus merepresentasikan setiap posisi pada garis bilangan dan menjelaskan maknanya. Produk akhir: Garis bilangan berskala −6 sampai 18, tabel posisi, dan penjelasan makna setiap bilangan terh

Aktivitas Peserta Didik: Membaca/mengamati, menandai fakta, menulis apa yang diketahui–ditanya, dan mengajukan pertanyaan.

Asesmen/Bukti: Daftar informasi, pertanyaan, dan prediksi awal.

Organisasi dan eksplorasi konkret–visual25 menit

Aktivitas Guru: Membentuk kelompok heterogen dan membagi peran; menyediakan benda konkret, garis bilangan lantai, garis bilangan gambar, lalu simbol; memberi pertanyaan penuntun tanpa mengambil alih proses.

Aktivitas Peserta Didik: Membagi peran, membangun model, mencatat pola, mencoba strategi, dan memeriksa data.

Asesmen/Bukti: LKPD, model/diagram, observasi kolaborasi.

Berbagi temuan sementara10 menit

Aktivitas Guru: Memilih beberapa strategi untuk dibandingkan, termasuk jawaban yang memuat miskonsepsi secara aman dan anonim.

Aktivitas Peserta Didik: Menyajikan temuan sementara, menanggapi bukti, dan merevisi strategi.

Asesmen/Bukti: Rubrik komunikasi dan catatan miskonsepsi.

Kegiatan Penutup
Simpulan, refleksi, exit ticket, doa, salam10 menit

Aktivitas Guru: Memfasilitasi simpulan; menghubungkan kembali ke TP; memberi exit ticket satu konsep–satu alasan; menyampaikan tindak lanjut; menutup dengan doa dan salam.

Aktivitas Peserta Didik: Menulis simpulan/refleksi, mengerjakan exit ticket, mencatat tugas perbaikan/pengayaan, berdoa, dan menjawab salam.

Asesmen/Bukti: Exit ticket dan rencana kelompok fleksibel pertemuan 2.

Pertemuan 2 — aplikasi, komunikasi, dan asesmen (80 menit)

Kegiatan Pendahuluan
Salam, doa, presensi, dan tinjau ulang8 menit

Aktivitas Guru: Memberi salam, mengajak berdoa, memeriksa kehadiran/kesiapan, lalu menampilkan dua respons exit ticket untuk ditelaah.

Aktivitas Peserta Didik: Menjawab salam, berdoa, menyiapkan diri, dan memperbaiki pemahaman awal.

Asesmen/Bukti: Cek cepat konsep pertemuan 1.

Kegiatan Inti
Pendalaman masalah dan perencanaan12 menit

Aktivitas Guru: Mengajukan variasi/ekstensi masalah dan meminta setiap kelompok menetapkan strategi, pembagian tugas, bukti, dan cara verifikasi.

Aktivitas Peserta Didik: Menyusun rencana, memilih representasi, dan memprediksi hasil.

Asesmen/Bukti: Rencana kerja kelompok.

Penyelidikan terdiferensiasi25 menit

Aktivitas Guru: Memberi scaffolding bagi yang memerlukan penguatan, pertanyaan terbuka bagi kelompok siap, dan pilihan benda konkret, garis bilangan lantai, garis bilangan gambar, lalu simbol; memantau dengan konferensi singkat.

Aktivitas Peserta Didik: Menyelesaikan masalah, mendokumentasikan langkah, memeriksa satuan/label, dan melakukan verifikasi.

Asesmen/Bukti: Produk LKPD, catatan konferensi, dan cek proses.

Presentasi, kritik bukti, dan perbaikan15 menit

Aktivitas Guru: Memfasilitasi gallery walk/presentasi; meminta tanggapan menggunakan pola “saya setuju/tidak setuju karena …”.

Aktivitas Peserta Didik: Menyajikan, memberi umpan balik berbasis bukti, lalu memperbaiki produk.

Asesmen/Bukti: Rubrik produk, penalaran, komunikasi, dan kolaborasi.

Formatif individual dan umpan balik10 menit

Aktivitas Guru: Memberikan soal individual yang memetakan TP; memberi umpan balik singkat tanpa mempermalukan; mencatat kebutuhan treatment.

Aktivitas Peserta Didik: Mengerjakan mandiri, menuliskan alasan, dan menandai tingkat keyakinan.

Asesmen/Bukti: Skor per TP, jenis kesalahan, dan tingkat keyakinan.

Kegiatan Penutup
Refleksi, tindak lanjut, doa, dan salam10 menit

Aktivitas Guru: Membahas strategi efektif; menetapkan remedial/pemantapan/pengayaan; menyampaikan asesmen ulang; mengajak berdoa dan menutup dengan salam.

Aktivitas Peserta Didik: Menulis apa yang sudah dikuasai, bagian yang masih perlu bantuan, dan rencana latihan; berdoa serta menjawab salam.

Asesmen/Bukti: Jurnal refleksi dan rencana treatment individual/kelompok.

Asesmen dan Tindak Lanjut

Diagnostik babProfil lima domain dan kesiapan sosial-emosional.
Diagnostik mikro3 butir prasyarat khusus modul.
Formatif prosesObservasi, LKPD, cek pemahaman.
Formatif akhirButir paralel untuk melihat perkembangan.
Sumatif modul6 soal tanpa petunjuk otomatis.
Ketentuan ketercapaian: batas umum 75, tetapi peserta didik belum dinyatakan tuntas apabila kompetensi esensial pada salah satu TP belum mencapai tingkat “Tercapai”. Rata-rata tidak digunakan untuk menutupi TP esensial yang kosong.

Refleksi Guru dan Peserta Didik

Refleksi peserta didik

Saya dapat …; bukti yang saya gunakan …; strategi yang akan saya perbaiki …

Refleksi guru

TP mana yang belum tercapai? Miskonsepsi apa yang dominan? Dukungan konkret, visual, atau simbolik apa yang diperlukan pada pertemuan berikutnya?

C. Lampiran

Glosarium

  • Bilangan bulat: himpunan bilangan negatif, nol, dan positif.
  • Garis bilangan: garis dengan titik-titik berjarak sama untuk menempatkan bilangan.
  • Bilangan negatif: bilangan bulat kurang dari nol.

Sumber dan Daftar Pustaka

  1. Kepala BSKAP. (2025). Keputusan Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran.
  2. Kementerian Agama RI. (2025). Keputusan Menteri Agama Nomor 1503 Tahun 2025 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada Madrasah.
  3. Kemendikbudristek. (2022). Matematika untuk SMP/MTs Kelas VII.
  4. Kemendikbudristek. (2022). Buku Panduan Guru Matematika Kelas VII.

Mengetahui,
Kepala Madrasah

Tanda tangan Kepala Madrasah

Drs. Sampe Baralangi, M.Sc.

NIP. -

Tana Toraja, 13 Juli 2026
Guru Mata Pelajaran

Tanda tangan Guru Mata Pelajaran

Amiruddin, S.Pd.

NIP. -

Pilih Bagian yang Dicetak

🗓️Roster