Gunakan pola benda, kotak misteri, dan operasi bilangan sederhana.

KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN TANA TORAJA
MTsN 1 TANA TORAJA
Jl. Tengkobatu No. 290 Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan
Modul Ajar — Faktorisasi Bentuk Aljabar Sederhana
BAB 4 · BENTUK ALJABARA. Informasi Umum
Identitas Modul
| Penyusun | Amiruddin, S.Pd. |
|---|---|
| Satuan Pendidikan | MTsN 1 Tana Toraja |
| Mata Pelajaran | Matematika |
| Fase / Kelas | Fase D / VII (Tujuh) |
| Kode Modul | MTK7-ALJ-TP05 |
| Semester | Genap |
| Bab / Elemen | Bab 4 — Bentuk Aljabar / Aljabar |
| Tujuan Pembelajaran |
|
| Alokasi Waktu | 4 JP (2 × pertemuan @ 2 JP × 40 menit) |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning dengan pendekatan CRA |
| Moda | Tatap muka |
Karakteristik Peserta Didik
| Aspek | Karakteristik yang mungkin tampak | Implikasi/Respons Guru |
|---|---|---|
| Tahap perkembangan | Peserta didik Kelas VII umumnya berada pada awal masa remaja; kemampuan berpikir abstrak mulai berkembang tetapi masih memerlukan jembatan konkret dan visual. | Gunakan urutan konkret–visual–simbolik, contoh dekat, waktu tunggu, dan pertanyaan bertahap. |
| Kompetensi awal | Menguasai fpb, sifat distributif, dan perkalian aljabar sederhana. | Lakukan diagnostik mikro 3–5 menit dan bentuk dukungan berdasarkan bukti, bukan asumsi. |
| Keragaman penguasaan | Mengeluarkan faktor persekutuan terbesar tanpa mengubah nilai. | Sediakan contoh berjenjang, pasangan tutor sebaya, kelompok fleksibel, serta tugas pengayaan yang tidak sekadar menambah jumlah soal. |
| Bahasa dan komunikasi | Latar bahasa peserta didik dapat beragam; istilah matematika dan kalimat soal panjang dapat menjadi hambatan tersendiri. | Gunakan kalimat ringkas, visual, glosarium, kesempatan menjelaskan dengan bahasa sendiri, lalu tegaskan istilah baku. |
| Sosial dan karakter | Peserta didik memerlukan peran kelompok yang jelas, rasa aman untuk salah, serta umpan balik yang santun. | Tetapkan fasilitator, pencatat, penjaga alat, dan penyaji; gunakan kesepakatan kelas serta rubrik kolaborasi. |
| Preferensi dan akses | Sebagian peserta didik lebih terbantu oleh manipulatif, gambar, gerak, bacaan terstruktur, atau media digital; akses perangkat dan internet tidak selalu sama. | Sediakan ubin aljabar, model luas, pohon faktor, dan bentuk faktor; semua aktivitas inti tetap memiliki alternatif luring. |
| Kebutuhan aksesibilitas | Kemampuan membaca, melihat, mendengar, motorik, perhatian, dan kecepatan kerja dapat bervariasi tanpa harus diberi label diagnostik. | Perbesar teks bila perlu, beri kontras cukup, alternatif teks/lisan, ruang kerja, jeda, serta waktu tambahan yang proporsional. |
| Pemanfaatan data diagnostik | Hasil diagnostik digunakan untuk menentukan titik mulai dan dukungan, bukan untuk memberi cap kemampuan tetap. | Tinjau ulang kelompok dan treatment setelah bukti formatif berikutnya. |
Karakteristik Materi
Faktorisasi mengeluarkan faktor persekutuan terbesar (FPB) dari koefisien & variabel. Contoh: 3x + 6 = 3(x + 2); 4x² + 8x = 4x(x + 2). Ini kebalikan dari sifat distributif.
Miskonsepsi dan Antisipasinya
Miskonsepsi dideteksi melalui pertanyaan, gambar kerja, alasan, dan pola kesalahan. Antisipasi dilakukan sebelum memberi aturan formal; treatment dipilih berdasarkan bukti respons peserta didik.
| Miskonsepsi | Indikator Deteksi | Antisipasi Sebelum/Saat Belajar | Tindak Lanjut Remedial |
|---|---|---|---|
| Faktorisasi hanya mengeluarkan variabel. | FPB bilangan diabaikan. | Cari FPB koefisien dan variabel bersama. | Gunakan pohon faktor/tabel. |
| Tanda faktor negatif tidak dipertimbangkan. | Bentuk faktor tidak ekuivalen. | Pilih faktor agar bentuk dalam kurung sederhana. | Periksa dengan distribusi balik. |
| Faktorisasi dianggap mengubah nilai. | Siswa melihat bentuk faktor sebagai jawaban berbeda. | Gunakan model luas dan substitusi. | Bandingkan nilai sebelum–sesudah. |
| Suku tanpa variabel dianggap tidak dapat difaktorkan bersama. | Faktor bilangan terlewat. | Cari faktor semua suku. | Gunakan daftar faktor. |
Kompetensi Awal dan Kesiapan Belajar
Guru memberi 2 soal awal (FPB dari 6 & 9; kalikan 3(x+2)) untuk memetakan kesiapan.
Kompetensi Awal
Peserta didik telah mampu perkalian & pembagian aljabar serta mencari FPB (ALJ-TP03 & TP04).
Dimensi Profil Lulusan dan Panca Cinta
| Dimensi | Perwujudan dalam Pembelajaran |
|---|---|
| Bernalar Kritis | Menemukan faktor persekutuan. |
| Mandiri | Memfaktorkan bentuk aljabar sendiri. |
| Bergotong Royong | Berdiskusi menemukan FPB. |
| Sistematis | Bekerja runtut & teliti. |
Sarana, Prasarana, Aksesibilitas, dan Persiapan
- Ubin aljabar karton, kartu istilah, stabilo warna, kertas berpetak, dan perangkat digital opsional.
- Instruksi multimodal tanpa memberi label gaya belajar secara permanen.
- Versi cetak disiapkan ketika koneksi tidak tersedia.
- Semua data buatan diberi label simulasi.
Diferensiasi Pembelajaran
Gunakan ubin aljabar, tabel unsur, dan pertanyaan penuntun.
Gunakan dua variabel, bentuk negatif, dan konteks terbuka.
B. Komponen Inti
Landasan Kurikuler dan Capaian Pembelajaran
CP resmi Elemen Aljabar Fase D (penggalan relevan): peserta didik menyatakan situasi ke dalam bentuk aljabar dan menggunakan sifat operasi untuk menghasilkan bentuk aljabar yang ekuivalen.
Kompetensi terpilih: faktor persekutuan terbesar pada koefisien, faktorisasi sebagai kebalikan distributif, model persegi panjang, dan pemeriksaan dengan mengembangkan kembali.
Lingkup modul: kompetensi dibatasi pada tujuan di bawah agar tidak tumpang tindih dengan modul berikutnya.
Tujuan Pembelajaran
- TP1Melalui pengamatan model persegi panjang dan ubin aljabar, peserta didik dapat menjelaskan faktorisasi sebagai kebalikan sifat distributif dengan benar.
- TP2Diberikan bentuk aljabar dua suku, peserta didik dapat menentukan faktor persekutuan dan menuliskan bentuk faktornya sesuai dengan prosedur yang benar.
Matriks Keselarasan
| TP | Rumusan | Aktivitas | Media | Asesmen | KKTP | Bukti Belajar |
|---|---|---|---|---|---|---|
| TP1 | Melalui pengamatan model persegi panjang dan ubin aljabar, peserta didik dapat menjelaskan faktorisasi sebagai kebalikan sifat distributif dengan benar. | Identifikasi dan model | Ubin/kartu unsur | Formatif TP1 | Minimal 75 dan TP1 tidak Belum Tercapai | Model, jawaban, dan alasan TP1 |
| TP2 | Diberikan bentuk aljabar dua suku, peserta didik dapat menentukan faktor persekutuan dan menuliskan bentuk faktornya sesuai dengan prosedur yang benar. | Translasi/prosedur | Diagram/tabel | Formatif TP2 | Minimal 75 dan TP2 tidak Belum Tercapai | Model, jawaban, dan alasan TP2 |
Pemahaman Bermakna dan Pertanyaan Pemantik
Faktorisasi menyederhanakan bentuk aljabar & memudahkan perhitungan, seperti menemukan ukuran sisi dari luas yang diketahui.
Pertanyaan Pemantik
- Luas kebun 3x + 6. Bisakah ditulis sebagai panjang × lebar?
- Apa faktor bersama dari 4x² dan 8x?
Pembelajaran Mendalam
| Prinsip | Wujud Nyata |
|---|---|
| Berkesadaran | Sadar faktorisasi = distributif terbalik. |
| Bermakna | Menemukan sisi kebun dari luasnya. |
| Menggembirakan | Aktivitas menyusun model luas terbalik. |
| Reflektif | Refleksi mengecek hasil dengan mengalikan. |
Masalah Autentik, Model Pembelajaran, dan Bukti Belajar
| Tahap | Aktivitas Guru | Aktivitas Peserta Didik | Pertanyaan Guru | Media | Waktu | Produk | Asesmen Formatif | Dimensi Profil Lulusan | Panca Cinta | Prinsip |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1. Orientasi pada masalah | Menyajikan konteks, tujuan, dan kriteria keberhasilan. | Mengamati, mendefinisikan besaran, dan membuat prediksi. | Besaran mana yang tetap dan mana yang berubah? | Kartu konteks/ubin aljabar | 15 menit | Daftar informasi dan prediksi | Diagnostik mikro | Penalaran kritis, komunikasi | Cinta Ilmu | Berkesadaran |
| 2. Mengorganisasi peserta didik | Membentuk kelompok dan membagi peran. | Menetapkan pencatat, penyusun model, pemeriksa, dan penyaji. | Bagaimana urutan kerja agar setiap anggota berkontribusi? | LKPD | 10 menit | Pembagian peran | Observasi kolaborasi | Kolaborasi, kemandirian | Cinta Diri dan Sesama | Menggembirakan |
| 3. Membimbing penyelidikan | Memberi pertanyaan penuntun tanpa mengambil alih strategi. | Membangun ubin/model, tabel unsur, ekspresi, dan alasan. | Apa arti setiap simbol dan mengapa suku ini dapat/tidak dapat digabungkan? | Media aljabar offline | 45 menit | Model dan ekspresi | Umpan balik formatif | Penalaran kritis, kreativitas | Cinta Ilmu | Bermakna |
| 4. Menyajikan hasil | Memfasilitasi presentasi dan tanggapan berbasis bukti. | Menjelaskan definisi variabel, prosedur, hasil, dan maknanya. | Bukti apa yang menunjukkan bentukmu sesuai konteks? | Poster/tampilan digital | 25 menit | Presentasi solusi | Rubrik produk dan komunikasi | Komunikasi, kolaborasi | Cinta Tanah Air melalui konteks akurat | Bermakna |
| 5. Mengevaluasi proses | Menuntun refleksi strategi dan miskonsepsi. | Membandingkan strategi, memperbaiki tanda, dan menetapkan target. | Apa yang berubah dari prediksi awalmu? | Exit ticket | 15 menit | Refleksi individual | Penilaian diri | Kemandirian, keimanan dan ketakwaan | Cinta Allah dan Rasul-Nya secara wajar | Berkesadaran |
| Pengalaman Belajar | Perilaku Nyata Peserta Didik | Prinsip | Bukti Belajar |
|---|---|---|---|
| Memahami | Mendefinisikan variabel, mengidentifikasi unsur, dan menghubungkan konteks dengan model. | Berkesadaran dan bermakna | Model konkret, tabel unsur, penjelasan awal |
| Mengaplikasi | Membangun atau menyederhanakan bentuk aljabar serta memeriksa tanda dan suku sejenis. | Bermakna dan menggembirakan | LKPD, media interaktif, solusi masalah |
| Merefleksi | Menjelaskan miskonsepsi, membandingkan strategi, dan menetapkan target perbaikan. | Berkesadaran | Exit ticket dan penilaian diri |
| Dimensi | Aktivitas Nyata | Indikator Perilaku | Bukti/Instrumen |
|---|---|---|---|
| Keimanan dan ketakwaan | Merefleksikan keteraturan pola dan kejujuran perhitungan secara wajar. | Jujur pada hasil dan bersedia memperbaiki kesalahan. | Catatan refleksi |
| Penalaran kritis | Memeriksa arti simbol, tanda, suku, dan ekuivalensi. | Memberi alasan berbasis model atau substitusi. | Rubrik penalaran |
| Kolaborasi | Berbagi peran dalam penyelidikan. | Mendengar, menanggapi, dan menyelesaikan tugas bersama. | Lembar observasi |
| Kemandirian | Memeriksa prosedur dan mengelola waktu. | Menggunakan daftar periksa sebelum menyerahkan. | Self-assessment |
| Komunikasi | Menjelaskan definisi variabel, ekspresi, dan hasil. | Menggunakan istilah dan simbol secara jelas. | Rubrik komunikasi |
| Topik | Aktivitas | Perilaku yang Diharapkan | Bukti |
|---|---|---|---|
| Cinta Ilmu | Menguji model dan ekuivalensi bentuk. | Teliti, ingin tahu, dan terbuka memperbaiki kesalahan. | Revisi jawaban |
| Cinta Diri dan Sesama | Kerja kelompok dan tanggapan. | Saling membantu dan menghargai strategi. | Observasi |
| Cinta Lingkungan | Memodelkan penggunaan bahan secara hemat dengan data simulasi. | Menjelaskan pilihan secara bertanggung jawab. | Kesimpulan LKPD |
| Cinta Tanah Air | Menggunakan konteks madrasah/lokal secara akurat. | Tidak membuat klaim faktual tanpa data. | Produk |
| Cinta Allah dan Rasul-Nya | Refleksi keteraturan pola dan kejujuran. | Bersyukur dan jujur terhadap proses. | Refleksi |
Langkah Pembelajaran Terperinci
Alokasi: 4 JP = 2 pertemuan, masing-masing 2 JP × 40 menit. Guru dapat menyesuaikan urutan tanpa menghilangkan salam, doa, presensi, apersepsi, tujuan, asesmen, refleksi, tindak lanjut, dan penutup.
Pertemuan 1 — membangun konsep dan penyelidikan awal (80 menit)
Kegiatan Pendahuluan
Aktivitas Guru: Memberi salam; mengajak berdoa sesuai keyakinan; memeriksa kehadiran, kebersihan, kerapian, alat belajar, dan keamanan ruang; menyapa peserta didik secara positif.
Aktivitas Peserta Didik: Menjawab salam, berdoa, melaporkan kehadiran, menyiapkan alat, dan memastikan area belajar aman.
Asesmen/Bukti: Observasi kesiapan dan kebutuhan dukungan segera.
Aktivitas Guru: Melakukan cek kondisi singkat (misalnya skala 1–5), mengingatkan bahwa salah adalah bagian dari belajar, dan menegaskan bahasa umpan balik yang santun.
Aktivitas Peserta Didik: Menunjukkan kondisi secara singkat, menyampaikan kebutuhan bantuan bila perlu, dan menyepakati aturan interaksi.
Asesmen/Bukti: Catatan nonklinis untuk dukungan pembelajaran.
Aktivitas Guru: Mengajukan 2–3 pertanyaan prasyarat tentang menguasai FPB, sifat distributif, dan perkalian aljabar sederhana; menampilkan contoh dan noncontoh; tidak langsung membenarkan semua jawaban.
Aktivitas Peserta Didik: Menjawab secara individu, menunjukkan cara berpikir, lalu membandingkan alasan dengan pasangan.
Asesmen/Bukti: Respons awal, strategi, dan miskonsepsi yang muncul.
Aktivitas Guru: Menyampaikan tujuan pembelajaran faktorisasi bentuk aljabar sederhana, manfaatnya, produk yang diharapkan, serta indikator KKTP dengan bahasa yang dapat dipahami.
Aktivitas Peserta Didik: Mengulang tujuan dengan bahasa sendiri dan menanyakan bagian yang belum jelas.
Asesmen/Bukti: Cek pemahaman tujuan melalui satu pertanyaan lisan.
Kegiatan Inti
Aktivitas Guru: Menyajikan masalah: Panitia membuat dua jenis paket dengan total model 12x + 18 satuan. Peserta didik menyusun model persegi panjang terbesar yang dapat digunakan bersama, menentukan faktor persekutuan, dan menuliskan bentuk faktornya.
Aktivitas Peserta Didik: Membaca/mengamati, menandai fakta, menulis apa yang diketahui–ditanya, dan mengajukan pertanyaan.
Asesmen/Bukti: Daftar informasi, pertanyaan, dan prediksi awal.
Aktivitas Guru: Membentuk kelompok heterogen dan membagi peran; menyediakan ubin aljabar, model luas, pohon faktor, dan bentuk faktor; memberi pertanyaan penuntun tanpa mengambil alih proses.
Aktivitas Peserta Didik: Membagi peran, membangun model, mencatat pola, mencoba strategi, dan memeriksa data.
Asesmen/Bukti: LKPD, model/diagram, observasi kolaborasi.
Aktivitas Guru: Memilih beberapa strategi untuk dibandingkan, termasuk jawaban yang memuat miskonsepsi secara aman dan anonim.
Aktivitas Peserta Didik: Menyajikan temuan sementara, menanggapi bukti, dan merevisi strategi.
Asesmen/Bukti: Rubrik komunikasi dan catatan miskonsepsi.
Kegiatan Penutup
Aktivitas Guru: Memfasilitasi simpulan; menghubungkan kembali ke TP; memberi exit ticket satu konsep–satu alasan; menyampaikan tindak lanjut; menutup dengan doa dan salam.
Aktivitas Peserta Didik: Menulis simpulan/refleksi, mengerjakan exit ticket, mencatat tugas perbaikan/pengayaan, berdoa, dan menjawab salam.
Asesmen/Bukti: Exit ticket dan rencana kelompok fleksibel pertemuan 2.
Pertemuan 2 — aplikasi, komunikasi, dan asesmen (80 menit)
Kegiatan Pendahuluan
Aktivitas Guru: Memberi salam, mengajak berdoa, memeriksa kehadiran/kesiapan, lalu menampilkan dua respons exit ticket untuk ditelaah.
Aktivitas Peserta Didik: Menjawab salam, berdoa, menyiapkan diri, dan memperbaiki pemahaman awal.
Asesmen/Bukti: Cek cepat konsep pertemuan 1.
Kegiatan Inti
Aktivitas Guru: Mengajukan variasi/ekstensi masalah dan meminta setiap kelompok menetapkan strategi, pembagian tugas, bukti, dan cara verifikasi.
Aktivitas Peserta Didik: Menyusun rencana, memilih representasi, dan memprediksi hasil.
Asesmen/Bukti: Rencana kerja kelompok.
Aktivitas Guru: Memberi scaffolding bagi yang memerlukan penguatan, pertanyaan terbuka bagi kelompok siap, dan pilihan ubin aljabar, model luas, pohon faktor, dan bentuk faktor; memantau dengan konferensi singkat.
Aktivitas Peserta Didik: Menyelesaikan masalah, mendokumentasikan langkah, memeriksa satuan/label, dan melakukan verifikasi.
Asesmen/Bukti: Produk LKPD, catatan konferensi, dan cek proses.
Aktivitas Guru: Memfasilitasi gallery walk/presentasi; meminta tanggapan menggunakan pola “saya setuju/tidak setuju karena …”.
Aktivitas Peserta Didik: Menyajikan, memberi umpan balik berbasis bukti, lalu memperbaiki produk.
Asesmen/Bukti: Rubrik produk, penalaran, komunikasi, dan kolaborasi.
Aktivitas Guru: Memberikan soal individual yang memetakan TP; memberi umpan balik singkat tanpa mempermalukan; mencatat kebutuhan treatment.
Aktivitas Peserta Didik: Mengerjakan mandiri, menuliskan alasan, dan menandai tingkat keyakinan.
Asesmen/Bukti: Skor per TP, jenis kesalahan, dan tingkat keyakinan.
Kegiatan Penutup
Aktivitas Guru: Membahas strategi efektif; menetapkan remedial/pemantapan/pengayaan; menyampaikan asesmen ulang; mengajak berdoa dan menutup dengan salam.
Aktivitas Peserta Didik: Menulis apa yang sudah dikuasai, bagian yang masih perlu bantuan, dan rencana latihan; berdoa serta menjawab salam.
Asesmen/Bukti: Jurnal refleksi dan rencana treatment individual/kelompok.
C. Lampiran
Mengetahui,
Kepala Madrasah

Drs. Sampe Baralangi, M.Sc.
NIP. -
Tana Toraja, 13 Juli 2026
Guru Mata Pelajaran

Amiruddin, S.Pd.
NIP. -
LKPD Terstruktur
Petunjuk dan pembagian peran
- Baca masalah dan definisikan arti setiap variabel.
- Pilih peran: pencatat, penyusun ubin/model, pemeriksa, dan penyaji.
- Gunakan model konkret atau tabel sebelum simbol.
- Periksa tanda, jenis suku, prosedur, dan makna hasil.
Bahan Bacaan
Konsep inti
- Faktorisasi mencari faktor yang sama pada semua suku.
- Faktor persekutuan terbesar koefisien diperoleh dari FPB bilangan koefisien.
- Faktor variabel hanya dapat dikeluarkan jika terdapat pada setiap suku.
- Hasil faktorisasi harus dapat dikembangkan kembali menjadi bentuk awal.
Contoh dan noncontoh
Contoh: 3x dan −5x sejenis karena bagian variabelnya sama.
Noncontoh: 3x dan 3y tidak sejenis; 4x dan 4x² juga tidak sejenis.
Miskonsepsi yang perlu dihindari
- 2x berarti 2 × x, bukan 2 + x.
- Tanda negatif merupakan bagian dari suku berikutnya.
- Huruf dapat mewakili nilai, bukan sekadar nama benda.
- Suku tak sejenis tidak boleh digabungkan.
Cek pemahaman
- Apa arti koefisien pada −7a?
- Apakah 3m dan −2m sejenis? Jelaskan.
- Buat satu konteks untuk bentuk 4x + 2000.
Sumber belajar
Buku Matematika SMP/MTs Kelas VII, panduan guru, ubin aljabar, dan sumber media yang dicantumkan pada tab Media Interaktif.
Materi Slide Interaktif
Latihan Formatif Interaktif Terbimbing — 20 Langkah
Petunjuk terbuka setelah minimal dua percobaan. Percobaan tidak mengurangi nilai karena bagian ini merupakan latihan formatif.
Masalah 1: Faktorkan 6x + 12.
Langkah 1 ALJ05-TP2
Langkah 2 ALJ05-TP2
Langkah 3 ALJ05-TP2
Langkah 4 ALJ05-TP2
Masalah 2: Faktorkan 15a − 10.
Langkah 1 ALJ05-TP2
Langkah 2 ALJ05-TP2
Langkah 3 ALJ05-TP2
Langkah 4 ALJ05-TP2
Masalah 3: Faktorkan 8x² + 12x.
Langkah 1 ALJ05-TP2
Langkah 2 ALJ05-TP2
Langkah 3 ALJ05-TP2
Langkah 4 ALJ05-TP2
Masalah 4: Periksa 7(2m + 3) sebagai faktor dari 14m + 21.
Langkah 1 ALJ05-TP3
Langkah 2 ALJ05-TP3
Langkah 3 ALJ05-TP3
Langkah 4 ALJ05-TP3
Masalah 5: Model luas 18p + 24 dengan sisi bersama terbesar.
Langkah 1 ALJ05-TP2
Langkah 2 ALJ05-TP1
Langkah 3 ALJ05-TP1
Langkah 4 ALJ05-TP2
Terakhir disimpan: belum tersimpan
Asesmen
Diagnostik Mikro Modul
- Jelaskan arti variabel pada satu konteks sederhana.
- Identifikasi tanda, suku, atau suku sejenis yang menjadi prasyarat.
- Tuliskan satu model atau langkah awal.
Gunakan hasilnya untuk menentukan: penguatan prasyarat, dukungan, atau pengayaan.
Asesmen Sumatif Modul — tanpa petunjuk otomatis
1. Jelaskan hubungan antara 5(x+3) dan 5x+15.
2. Faktorkan 9x+18.
3. Faktorkan 14a−21.
4. Faktorkan 12m²+8m.
5. Periksa 4(3x−2) sebagai hasil faktor dari 12x−8.
6. Jelaskan mengapa 6 bukan faktor persekutuan terbesar dari 12x+18 dan tuliskan faktor terbesarnya.
KKTP dan Rubrik
| Tingkat | Deskripsi Perilaku yang Dapat Diamati | Bukti Belajar | Tindak Lanjut |
|---|---|---|---|
| Belum Tercapai | Belum dapat menunjukkan unsur/prosedur utama meskipun dengan model dan pertanyaan penuntun. | Jawaban kosong atau model tidak sesuai. | Penguatan prasyarat konkret dan konferensi singkat. |
| Mulai Tercapai | Dapat menyelesaikan bagian dasar dengan bantuan, tetapi masih keliru pada tanda, istilah, atau alasan. | Sebagian model/prosedur tepat. | Latihan bertahap dan umpan balik spesifik. |
| Tercapai | Dapat menyelesaikan tugas sesuai TP secara mandiri dengan prosedur dan alasan tepat. | Model, hasil, dan alasan konsisten; skor ≥75. | Pemantapan dan aplikasi baru. |
| Sangat Tercapai | Dapat mentransfer konsep, membandingkan strategi, dan menjelaskan generalisasi. | Solusi alternatif atau masalah terbuka. | Pengayaan dan tutor sebaya terarah. |
| Aspek | 4 — Sangat Tercapai | 3 — Tercapai | 2 — Mulai Tercapai | 1 — Belum Tercapai |
|---|---|---|---|---|
| Definisi variabel | Jelas, lengkap, dan konsisten pada seluruh solusi. | Jelas dan konsisten. | Ada tetapi sebagian ambigu. | Tidak ada atau salah. |
| Model/representasi | Model tepat dan menghubungkan konkret–visual–simbol. | Model tepat. | Model sebagian tepat. | Model tidak sesuai. |
| Prosedur dan hasil | Seluruh tanda, suku, dan hitungan benar serta efisien. | Prosedur dan hasil benar. | Ada kesalahan kecil yang memengaruhi sebagian hasil. | Prosedur utama belum dikuasai. |
| Alasan dan interpretasi | Alasan logis, memeriksa hasil, dan mengaitkan kembali ke konteks. | Alasan dan interpretasi tepat. | Alasan belum lengkap. | Tidak memberi alasan bermakna. |
| Kolaborasi/komunikasi | Aktif mendengar, menanggapi bukti, dan menjelaskan dengan istilah tepat. | Berpartisipasi dan menjelaskan cukup jelas. | Partisipasi atau istilah belum konsisten. | Tidak berpartisipasi atau komunikasi tidak dapat diikuti. |
Media Interaktif — Faktorisasi Bentuk Aljabar Sederhana
Laboratorium Faktorisasi Faktor Persekutuan
Bentuk awal:
Susunan Persegi Panjang
Hasil faktorisasi:
Polypad Algebra Tiles
Ubin aljabar virtual untuk operasi, model luas, dan faktorisasi.
Buka PolypadGeoGebra CAS
Gunakan setelah peserta didik menunjukkan model dan alasan untuk memeriksa bentuk ekuivalen.
Buka GeoGebra CASMathsBot Algebra Tiles
Manipulatif alternatif untuk bentuk positif dan negatif.
Buka MathsBot