Peserta didik dapat menggunakan hubungan kesebangunan akibat garis tinggi pada hipotenusa untuk menentukan panjang garis tinggi dan kaki segitiga.
Halaman ini aman dibagikan kepada peserta didik: kisi-kisi, kunci jawaban, pembahasan guru, dan data jawaban benar tidak disertakan.
Petunjuk: amati visual, baca stimulus, pilih hasil beserta alasan paling tepat. Esai dikerjakan mandiri sebelum membuka bantuan.
Soal 1 · Penalaran
Dalam kegiatan garis tinggi ke hipotenusa, satu kelompok peserta didik diminta menelaah seluruh data pada visual sebelum menyampaikan keputusan. Pada segitiga siku-siku, garis tinggi membagi hipotenusa menjadi 9 cm dan 16 cm. Fokus analisis kelompok adalah menentukan panjang garis tinggi.
Berdasarkan seluruh data pada visual, laporan manakah yang memuat hasil dan alasan matematis paling tepat?
Soal 2 · Penalaran
Pada segitiga siku-siku, hipotenusa 25 cm terbagi menjadi segmen 9 cm dan 16 cm oleh garis tinggi. Fokus analisis kelompok adalah menentukan panjang kaki yang proyeksinya 9 cm.
Empat kelompok menyampaikan hasil berbeda. Laporan manakah yang paling dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan konsep yang dipelajari?
Soal 3 · Penalaran
Pada simulasi tiga segitiga sebangun, empat kelompok memperoleh laporan berbeda sehingga setiap langkah perlu diverifikasi berdasarkan data. Garis tinggi dari sudut siku-siku membentuk tiga segitiga. Fokus analisis kelompok adalah menentukan hubungan yang benar.
Strategi manakah yang menggunakan hubungan antarbesaran secara benar dan menghasilkan simpulan yang konsisten dengan visual?
Soal 4 · Penalaran
Guru menampilkan visual konstruksi atap sebagai sumber data utama dan meminta peserta didik mempertanggungjawabkan simpulannya. Kuda-kuda atap membentuk segitiga siku-siku dengan hipotenusa 25 m dan satu proyeksi 16 m. Fokus analisis kelompok adalah menentukan panjang kaki yang bersesuaian dengan proyeksi 16 m.
Setelah data, satuan, dan aturan matematis diperiksa, pernyataan manakah yang layak diterima?
Soal 5 · Penalaran
Dalam proyek audit rumus segitiga siku-siku, hasil tidak boleh ditentukan hanya dengan menebak angka; seluruh informasi pada visual harus digunakan. Siswa menghitung tinggi dengan h=p+q pada p=4 dan q=9. Fokus analisis kelompok adalah menentukan perbaikan yang benar.
Keputusan manakah yang paling tepat apabila seluruh informasi pada visual dan konteks masalah digunakan?
Soal 6 · Penalaran
Seorang petugas melakukan pemeriksaan pada konteks menentukan segmen hipotenusa dan meminta analisis matematis sebelum laporan disahkan. Garis tinggi h=8 cm dan salah satu segmen hipotenusa p=4 cm. Fokus analisis kelompok adalah menentukan segmen lainnya q.
Manakah analisis yang menunjukkan proses, hasil, dan justifikasi matematis secara benar?
Soal 7 · Penalaran
Pada diskusi kelas tentang pemeriksaan model 9-12-15-20-25, peserta didik membandingkan beberapa strategi untuk menemukan laporan yang paling sahih. Segitiga dengan p=9 dan q=16 memiliki kaki 15 dan 20 serta hipotenusa 25. Fokus analisis kelompok adalah menentukan pemeriksaan yang mendukung.
Setelah hasil diverifikasi terhadap data pada visual, laporan kelompok manakah yang seharusnya dipilih?
Esai Scaffolding
Esai 8 · Scaffolding
Hipotenusa segitiga siku-siku terbagi menjadi 5 cm dan 20 cm. Tentukan hipotenusa, garis tinggi, dan kedua kaki.
Bantuan 1: Jumlahkan p dan q untuk c.
Bantuan 2: Gunakan h²=pq.
Bantuan 3: Gunakan a²=cp dan b²=cq.
Esai 9 · Scaffolding
Balok penyangga tegak pada atap membagi sisi miring 36 m menjadi dua bagian dengan rasio 4:5. Tentukan kedua segmen dan panjang penyangga.
Bantuan 1: Bagi 36 menurut rasio 4:5.
Bantuan 2: Gunakan hasil sebagai p dan q.
Bantuan 3: Hitung akar hasil kali dan berikan pendekatan.
Esai 10 · Scaffolding
Diketahui garis tinggi 12 cm dan hipotenusa 25 cm. Tentukan dua segmen hipotenusa dengan menggunakan p+q=25 dan pq=144.
Bantuan 1: Tuliskan dua hubungan p+q dan pq.
Bantuan 2: Bentuk persamaan kuadrat dengan akar p dan q.